Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
PETI Pakai Excavator dan Mesin Puso Aman Terkendali, yang Pakai Dompeng Malah Dirazia
Home > Berita > Politik > PETI Pakai Excavator dan Mesin Puso Aman...
Kapuas Hulu

PETI Pakai Excavator dan Mesin Puso Aman Terkendali, yang Pakai Dompeng Malah Dirazia

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 12 August 2026 - 09:30 WIB
PETI Pakai Excavator dan Mesin Puso Aman Terkendali, yang Pakai Dompeng Malah Dirazia
Penertiban PETI di Boyan Tanjung disorot setelah aktivitas dengan excavator dan mesin puso disebut aman, sementara dompeng dirazia (Foto: Haq/KALBARONLINE.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Tanjung Harapan, Desa Nanga Danau, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (10/8/2026), menyisakan pertanyaan di tengah masyarakat.

Dalam penertiban tersebut, aktivitas PETI yang menggunakan peralatan tertentu disebut tidak tersentuh, sementara aktivitas yang menggunakan dompeng justru menjadi sasaran razia.

Padahal, berdasarkan kondisi di lapangan, aktivitas pertambangan menggunakan excavator maupun mesin puso juga ditemukan di wilayah tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pola penertiban PETI dan dasar penentuan aktivitas yang menjadi sasaran penindakan.

Penertiban dilakukan jajaran Polsek Boyan Tanjung bersama unsur Muspika Kecamatan Boyan Tanjung. Kegiatan dipimpin Kapolsek Boyan Tanjung IPDA Egidius Egi bersama Camat Boyan Tanjung Aswad Malik, personel Polsek Boyan Tanjung, Koramil 1206-08/Bunut Hilir-Boyan Tanjung, serta sejumlah kepala desa di wilayah setempat.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI di Dusun Tanjung Harapan.

Di lokasi, petugas menemukan sejumlah tanda dan bekas aktivitas pertambangan. Sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk kegiatan PETI juga ditemukan, di antaranya selang spiral, selang penyedot air, karpet penyaring material emas, bak penampungan material, serta peralatan pendukung lainnya.

Namun, penertiban tersebut menjadi sorotan karena penggunaan alat dalam aktivitas pertambangan seolah menjadi pembeda dalam tindakan di lapangan.

Aktivitas yang menggunakan excavator dan mesin puso disebut masih dapat berlangsung, sementara aktivitas yang menggunakan dompeng justru dilakukan penertiban.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai konsistensi penegakan aturan terhadap seluruh bentuk aktivitas PETI. Sebab, terlepas dari jenis alat yang digunakan, kegiatan pertambangan tanpa izin tetap perlu mendapatkan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penertiban PETI sendiri dilakukan dengan alasan menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah dampak aktivitas pertambangan ilegal terhadap lingkungan.

Polsek Boyan Tanjung bersama unsur terkait diharapkan tidak hanya melakukan penertiban terhadap jenis alat tertentu, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas PETI yang berlangsung di wilayah tersebut ditangani secara konsisten dan transparan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai dasar perbedaan penanganan terhadap aktivitas PETI yang menggunakan excavator, mesin puso, maupun dompeng. (Haq)