Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Wagub Kalbar Soal Tol Pontianak–Kijing: Kalau Pelabuhan Sudah Ramai, Pemerintah Pusat Pasti Bangun
Home > Berita > Politik > Wagub Kalbar Soal Tol Pontianak–Kijing:...
Pontianak

Wagub Kalbar Soal Tol Pontianak–Kijing: Kalau Pelabuhan Sudah Ramai, Pemerintah Pusat Pasti Bangun

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Thursday, 16 July 2026 - 08:00 WIB
Wagub Kalbar Soal Tol Pontianak–Kijing: Kalau Pelabuhan Sudah Ramai, Pemerintah Pusat Pasti Bangun
Krisantus Kurniawan optimistis Tol Pontianak–Kijing akan dibangun saat aktivitas Pelabuhan Kijing semakin ramai dan padat (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menanggapi santai isu yang beredar di media sosial terkait proyek Jalan Tol Pontianak–Kijing yang disebut dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurut Krisantus, dibanding memperdebatkan status proyek tersebut, yang jauh lebih penting saat ini adalah memastikan Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah dapat beroperasi secara maksimal.

Ia menilai, apabila aktivitas pelabuhan internasional itu meningkat dan arus kendaraan logistik semakin padat, kebutuhan pembangunan jalan tol akan terlihat dengan sendirinya.

"Kalau saya tidak menyinggung itu. Yang saya harapkan sekarang justru Pelabuhan Kijing segera beroperasi secara penuh. Dampaknya apa? Macet. Itu yang saya cari," kata Krisantus usai menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, ketika aktivitas logistik menuju Pelabuhan Kijing sudah semakin ramai dan menimbulkan kemacetan, pemerintah pusat akan melihat langsung urgensi pembangunan Jalan Tol Pontianak–Kijing.

"Kalau sudah macet, tidak perlu diminta, jalan tol itu akan turun sendiri. Pemerintah pusat kalau sudah melihat kondisinya ramai dan padat, pasti akan datang sendiri. Saya yakin jalan tol itu akan dibangun nanti," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sekaligus Ketua Delegasi Tim Fraksi NasDem, Syarif Abdullah Alkadrie, juga meluruskan informasi yang beredar mengenai proyek Jalan Tol Pontianak–Kijing.

Syarif menegaskan, kabar yang menyebut proyek tersebut dicoret dari daftar PSN tidak benar. Pasalnya, hingga saat ini Jalan Tol Pontianak–Kijing memang belum pernah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional karena masih berada pada tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

Ia menjelaskan, usulan pembangunan jalan tol tersebut memang telah dibahas di Komisi V DPR RI. Namun, realisasinya masih bergantung pada kemampuan fiskal negara serta peluang keterlibatan investor atau pihak ketiga.

Meski demikian, Syarif memastikan Jalan Tol Pontianak–Kijing tetap menjadi salah satu proyek infrastruktur yang penting karena akan mendukung konektivitas menuju Pelabuhan Kijing yang diproyeksikan sebagai salah satu pintu ekspor utama di Kalimantan Barat. (Lid)