Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
KPH Kayong Utara Sebut Karhutla Berawal dari Pembukaan Lahan Warga
Home > Berita > Politik > KPH Kayong Utara Sebut Karhutla Berawal...
Kayong Utara

KPH Kayong Utara Sebut Karhutla Berawal dari Pembukaan Lahan Warga

Kebakaran di lahan warga kawasan APL disebut merembet ke kawasan hutan akibat angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering.
Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Sunday, 23 August 2026 - 11:30 WIB
KPH Kayong Utara Sebut Karhutla Berawal dari Pembukaan Lahan Warga
KPH Kayong Utara menyebut karhutla disinyalir berawal dari pembakaran lahan warga di APL yang merembet ke kawasan hutan (Ilustrasi: kalbaronline.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara disinyalir bermula dari aktivitas pembakaran lahan warga di Area Penggunaan Lain (APL), sebelum merembet ke kawasan hutan.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPT KPH Kayong Utara melalui Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH Kayong Utara, Indra, Minggu (23/8/2026).

Indra mengatakan, berdasarkan data dan laporan yang dihimpun hingga saat ini, sebagian besar titik awal api berasal dari lahan milik warga di kawasan APL.

Pembakaran dilakukan warga untuk membuka ladang. Namun, api kemudian meluas tak terkendali hingga merembet ke kawasan hutan.

“Penyebab kebakaran hutan dan lahan ini berawal dari kebakaran di lokasi lahan warga di APL, kemudian merambat ke mana-mana sampai masuk ke kawasan hutan. Itu data yang kami dapat sampai hari ini,” kata Indra kepada sejumlah awak media, Minggu (23/8).

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah embusan angin yang kencang serta vegetasi yang kering. Faktor tersebut membuat kobaran api lebih cepat menjalar dan melompati batas kawasan.

Api kemudian disebut merambat dari lahan masyarakat menuju kawasan hutan lindung maupun konservasi di sekitarnya.

KPH Kayong Utara terus mengimbau masyarakat menghentikan praktik membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering.

Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah api kembali meluas dan memperbesar dampak karhutla di wilayah Kayong Utara. (Sans)