Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 05 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Ketapang mulai berdampak pada operasional pelayanan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Meski layanan kesehatan hingga kini masih berjalan normal, rumah sakit harus mengandalkan genset sebagai sumber listrik cadangan setiap kali pasokan listrik dari PLN terhenti.
Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang melalui Pelaksana Harian (Plh) Direktur, Yulia Ningsih, mengatakan pihak rumah sakit sebenarnya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiapkan genset berkapasitas besar yang mampu menyuplai kebutuhan listrik di seluruh area rumah sakit.
“Sebetulnya listrik itu memang sudah diantisipasi. Kita punya genset, begitu PLN mati lima detik dia langsung bisa backup. Berarti pelayanan pasien masih aman,” ujar Yulia saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).
Namun, penggunaan genset secara terus-menerus membuat konsumsi bahan bakar meningkat drastis. Dalam satu kali pemadaman listrik bergilir yang berlangsung sekitar lima hingga tujuh jam, RSUD dr. Agoesdjam menghabiskan sekitar tiga drum solar.
Karena jadwal pemadaman masih terus berlangsung, pihak rumah sakit kini harus menambah stok bahan bakar agar operasional tetap berjalan tanpa hambatan.
“Jadi pemakaian tiga drum untuk sekali pemadaman listrik selama lima sampai tujuh jam. Nah ini saya lihat ada jadwal lagi, kami harus siapkan lagi empat sampai lima drum lagi. Karena kita khawatir kalau tiga drum takut pas-pasan. Tadi ibu direktur dan bagian keuangan juga sudah melakukan rapat, bahwa kita harus menyiapkan BBM solar sebanyak empat sampai lima drum,” jelasnya.
Selain berdampak pada pasokan listrik, pemadaman juga mengganggu distribusi air bersih dari PDAM. Kondisi tersebut memaksa rumah sakit mengambil langkah darurat dengan mendatangkan sekitar 10 tangki air hingga tengah malam untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien di seluruh ruangan.
Menurut Yulia, listrik dan air merupakan dua kebutuhan vital yang tidak bisa dipisahkan dalam pelayanan kesehatan. Berbagai peralatan medis seperti ventilator, monitor jantung, infus pump di ruang ICU, hingga peralatan di kamar operasi bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Begitu pula layanan hemodialisa yang membutuhkan air bersih hasil pengolahan melalui sistem reverse osmosis (RO).
Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, RSUD dr. Agoesdjam Ketapang berencana mengirimkan surat kepada PLN dengan tembusan kepada Bupati Ketapang agar rumah sakit mendapat layanan prioritas selama masa pemadaman bergilir.
“Kami minta layanan prioritas PLN terhadap rumah sakit. Kalaupun kami harus masuk giliran mati lampu, jangan lama-lama, maksimal satu jam,” tegas Yulia.
Ia menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan rumah sakit bertujuan menjaga keselamatan pasien agar pelayanan tetap berjalan optimal, terutama bagi pasien yang bergantung pada alat-alat medis.
Pihak rumah sakit juga tidak ingin pengalaman buruk di masa lalu kembali terulang, ketika keterbatasan kapasitas genset sempat mengganggu pelayanan hingga berdampak pada keselamatan pasien.
Di tengah kondisi tersebut, Yulia turut mengimbau masyarakat, khususnya keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan, agar menggunakan air secara bijak. Menurutnya, keterbatasan pasokan air saat ini merupakan dampak langsung dari terganggunya distribusi akibat pemadaman listrik.
“Untuk masyarakat yang tengah dirawat, mohon berhemat air. Karena kita tahu sekarang kita sedang krisis listrik, karena listrik air juga ikut krisis. Mohon pengertiannya jika ada kendala-kendala di air jangan langsung menyalahkan rumah sakit, karena kami akan terus berupaya sekuat tenaga agar seluruh pelayanan berjalan maksimal,” ucapnya.
RSUD dr. Agoesdjam berharap PLN dapat memberikan pengecualian atau layanan prioritas bagi rumah sakit agar tidak terdampak pemadaman bergilir dalam durasi yang lama. Menurut pihak rumah sakit, keberlangsungan pelayanan kesehatan berkaitan langsung dengan keselamatan dan nyawa pasien.
