KALBARONLINE.com – Mediasi konflik antara warga Kecamatan Bika dan perusahaan perkebunan sawit PT BIA di Kabupaten Kapuas Hulu berakhir ricuh. Pertemuan yang difasilitasi Dewan Pengurus Daerah Satria Borneo Raya (DPD Saber) Kapuas Hulu itu bahkan diwarnai insiden pemukulan terhadap salah satu anggota DPD Saber.
Mediasi digelar di Gedung Serba Guna Kecamatan Bika pada Minggu, 14 Desember 2025. Agenda pertemuan tersebut bertujuan mencari solusi atas persoalan perkebunan sawit PT BIA serta sejumlah keluhan masyarakat yang selama ini belum menemukan titik temu.
Ketua DPD Saber Kapuas Hulu, Yohanes, mengatakan sejak awal forum tersebut dirancang sebagai ruang musyawarah untuk menyerap aspirasi semua pihak dan mencari penyelesaian secara damai. Namun situasi di luar dugaan justru berkembang menjadi ricuh.
“Pertemuan itu seyogianya menghasilkan keputusan berdasarkan musyawarah mufakat, tetapi justru berakhir dengan kericuhan dan pemukulan terhadap anggota DPD Saber Kapuas Hulu,” kata Yohanes kepada KalbarOnline.com, Selasa (16/12/2025).
Dalam proses mediasi, DPD Saber Kapuas Hulu mengundang berbagai unsur, mulai dari Forkopimcam Bika, perwakilan masyarakat, Kepala Desa Bika, hingga Ketua Adat Desa Bika. Undangan pertemuan juga ditembuskan kepada Bupati Kapuas Hulu, Kapolres Kapuas Hulu, serta Dandim 1206 Putussibau.
Yohanes menegaskan, insiden pemukulan tersebut sama sekali tidak diharapkan dan bertentangan dengan semangat awal mediasi yang mengedepankan dialog dan penyelesaian secara damai.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Penyelesaian persoalan seharusnya dilakukan dengan kepala dingin, bijaksana, dan tanpa emosi,” pungkasnya. (Haq)