Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 23 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Pertandingan sepak bola antara Kota Pontianak dan Kabupaten Sintang pada laga pembuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Barat 2026 di Lapangan PSP Keboen Sajoek, Senin (22/6), sempat diwarnai kericuhan di tengah jalannya pertandingan.
Insiden tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik. Dalam pertandingan itu, tim Kota Pontianak tampil menggunakan jersey biru berlis oranye, sementara tim Kabupaten Sintang mengenakan jersey hijau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim saat pertandingan berlangsung. Situasi yang sempat memanas itu langsung direspons wasit dengan mengambil tindakan tegas untuk mengendalikan jalannya laga.
Akibat insiden tersebut, satu pemain Kabupaten Sintang harus menerima kartu merah. Sementara dari kubu Kota Pontianak, satu pemain juga diganjar kartu merah dan satu pemain lainnya menerima kartu kuning.
Meski sempat terjadi kericuhan, pertandingan POPDA Kalbar 2026 itu akhirnya dapat kembali dilanjutkan setelah situasi di lapangan berhasil dikendalikan.
POPDA Kalbar merupakan ajang olahraga pelajar tingkat provinsi yang mempertemukan atlet-atlet muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Cabang olahraga sepak bola menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak menyita perhatian dalam ajang tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi terkait penyebab pasti terjadinya keributan dalam pertandingan antara Kota Pontianak dan Kabupaten Sintang tersebut. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pertandingan sepak bola antara Kota Pontianak dan Kabupaten Sintang pada laga pembuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Barat 2026 di Lapangan PSP Keboen Sajoek, Senin (22/6), sempat diwarnai kericuhan di tengah jalannya pertandingan.
Insiden tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik. Dalam pertandingan itu, tim Kota Pontianak tampil menggunakan jersey biru berlis oranye, sementara tim Kabupaten Sintang mengenakan jersey hijau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim saat pertandingan berlangsung. Situasi yang sempat memanas itu langsung direspons wasit dengan mengambil tindakan tegas untuk mengendalikan jalannya laga.
Akibat insiden tersebut, satu pemain Kabupaten Sintang harus menerima kartu merah. Sementara dari kubu Kota Pontianak, satu pemain juga diganjar kartu merah dan satu pemain lainnya menerima kartu kuning.
Meski sempat terjadi kericuhan, pertandingan POPDA Kalbar 2026 itu akhirnya dapat kembali dilanjutkan setelah situasi di lapangan berhasil dikendalikan.
POPDA Kalbar merupakan ajang olahraga pelajar tingkat provinsi yang mempertemukan atlet-atlet muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Cabang olahraga sepak bola menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak menyita perhatian dalam ajang tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi terkait penyebab pasti terjadinya keributan dalam pertandingan antara Kota Pontianak dan Kabupaten Sintang tersebut. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini