KALBARONLINE.com – Banjir melanda Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada 7–8 Januari 2026. Peristiwa ini berdampak pada tiga desa yang tersebar di dua kecamatan, dengan ribuan warga harus menghadapi kondisi terdampak banjir.
Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) Provinsi Kalbar, Daniel, menyampaikan bahwa desa pertama yang terdampak banjir adalah Desa Melati, Kecamatan Nanga Taman. Di wilayah ini, tercatat sebanyak 459 kepala keluarga (KK) atau 902 jiwa terdampak.
Banjir kemudian merendam Desa Mongko dengan jumlah warga terdampak mencapai 537 KK atau 1.921 jiwa. Sementara itu, di Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, sebanyak 417 KK atau 902 jiwa juga dilaporkan terdampak akibat genangan air.
Daniel menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau saat ini tengah melakukan kaji cepat di lokasi bencana. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya evakuasi dan penyelamatan warga terdampak banjir di sejumlah titik.
“Hasil kaji cepat ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah setempat untuk melakukan penanggulangan bencana secara lebih masif,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak banjir agar tetap bersabar serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menghindari risiko dan hal-hal yang tidak diinginkan. (Lid)