KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) selama musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk di lingkungan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, mengatakan musim kemarau membuat masyarakat cenderung menampung air karena pasokan air berkurang. Namun, tempat penampungan air yang dibiarkan terbuka berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.
"Pada musim kemarau biasanya persediaan air di tempat penampungan tinggal sedikit. Masyarakat juga sering membiarkan tempat penampungan terbuka karena berharap hujan turun. Kondisi ini bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," kata Saptiko, Senin (20/7/2026).
Karena itu, Dinkes Pontianak meminta seluruh puskesmas rutin memantau keberadaan jentik nyamuk sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Selain mengantisipasi DBD, Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kualitas air yang digunakan selama musim kemarau. Menurut Saptiko, penggunaan air yang kurang bersih berisiko memicu penyakit diare.
"Musim kemarau yang panjang membuat masyarakat harus lebih memperhatikan kualitas air untuk diminum maupun dimasak. Jangan sampai menggunakan air yang tidak layak karena bisa menyebabkan diare," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk rutin menguras dan menutup tempat penampungan air serta memastikan air yang dikonsumsi benar-benar bersih agar risiko penyakit selama musim kemarau dapat diminimalkan. (Lid)