Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 08 July 2026 |
KALBARONLINE.com – PLN UP3 Ketapang akhirnya menjelaskan penyebab pemadaman listrik bergilir yang belakangan dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Ketapang. Gangguan tersebut dipicu kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Gundul di Kabupaten Bengkayang yang terhubung ke Sistem Khatulistiwa.
Penjelasan itu disampaikan Manajer PLN UP3 Ketapang, Yusrizal Ibrani, saat berkunjung ke Kantor DPRD Kabupaten Ketapang, Selasa (7/7/2026).
Yusrizal menjelaskan, gangguan terjadi akibat kebocoran boiler di PLTU Tanjung Gundul. Pembangkit milik mitra PLN, yakni GCL, itu memiliki kapasitas sekitar 100 megawatt (MW).
“Penyebabnya karena ada kebocoran boiler yang ada di pembangkit di Tanjung Gundul. Kebetulan pembangkit tersebut merupakan mitra PLN, yaitu GCL, dengan kapasitas sekitar 100 megawatt,” kata Yusrizal.
Ia menerangkan, saat gangguan terjadi beban pada Sistem Khatulistiwa mencapai sekitar 600 MW. Ketika pembangkit berkapasitas 100 MW keluar dari sistem, pasokan dari pembangkit lain belum mampu menutup kebutuhan daya sehingga PLN harus melakukan pembatasan beban yang dirasakan pelanggan dalam bentuk pemadaman bergilir.
“Karena beban sistem sekitar 600 megawatt, pada saat 100 megawatt keluar, beban itu tidak bisa ditopang oleh seluruh pembangkit yang tersisa. Sehingga dilakukan pembatasan listrik bagi pelanggan yang dirasakan masyarakat dalam bentuk pemadaman,” ujarnya.
Yusrizal juga meluruskan isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan krisis batu bara sebagai penyebab pemadaman. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada kendala pada pasokan energi primer.
“Sampai sejauh ini belum ada informasi mengenai adanya permasalahan di sisi energi primer. Jadi memang pemadaman yang ada saat ini semata-mata disebabkan karena gangguan yang ada di PLTU Tanjung Gundul,” tegasnya.
Untuk wilayah kerja PLN UP3 Ketapang, kebutuhan listrik saat ini mencapai sekitar 55 MW. Berdasarkan informasi dari PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Kalimantan Barat, proses perbaikan pembangkit diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan.
PLN menargetkan perbaikan selesai pada Sabtu, 11 Juli 2026. Apabila selama proses pemulihan tidak terjadi gangguan tambahan, maka Sistem Khatulistiwa diharapkan kembali normal sehingga pasokan listrik ke pelanggan dapat pulih sepenuhnya.
“Harapannya pada Sabtu nanti kondisi sudah normal kembali. Semoga tidak ada kerusakan lain yang disebabkan dari peristiwa ini sehingga Sistem Khatulistiwa benar-benar pulih normal dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Yusrizal menambahkan, kebutuhan listrik di Sistem Khatulistiwa terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan. Karena itu, PLN juga menyiapkan pengembangan pembangkit untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Pagar Mentimun, Kabupaten Ketapang.
“Salah satunya pembangunan PLTGU di Pagar Mentimun. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan PLTGU ini dapat menambah keandalan pasokan listrik di Ketapang dan Kalimantan Barat. Yang saya ketahui kapasitasnya sekitar 250 megawatt,” ujarnya.
Terkait kemungkinan kompensasi bagi pelanggan terdampak pemadaman, Yusrizal mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari PLN Pusat. Jika ada kebijakan mengenai kompensasi, informasi tersebut akan disampaikan kepada masyarakat.
Selain itu, PLN UP3 Ketapang juga telah menerima keluhan dari Rumah Sakit dr Agoesdjam Ketapang terkait dampak pemadaman listrik. Menindaklanjuti hal tersebut, PLN telah mengirim surat kepada PLN UP2D Kalimantan Barat agar rumah sakit tersebut masuk dalam daftar pelanggan prioritas selama pengaturan beban berlangsung.
“Seperti kemarin kami juga mendapat keluhan dari Rumah Sakit dr Agoesdjam Ketapang. Terkait keluhan tersebut kami sudah menindaklanjuti dengan menyampaikan surat ke UP2D di Pontianak agar Rumah Sakit dr Agoesdjam dapat diprioritaskan untuk tidak dipadamkan,” ujar Yusrizal.
