Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Kabut Asap Ganggu Pelayaran di Pontianak, Kapal Kurangi Kecepatan Saat Malam
Home > Berita > Politik > Kabut Asap Ganggu Pelayaran di Pontianak...
Pontianak

Kabut Asap Ganggu Pelayaran di Pontianak, Kapal Kurangi Kecepatan Saat Malam

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Friday, 21 August 2026 - 10:30 WIB
Kabut Asap Ganggu Pelayaran di Pontianak, Kapal Kurangi Kecepatan Saat Malam
Kabut asap karhutla mengganggu jarak pandang kapal di Pontianak. Awak kapal mengurangi kecepatan, terutama saat berlayar malam (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas transportasi air di Pontianak, Kalimantan Barat. Kondisi ini membuat awak kapal meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berlayar pada malam hari.

Sejumlah kapal angkutan barang di Pelabuhan Seng Hie, Pontianak, bahkan mengurangi kecepatan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang terbatas.

Aran, awak kapal pengangkut sembako, mengatakan kabut asap cukup mengganggu jarak pandang, khususnya pada malam hari.

“Kalau pagi tidak terlalu, kecuali malam. Kalau siang masih nampak. Kalau malam itu cukup mengganggu. Walaupun begitu kita tetap berlayar, cuma mengurangi kecepatan,” kata Aran saat ditemui Jumat (21/8/2026).

Hal serupa disampaikan Umar, awak kapal KM Bapake. Ia menyebut jarak pandang pada siang hari masih berada di kisaran 50 hingga 100 meter. Namun, kondisi pada malam hari dinilai lebih mengkhawatirkan.

“Jarak pandang 100 meter masih kelihatan. Mengganggu itu malam. Kami berangkat dari jam 9-10 pagi,” ujarnya.

Umar mengatakan KM Bapake melayani rute Pontianak menuju Telok Batang dan Seponti dengan membawa barang kebutuhan pokok.

Dalam kondisi kabut asap, pihaknya tetap berlayar. Namun, kecepatan kapal diturunkan untuk menyesuaikan kondisi jarak pandang.

“Kalau keadaan begini masih kelihatan 100 meter, 50 meter kalau siang. Kalau malam kita tidak menjamin, jadinya memperlambat kecepatan,” katanya.

Menurut Umar, perjalanan menuju tujuan dapat memakan waktu hingga 24 jam. Karena itu, kondisi jarak pandang menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan awak kapal selama perjalanan.

“Kalau dibilang mengganggu tidak juga, cuma agak waspada,” pungkasnya. (Lid)