Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 11 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai kepada 670 warga berpenghasilan rendah yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan secara bertahap.
Sebanyak 403 penerima berasal dari Kecamatan Pontianak Kota. Sementara penerima dari Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur dijadwalkan menerima bantuan secara simbolis pada Kamis mendatang.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Pontianak kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
“Nilainya mungkin Bapak-Ibu merasa masih kurang. Namun yang paling penting kita bisa bersilaturahmi dan menyampaikan informasi tentang pembangunan di Kota Pontianak,” ujarnya usai penyerahan simbolis di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, Selasa (11/8/2026).
Edi menjelaskan, bantuan sosial tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Pontianak dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
Pemerintah juga menjalankan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga perbaikan rumah dan fasilitas sanitasi.
Di bidang kesehatan, Pemkot Pontianak telah mengalokasikan anggaran hampir Rp80 miliar untuk mendukung cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan. Universal Health Coverage (UHC) Kota Pontianak saat ini mencapai sekitar 98,8 persen.
“Kalau sakit, cukup tunjukkan KTP ke puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, Edi menyampaikan sekolah negeri di Kota Pontianak telah bebas biaya. Pemkot juga mendukung Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1, 2, dan 3.
Sekolah Rakyat menerapkan sistem full board dengan kebutuhan peserta didik ditanggung, mulai dari makan, pakaian, sepatu hingga buku. Fasilitas pendidikan tersebut tersedia dari jenjang SD hingga SMA dan berlokasi di kawasan Batu Layang.
Selain itu, masyarakat yang memiliki rumah atau fasilitas toilet tidak layak dapat mengajukan program bedah rumah maupun bedah WC melalui kelurahan, kecamatan, atau Pemerintah Kota Pontianak.
“Program-program ini bagian dari upaya kita mengentaskan kemiskinan. Termasuk melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan dukungan bagi UMKM,” katanya.
Edi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya parit. Menurutnya, kebersihan kota membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke parit. Parit itu milik kita bersama,” ujarnya.
Di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan air baku, Edi turut mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air.
Kondisi Sungai Kapuas yang mengalami kekeringan turut memengaruhi kualitas dan kapasitas produksi air bersih.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Masyarakat diminta membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah dan segera membawa anak yang mengalami gejala ISPA ke fasilitas kesehatan.
Bantuan sebesar Rp600 ribu per penerima akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing melalui Bank Kalbar. Edi berharap bantuan tersebut dapat digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun disisihkan sebagai tabungan.
“Silakan digunakan, disisihkan, atau ditambahkan untuk menabung demi masa depan anak,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai kepada 670 warga berpenghasilan rendah yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan secara bertahap.
Sebanyak 403 penerima berasal dari Kecamatan Pontianak Kota. Sementara penerima dari Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur dijadwalkan menerima bantuan secara simbolis pada Kamis mendatang.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Pontianak kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
“Nilainya mungkin Bapak-Ibu merasa masih kurang. Namun yang paling penting kita bisa bersilaturahmi dan menyampaikan informasi tentang pembangunan di Kota Pontianak,” ujarnya usai penyerahan simbolis di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, Selasa (11/8/2026).
Edi menjelaskan, bantuan sosial tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Pontianak dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
Pemerintah juga menjalankan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga perbaikan rumah dan fasilitas sanitasi.
Di bidang kesehatan, Pemkot Pontianak telah mengalokasikan anggaran hampir Rp80 miliar untuk mendukung cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan. Universal Health Coverage (UHC) Kota Pontianak saat ini mencapai sekitar 98,8 persen.
“Kalau sakit, cukup tunjukkan KTP ke puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, Edi menyampaikan sekolah negeri di Kota Pontianak telah bebas biaya. Pemkot juga mendukung Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1, 2, dan 3.
Sekolah Rakyat menerapkan sistem full board dengan kebutuhan peserta didik ditanggung, mulai dari makan, pakaian, sepatu hingga buku. Fasilitas pendidikan tersebut tersedia dari jenjang SD hingga SMA dan berlokasi di kawasan Batu Layang.
Selain itu, masyarakat yang memiliki rumah atau fasilitas toilet tidak layak dapat mengajukan program bedah rumah maupun bedah WC melalui kelurahan, kecamatan, atau Pemerintah Kota Pontianak.
“Program-program ini bagian dari upaya kita mengentaskan kemiskinan. Termasuk melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan dukungan bagi UMKM,” katanya.
Edi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya parit. Menurutnya, kebersihan kota membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke parit. Parit itu milik kita bersama,” ujarnya.
Di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan air baku, Edi turut mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air.
Kondisi Sungai Kapuas yang mengalami kekeringan turut memengaruhi kualitas dan kapasitas produksi air bersih.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Masyarakat diminta membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah dan segera membawa anak yang mengalami gejala ISPA ke fasilitas kesehatan.
Bantuan sebesar Rp600 ribu per penerima akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing melalui Bank Kalbar. Edi berharap bantuan tersebut dapat digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun disisihkan sebagai tabungan.
“Silakan digunakan, disisihkan, atau ditambahkan untuk menabung demi masa depan anak,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini