Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Usai Temui Ormas, GM PLN Kalbar Enggan Jawab Pertanyaan Wartawan soal Pemadaman
Home > Berita > Politik > Usai Temui Ormas, GM PLN Kalbar Enggan J...
Pontianak

Usai Temui Ormas, GM PLN Kalbar Enggan Jawab Pertanyaan Wartawan soal Pemadaman

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 07 July 2026 - 19:00 WIB
Usai Temui Ormas, GM PLN Kalbar Enggan Jawab Pertanyaan Wartawan soal Pemadaman
GM PLN Kalbar tidak melayani pertanyaan wartawan usai bertemu ormas dan hanya menyampaikan target pemulihan listrik 11 Juli (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Maria G. I. Gunawan, tidak melayani sesi tanya jawab dengan wartawan usai bertemu sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kantor PLN UP3 Pontianak, Selasa (7/7/2026).

Sejumlah wartawan yang telah menunggu di luar ruang pertemuan berupaya meminta penjelasan terkait perkembangan pemulihan sistem kelistrikan, penyebab gangguan yang memicu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, hingga kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.

Namun, Maria hanya menyampaikan pernyataan singkat mengenai proses pemulihan sistem kelistrikan sebelum meninggalkan lokasi tanpa melayani pertanyaan awak media.

"Kami sudah menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar proses recovery kelistrikan ini berjalan lancar dan sistem segera pulih seperti sediakala," ujarnya.

Maria juga menyampaikan bahwa PLN menargetkan proses pemulihan sistem kelistrikan dapat rampung pada 11 Juli 2026.

Sebelumnya, sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kalimantan Barat mendatangi Kantor PLN UP3 Pontianak untuk meminta kepastian terkait percepatan pemulihan pasokan listrik yang masih mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Alex Sandra Djaoeng, meminta PLN tidak hanya mempercepat proses pemulihan, tetapi juga memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak, Hendry Pangestu Lim, berharap target normalisasi pasokan listrik pada 11 Juli benar-benar dapat terealisasi. Ia juga meminta PLN meningkatkan transparansi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. (Lid)