Ia berharap permohonan tersebut dapat dipenuhi mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan untuk menunjang layanan kesehatan masyarakat. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – PLN UP3 Ketapang akhirnya menjelaskan penyebab pemadaman listrik bergilir yang belakangan dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Ketapang. Gangguan tersebut dipicu kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Gundul di Kabupaten Bengkayang yang terhubung ke Sistem Khatulistiwa.
Penjelasan itu disampaikan Manajer PLN UP3 Ketapang, Yusrizal Ibrani, saat berkunjung ke Kantor DPRD Kabupaten Ketapang, Selasa (7/7/2026).
Yusrizal menjelaskan, gangguan terjadi akibat kebocoran boiler di PLTU Tanjung Gundul. Pembangkit milik mitra PLN, yakni GCL, itu memiliki kapasitas sekitar 100 megawatt (MW).
“Penyebabnya karena ada kebocoran boiler yang ada di pembangkit di Tanjung Gundul. Kebetulan pembangkit tersebut merupakan mitra PLN, yaitu GCL, dengan kapasitas sekitar 100 megawatt,” kata Yusrizal.
Ia menerangkan, saat gangguan terjadi beban pada Sistem Khatulistiwa mencapai sekitar 600 MW. Ketika pembangkit berkapasitas 100 MW keluar dari sistem, pasokan dari pembangkit lain belum mampu menutup kebutuhan daya sehingga PLN harus melakukan pembatasan beban yang dirasakan pelanggan dalam bentuk pemadaman bergilir.
“Karena beban sistem sekitar 600 megawatt, pada saat 100 megawatt keluar, beban itu tidak bisa ditopang oleh seluruh pembangkit yang tersisa. Sehingga dilakukan pembatasan listrik bagi pelanggan yang dirasakan masyarakat dalam bentuk pemadaman,” ujarnya.
Yusrizal juga meluruskan isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan krisis batu bara sebagai penyebab pemadaman. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada kendala pada pasokan energi primer.
“Sampai sejauh ini belum ada informasi mengenai adanya permasalahan di sisi energi primer. Jadi memang pemadaman yang ada saat ini semata-mata disebabkan karena gangguan yang ada di PLTU Tanjung Gundul,” tegasnya.
Untuk wilayah kerja PLN UP3 Ketapang, kebutuhan listrik saat ini mencapai sekitar 55 MW. Berdasarkan informasi dari PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Kalimantan Barat, proses perbaikan pembangkit diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan.
PLN menargetkan perbaikan selesai pada Sabtu, 11 Juli 2026. Apabila selama proses pemulihan tidak terjadi gangguan tambahan, maka Sistem Khatulistiwa diharapkan kembali normal sehingga pasokan listrik ke pelanggan dapat pulih sepenuhnya.
“Harapannya pada Sabtu nanti kondisi sudah normal kembali. Semoga tidak ada kerusakan lain yang disebabkan dari peristiwa ini sehingga Sistem Khatulistiwa benar-benar pulih normal dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Yusrizal menambahkan, kebutuhan listrik di Sistem Khatulistiwa terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan. Karena itu, PLN juga menyiapkan pengembangan pembangkit untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Pagar Mentimun, Kabupaten Ketapang.
“Salah satunya pembangunan PLTGU di Pagar Mentimun. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan PLTGU ini dapat menambah keandalan pasokan listrik di Ketapang dan Kalimantan Barat. Yang saya ketahui kapasitasnya sekitar 250 megawatt,” ujarnya.
Terkait kemungkinan kompensasi bagi pelanggan terdampak pemadaman, Yusrizal mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari PLN Pusat. Jika ada kebijakan mengenai kompensasi, informasi tersebut akan disampaikan kepada masyarakat.
Selain itu, PLN UP3 Ketapang juga telah menerima keluhan dari Rumah Sakit dr Agoesdjam Ketapang terkait dampak pemadaman listrik. Menindaklanjuti hal tersebut, PLN telah mengirim surat kepada PLN UP2D Kalimantan Barat agar rumah sakit tersebut masuk dalam daftar pelanggan prioritas selama pengaturan beban berlangsung.
“Seperti kemarin kami juga mendapat keluhan dari Rumah Sakit dr Agoesdjam Ketapang. Terkait keluhan tersebut kami sudah menindaklanjuti dengan menyampaikan surat ke UP2D di Pontianak agar Rumah Sakit dr Agoesdjam dapat diprioritaskan untuk tidak dipadamkan,” ujar Yusrizal.
Ia berharap permohonan tersebut dapat dipenuhi mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan untuk menunjang layanan kesehatan masyarakat. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini