Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bank kalbar
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Thursday, 22/10/2026

KALBARONLINE.com – Pembinaan dan dukungan permodalan dari Bank Kalbar membantu Wahyudin, pelaku usaha produksi tahu di Kabupaten Bengkayang, mengembangkan bisnisnya hingga 25 kali lipat. Merintis usaha sejak 2002, kapasitas produksinya kini meningkat dari 10 kilogram (kg) menjadi 250 kg tahu per hari.

Pada awal merintis usaha, Wahyudin menghadapi keterbatasan modal. Dengan kemampuan produksi hanya 10 kg per hari, ia belum mampu memenuhi tingginya permintaan tahu dari masyarakat setempat.

Melihat peluang pasar yang besar, Wahyudin kemudian mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar untuk menambah modal dan mengembangkan usahanya.

“Alhamdulillah prosesnya cepat dan tidak ribet, asalkan permohonannya lengkap. Kredit KUR bisa cair dengan cepat,” ungkap Wahyudin.

Menurutnya, pengajuan KUR perlu didukung usaha yang jelas, riwayat kredit yang baik tanpa kredit macet, serta keterbukaan kepada pihak bank mengenai perputaran usaha.

Dukungan permodalan tersebut membawa perubahan signifikan terhadap kapasitas produksinya. Dari sebelumnya hanya menghasilkan 10 kg tahu per hari, kini usaha Wahyudin mampu memproduksi hingga 250 kg setiap hari.

Usaha produksi tahu tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Jangkauan pemasarannya juga semakin luas, tidak hanya di wilayah Sanggau Ledo, tetapi hingga Seluas, Bengkayang Kota, dan kawasan perbatasan Jagoi Babang.

Perkembangan usaha ini turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, termasuk bagi warga di wilayah perbatasan.

Wahyudin pun mendorong masyarakat yang ingin mengembangkan usaha agar tidak ragu memperluas bisnis dan memanfaatkan akses permodalan yang tersedia.

“Pesan saya untuk masyarakat, jangan ragu untuk melebarkan sayap dan jangan ragu untuk berekspansi usahanya. Kalau butuh modal usaha, ada Bank Kalbar. Bank Kalbar adalah Bank Kite Punye Kite,” tuturnya.

Kisah Wahyudin menjadi gambaran perkembangan UMKM yang didukung akses pembiayaan dan pendampingan perbankan. Melalui dukungan KUR, Bank Kalbar berperan sebagai mitra permodalan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran di Kalimantan Barat.


Kinerja Bank Kalbar Triwulan III 2026: Kredit Tumbuh 4,99 Persen, Laba Tembus Rp397,55 Miliar
Kinerja Bank Kalbar Triwulan III 2026: Kredit Tumbuh 4,99 Persen, Laba Tembus Rp397,55 Miliar
Thursday, 22/10/2026

KALBARONLINE.com – Bank Kalbar mencatatkan kinerja positif hingga Triwulan III 2026. Hingga September, penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp18,09 triliun, tumbuh 4,99 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Sementara itu, laba perusahaan tercatat sebesar Rp397,55 miliar.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi, serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kualitas aset dan efisiensi pendanaan. Karena itu, Bank Kalbar tidak hanya berfokus pada peningkatan penyaluran kredit, tetapi juga memperkuat struktur dana dan menjaga prinsip kehati-hatian agar kinerja dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” demikian pesan Rokidi terkait arah strategi perusahaan.

Hingga September 2026, kredit dan pembiayaan Bank Kalbar mencapai Rp18,09 triliun, meningkat dari Rp17,23 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut mempertegas peran Bank Kalbar dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan kebutuhan pembiayaan masyarakat Kalimantan Barat.

Dari sisi profitabilitas, Bank Kalbar membukukan laba Rp397,55 miliar pada September 2026, tumbuh 2,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan usaha di tengah tantangan dan persaingan industri perbankan.

Selain mendorong pertumbuhan kredit dan laba, Bank Kalbar memfokuskan strategi pada penguatan Current Account Saving Account (CASA), yakni dana murah yang bersumber dari giro dan tabungan. Hingga September 2026, rasio CASA Bank Kalbar tercatat sebesar 70,16 persen.

Penguatan CASA menjadi langkah strategis untuk membangun struktur pendanaan yang lebih efisien dan kompetitif. Dengan struktur dana yang semakin kuat, Bank Kalbar diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga biaya dana.

“Penguatan CASA menjadi salah satu prioritas kami. Kami ingin membangun struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien, sehingga Bank Kalbar dapat terus meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujar Rokidi.

Di tengah pertumbuhan bisnis tersebut, kualitas kredit tetap menjadi perhatian perusahaan. Pada September 2026, Bank Kalbar mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,86 persen dan NPL gross sebesar 2,35 persen.

Kedua indikator tersebut menjadi bagian dari pemantauan kualitas aset dan pengelolaan risiko untuk memastikan ekspansi kredit tetap dilakukan secara terukur serta berlandaskan prinsip kehati-hatian.

Rokidi menegaskan, pertumbuhan berkelanjutan tidak hanya diukur dari besarnya angka bisnis, tetapi juga dari kemampuan bank menjaga kepercayaan masyarakat, mengelola risiko, dan menghadirkan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Dengan capaian hingga Triwulan III 2026, Bank Kalbar terus memperkuat fondasi bisnis melalui pertumbuhan kredit dan pembiayaan, peningkatan laba, penguatan CASA, serta pengelolaan kualitas aset. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh sebagai bank daerah yang kompetitif dan berkontribusi terhadap perekonomian Kalimantan Barat.

Dihantui Skandal Fraud, Ada Apa dengan Bank Kalbar?
Dihantui Skandal Fraud, Ada Apa dengan Bank Kalbar?
Thursday, 22/10/2026

KALBARONLINE.com – Kredit Usaha Rakyat (KUR) lahir dengan misi sederhana. Membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil yang kerap kesulitan mendapatkan modal dari perbankan. Melalui program ini, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan memiliki kesempatan berkembang tanpa harus berhadapan dengan persyaratan kredit yang memberatkan.

Namun, tujuan sebuah program pembiayaan tidak selalu berjalan seiring dengan pelaksanaannya. Di Kalimantan Barat, penyaluran KUR melalui Bank Kalbar kini dibayangi dugaan fraud yang tengah diselidiki aparat kepolisian.

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mendasar. Bagaimana kredit yang dirancang untuk membantu usaha masyarakat bisa terseret dalam dugaan penyimpangan?

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat membenarkan tengah menyelidiki dugaan fraud dalam penyaluran KUR Bank Kalbar. Penyelidikan tersebut disebut tidak hanya berkaitan dengan kantor pusat, tetapi juga sejumlah kantor cabang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes Pol Burhanudin, membenarkan bahwa pihaknya sedang mendalami laporan terkait dugaan penyimpangan tersebut pada Selasa (20/10/2026).

“Benar, saat ini kami sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan fraud Bank Kalbar dalam penyaluran KUR. Saat ini Ditreskrimsus Polda Kalbar masih dalam proses penyelidikan,” kata Burhanudin.

Menurutnya, penanganan perkara bermula dari laporan yang masuk, kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Penyidik akan meminta keterangan sejumlah pihak yang dinilai berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk seseorang berinisial GER.

Pemanggilan pihak-pihak terkait diharapkan dapat membantu penyidik mengurai duduk perkara, mulai dari mekanisme penyaluran kredit hingga kemungkinan adanya penyimpangan dalam prosesnya.

Ketika ditanya apakah dugaan tersebut hanya ditemukan di kantor pusat atau juga di kantor cabang, Burhanudin menjelaskan bahwa dugaan penyimpangan turut ditemukan di beberapa cabang Bank Kalbar.