“Harapan kami, rumah sakit tidak masuk dalam jadwal pemadaman bergilir demi menjaga keselamatan dan nyawa pasien yang sedang kami rawat,” pungkas Yulia. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Ketapang mulai berdampak pada operasional pelayanan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Meski layanan kesehatan hingga kini masih berjalan normal, rumah sakit harus mengandalkan genset sebagai sumber listrik cadangan setiap kali pasokan listrik dari PLN terhenti.
Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang melalui Pelaksana Harian (Plh) Direktur, Yulia Ningsih, mengatakan pihak rumah sakit sebenarnya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiapkan genset berkapasitas besar yang mampu menyuplai kebutuhan listrik di seluruh area rumah sakit.
“Sebetulnya listrik itu memang sudah diantisipasi. Kita punya genset, begitu PLN mati lima detik dia langsung bisa backup. Berarti pelayanan pasien masih aman,” ujar Yulia saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).
Namun, penggunaan genset secara terus-menerus membuat konsumsi bahan bakar meningkat drastis. Dalam satu kali pemadaman listrik bergilir yang berlangsung sekitar lima hingga tujuh jam, RSUD dr. Agoesdjam menghabiskan sekitar tiga drum solar.
Karena jadwal pemadaman masih terus berlangsung, pihak rumah sakit kini harus menambah stok bahan bakar agar operasional tetap berjalan tanpa hambatan.
“Jadi pemakaian tiga drum untuk sekali pemadaman listrik selama lima sampai tujuh jam. Nah ini saya lihat ada jadwal lagi, kami harus siapkan lagi empat sampai lima drum lagi. Karena kita khawatir kalau tiga drum takut pas-pasan. Tadi ibu direktur dan bagian keuangan juga sudah melakukan rapat, bahwa kita harus menyiapkan BBM solar sebanyak empat sampai lima drum,” jelasnya.
Selain berdampak pada pasokan listrik, pemadaman juga mengganggu distribusi air bersih dari PDAM. Kondisi tersebut memaksa rumah sakit mengambil langkah darurat dengan mendatangkan sekitar 10 tangki air hingga tengah malam untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien di seluruh ruangan.
Menurut Yulia, listrik dan air merupakan dua kebutuhan vital yang tidak bisa dipisahkan dalam pelayanan kesehatan. Berbagai peralatan medis seperti ventilator, monitor jantung, infus pump di ruang ICU, hingga peralatan di kamar operasi bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Begitu pula layanan hemodialisa yang membutuhkan air bersih hasil pengolahan melalui sistem reverse osmosis (RO).
Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, RSUD dr. Agoesdjam Ketapang berencana mengirimkan surat kepada PLN dengan tembusan kepada Bupati Ketapang agar rumah sakit mendapat layanan prioritas selama masa pemadaman bergilir.
“Kami minta layanan prioritas PLN terhadap rumah sakit. Kalaupun kami harus masuk giliran mati lampu, jangan lama-lama, maksimal satu jam,” tegas Yulia.
Ia menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan rumah sakit bertujuan menjaga keselamatan pasien agar pelayanan tetap berjalan optimal, terutama bagi pasien yang bergantung pada alat-alat medis.
Pihak rumah sakit juga tidak ingin pengalaman buruk di masa lalu kembali terulang, ketika keterbatasan kapasitas genset sempat mengganggu pelayanan hingga berdampak pada keselamatan pasien.
Di tengah kondisi tersebut, Yulia turut mengimbau masyarakat, khususnya keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan, agar menggunakan air secara bijak. Menurutnya, keterbatasan pasokan air saat ini merupakan dampak langsung dari terganggunya distribusi akibat pemadaman listrik.
“Untuk masyarakat yang tengah dirawat, mohon berhemat air. Karena kita tahu sekarang kita sedang krisis listrik, karena listrik air juga ikut krisis. Mohon pengertiannya jika ada kendala-kendala di air jangan langsung menyalahkan rumah sakit, karena kami akan terus berupaya sekuat tenaga agar seluruh pelayanan berjalan maksimal,” ucapnya.
RSUD dr. Agoesdjam berharap PLN dapat memberikan pengecualian atau layanan prioritas bagi rumah sakit agar tidak terdampak pemadaman bergilir dalam durasi yang lama. Menurut pihak rumah sakit, keberlangsungan pelayanan kesehatan berkaitan langsung dengan keselamatan dan nyawa pasien.
“Harapan kami, rumah sakit tidak masuk dalam jadwal pemadaman bergilir demi menjaga keselamatan dan nyawa pasien yang sedang kami rawat,” pungkas Yulia. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini