Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
dbd
Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Perketat Pemantauan Jentik Nyamuk untuk Cegah DBD
Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Perketat Pemantauan Jentik Nyamuk untuk Cegah DBD
Monday, 20/07/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) selama musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk di lingkungan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, mengatakan musim kemarau membuat masyarakat cenderung menampung air karena pasokan air berkurang. Namun, tempat penampungan air yang dibiarkan terbuka berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.

"Pada musim kemarau biasanya persediaan air di tempat penampungan tinggal sedikit. Masyarakat juga sering membiarkan tempat penampungan terbuka karena berharap hujan turun. Kondisi ini bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," kata Saptiko, Senin (20/7/2026).

Karena itu, Dinkes Pontianak meminta seluruh puskesmas rutin memantau keberadaan jentik nyamuk sebagai langkah pencegahan sejak dini.

Selain mengantisipasi DBD, Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kualitas air yang digunakan selama musim kemarau. Menurut Saptiko, penggunaan air yang kurang bersih berisiko memicu penyakit diare.

"Musim kemarau yang panjang membuat masyarakat harus lebih memperhatikan kualitas air untuk diminum maupun dimasak. Jangan sampai menggunakan air yang tidak layak karena bisa menyebabkan diare," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk rutin menguras dan menutup tempat penampungan air serta memastikan air yang dikonsumsi benar-benar bersih agar risiko penyakit selama musim kemarau dapat diminimalkan. (Lid)

Masuk Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Waspadai ISPA, DBD, Diare hingga Heatstroke
Masuk Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Waspadai ISPA, DBD, Diare hingga Heatstroke
Monday, 20/07/2026

KALBARONLINE.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Saptiko, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau. Penyakit tersebut meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, demam berdarah dengue (DBD), hingga heatstroke.

Menurut Saptiko, Dinkes Pontianak telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga memastikan ketersediaan logistik serta obat-obatan di puskesmas maupun rumah sakit.

"Untuk musim kemarau ini ada beberapa penyakit yang biasanya sering muncul. Kalau berkaitan dengan asap, yang sering terjadi adalah ISPA. Karena itu kami sudah menyiapkan logistik dan obat-obatan untuk penanganan penyakit yang biasanya muncul saat musim kemarau," katanya.

Selain ISPA, masyarakat juga diimbau memperhatikan kualitas air minum selama musim kemarau. Berkurangnya ketersediaan air bersih dinilai dapat meningkatkan risiko diare apabila air yang digunakan tidak memenuhi standar kesehatan.

"Karena musim kemarau panjang, masyarakat harus memastikan kualitas air minumnya baik. Jangan sampai penggunaan air yang tidak layak justru menyebabkan diare," ujarnya.

Dinkes Pontianak juga menginstruksikan seluruh puskesmas melakukan pemantauan jentik nyamuk secara berkala sebagai upaya mencegah penyebaran DBD.

Menurut Saptiko, kebiasaan masyarakat menyimpan air saat musim kemarau dapat memicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti apabila wadah penampungan tidak ditutup rapat.

"Biasanya saat musim kemarau persediaan air di penampungan tinggal sedikit dan wadahnya dibiarkan terbuka karena menunggu hujan. Kondisi itu bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD," jelasnya.

Di tengah suhu udara yang diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius, Saptiko juga mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan, untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung pada siang hari.

Ia mengingatkan paparan panas berlebihan dapat memicu heatstroke, yakni kondisi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis akibat cuaca panas.

"Batasi aktivitas di bawah terik matahari, terutama pada siang hari. Perbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi dan mengurangi risiko heatstroke," katanya.

Meski demikian, Saptiko memastikan hingga saat ini belum terjadi peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan musim kemarau di Kota Pontianak.

"Untuk sementara kondisi masih normal, belum ada lonjakan kasus penyakit yang berkaitan dengan musim kemarau," pungkasnya. (Lid)

Cegah DBD, Bhabinkamtibmas Bersama TNI dan Tenaga Kesehatan Gelar Fogging di Merakai Panjang
Cegah DBD, Bhabinkamtibmas Bersama TNI dan Tenaga Kesehatan Gelar Fogging di Merakai Panjang
Friday, 10/07/2026

KALBARONLINE.com – Upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk terus dilakukan di Kabupaten Kapuas Hulu. Salah satunya melalui kegiatan fogging atau pengasapan yang digelar di Desa Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 14.30 WIB itu melibatkan Bhabinkamtibmas Polsek Puring Kencana Polres Kapuas Hulu bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan personel TNI sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Merakai Panjang Helen, Bhabinkamtibmas Bripka Andrie Haryanto, personel Koramil Sertu Suningrat, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas, Mirwan dan Nehru.

Fogging dilakukan dengan menyebarkan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa sebagai upaya memutus rantai penularan berbagai penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan chikungunya.

Kapolres Kapuas Hulu Roberto Aprianto Uda melalui Kasi Humas Polres Kapuas Hulu IPTU Jamali mengatakan, Polri mendukung setiap langkah pencegahan penyakit yang dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah desa, TNI, dan tenaga kesehatan.

Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit.

Selain melaksanakan fogging, petugas juga mengedukasi masyarakat agar rutin menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Warga diimbau menerapkan langkah 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat. (Haq)

Cegah DBD, Koramil Bunut Hulu Lakukan Fogging dan Ajak Warga Terapkan Gerakan 3M
Cegah DBD, Koramil Bunut Hulu Lakukan Fogging dan Ajak Warga Terapkan Gerakan 3M
Thursday, 25/06/2026

KALBARONLINE.com – Sebagai upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Koramil 1206-13/Bunut Hulu melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan di lingkungan Markas Koramil (Makoramil) 1206-13/Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memberantas nyamuk dewasa, khususnya Aedes aegypti, yang menjadi penyebab utama penyebaran DBD. Fogging merupakan salah satu metode pengendalian vektor penyakit yang bertujuan memutus rantai penularan DBD di lingkungan kerja maupun permukiman.

Danramil 1206-13/Bunut Hulu, Kapten Inf Syafridoni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian satuan terhadap kesehatan anggota serta masyarakat di sekitar lingkungan Koramil.

Selain melaksanakan fogging, pihaknya juga mengimbau seluruh anggota agar rutin menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

“Pemfoggingan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar lingkungan Makoramil tetap bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman penyakit DBD. Namun demikian, upaya ini juga harus didukung dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujar Kapten Inf Syafridoni.

Pelaksanaan fogging menyasar seluruh area perkantoran, halaman, saluran drainase, hingga titik-titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Kegiatan berlangsung aman dan lancar serta mendapat respons positif dari seluruh personel Koramil.

Melalui kegiatan tersebut, Koramil Bunut Hulu berharap lingkungan kerja tetap sehat, nyaman, dan terbebas dari ancaman berbagai penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue.

Koramil juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan DBD tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi harus didukung dengan menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. (Haq)

Cegah DBD, Babinsa dan Puskesmas Lakukan Fogging di SMAN 1 Batang Lupar
Cegah DBD, Babinsa dan Puskesmas Lakukan Fogging di SMAN 1 Batang Lupar
Friday, 05/06/2026

KALBARONLINE.com – Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan di Kabupaten Kapuas Hulu. Salah satunya melalui kegiatan fogging atau pengasapan yang dilaksanakan di lingkungan SMAN 1 Batang Lupar, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa Koramil 1206-03/Batang Lupar, Serka Ukzan Ely, bersama tim kesehatan dari Puskesmas Batang Lupar sebagai langkah antisipatif untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyakit DBD.

Pengasapan dilakukan di sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, mulai dari ruang kelas, selokan, area taman sekolah hingga lingkungan sekitar sekolah.

Serka Ukzan Ely mengatakan, pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian TNI, khususnya jajaran Kodim 1206/Putussibau, terhadap kesehatan masyarakat, termasuk para pelajar yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran DBD di lingkungan sekolah. Namun demikian, fogging harus dibarengi dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk agar hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, fogging hanya menjadi salah satu upaya pengendalian nyamuk dewasa. Karena itu, langkah pencegahan yang lebih efektif tetap harus dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

Sementara itu, pihak Puskesmas Batang Lupar mengimbau seluruh warga sekolah untuk konsisten menerapkan gerakan 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD.

Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya.

Kepala sekolah bersama dewan guru juga menyampaikan apresiasi kepada Babinsa dan tim Puskesmas Batang Lupar yang telah melaksanakan fogging di lingkungan sekolah.

Mereka berharap kegiatan tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa dalam menjalani proses belajar mengajar, sekaligus mengurangi risiko penyebaran penyakit DBD di lingkungan sekolah.

Kegiatan fogging berlangsung aman, tertib, dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah maupun masyarakat sekitar sebagai bentuk sinergi bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue. (Haq)

Kasus DBD di Kayong Utara Naik, Dinkes Catat 14 Warga Terjangkit Selama Mei 2026
Kasus DBD di Kayong Utara Naik, Dinkes Catat 14 Warga Terjangkit Selama Mei 2026
Wednesday, 13/05/2026

KALBARONLINE.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kayong Utara mengalami peningkatan sepanjang Mei 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kayong Utara mencatat, hingga pertengahan bulan ini sudah ada 14 warga yang terjangkit penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kayong Utara, Maria Fransisca mengatakan, kasus DBD tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Kayong Utara.

“Bulan Mei sudah 14 kasus. Lima kasus dari Teluk Melano, lima dari Sukadana, dua dari Siduk, dan dua dari Teluk Batang,” ungkap dr. Maria Fransisca saat dikonfirmasi awak media, Rabu (13/5/2026).

Meningkatnya kasus DBD di Kayong Utara membuat Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan melibatkan puskesmas, pemerintah desa, hingga lintas sektor untuk melakukan langkah pencegahan.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengintensifkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pola 3M Plus, mulai dari menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, hingga mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Selain itu, fogging atau pengasapan juga dilakukan di sejumlah wilayah yang ditemukan kasus DBD.

“Kami sudah melakukan penggerakan masyarakat melalui puskesmas, pendekatan ke desa dan lintas sektor untuk aksi PSN 3M Plus, serta melaksanakan fogging,” jelasnya.

Tak hanya itu, tim dari Dinas Kesehatan Kayong Utara juga turun langsung ke lapangan untuk memberikan penguatan kepada tenaga kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Menurut dr. Sisca, wilayah Teluk Melano menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena jumlah kasus yang cukup tinggi.

“Kami dari Dinkes juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan penguatan bagi teman-teman di Melano, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan membagikan bubuk abate,” tambahnya.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD.

Warga diminta rutin membersihkan lingkungan, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, serta menghindari genangan yang bisa menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. (Sans)