Meski demikian, polisi belum membeberkan jumlah cabang yang menjadi perhatian penyidik, nilai kredit yang dipersoalkan, modus yang diduga digunakan, maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Artinya, perkara ini masih berada dalam tahap penyelidikan. Dugaan yang muncul perlu ditelusuri lebih jauh sebelum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran yang terbukti.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, Bank Kalbar bukan sekadar lembaga keuangan daerah. Slogan resminya, Bank Kite Punye Kite, membawa pesan kedekatan dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap bank tersebut.

Karena itu, dugaan penyimpangan dalam penyaluran KUR menjadi persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka. Ketika sebuah bank membawa identitas sebagai milik masyarakat Kalimantan Barat, kepercayaan publik menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga melalui tata kelola dan pengawasan yang kuat.

Dugaan Penyalahgunaan Data Mahasiswa

Perkara ini juga menjadi perhatian karena beredarnya informasi mengenai dugaan penyalahgunaan data mahasiswa untuk pengajuan pinjaman KUR. Informasi tersebut menyebutkan adanya kemungkinan data pribadi digunakan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Dalam informasi awal yang beredar, mahasiswa sebuah perguruan tinggi diduga dijanjikan bantuan dengan syarat membuka rekening dan menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP). Data tersebut kemudian diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman KUR tanpa sepengetahuan pihak yang bersangkutan.

Jika dugaan itu terbukti, persoalannya tidak hanya menyangkut mekanisme penyaluran kredit, tetapi juga hak pemilik data dan proses persetujuan dalam pengajuan pinjaman.

Namun, informasi mengenai dugaan penyalahgunaan data tersebut masih memerlukan verifikasi. Belum ada keterangan resmi yang dipaparkan dalam bahan pemberitaan ini mengenai jumlah mahasiswa yang terdampak, jumlah pengajuan kredit yang dipersoalkan, maupun bagaimana data tersebut diduga digunakan.

Selain dugaan penyalahgunaan data, beredar pula informasi mengenai praktik pembagian dana pinjaman yang diduga melibatkan nasabah dan oknum internal bank berinisial GER.

Dalam salah satu contoh yang beredar, dari pinjaman senilai Rp2 miliar, masing-masing Rp1 miliar diduga dialokasikan kepada nasabah dan oknum tersebut.

Informasi ini belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang terbukti. Modus, aliran dana, pihak yang terlibat, serta nilai kerugian masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Karena itu, pertanyaan penting yang perlu dijawab adalah bagaimana proses pengajuan dan pencairan kredit dilakukan, siapa saja yang memiliki kewenangan dalam setiap tahapannya, serta bagaimana pengawasan internal memastikan dana KUR disalurkan sesuai peruntukannya.

Di sisi lain, publik juga menunggu penjelasan mengenai sejauh mana penyelidikan kepolisian telah berjalan dan apa saja fakta yang sudah berhasil dikonfirmasi.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, meminta publik memberikan waktu kepada penyidik untuk mendalami perkara tersebut.

“Saya mohon waktu kepada teman-teman untuk bersabar. Secepatnya akan kami sampaikan perkembangan kasus ini,” ujar Bambang.

DPRD Soroti Pengawasan dan Penyertaan Modal

Dugaan fraud ini turut mendapat perhatian Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar.

Zulfydar menyayangkan dugaan penyimpangan yang kini tengah diselidiki Ditreskrimsus Polda Kalbar. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti, persoalan ini menjadi peringatan serius bagi sistem pengawasan dan tata kelola bank milik masyarakat Kalimantan Barat.

Ia juga menyoroti bahwa dugaan fraud bukan pertama kali menjadi persoalan yang dikaitkan dengan Bank Kalbar.

“Kalau kejadian ini masih terulang, tentu kita sangat menyayangkan. Fraud seperti ini dulu pernah terjadi. Harusnya tidak terjadi lagi sekarang,” tegas Zulfydar, belum lama ini.

Pernyataan tersebut menempatkan persoalan pengawasan internal sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Namun, untuk mengetahui apakah terdapat kelemahan sistem atau pelanggaran prosedur dalam perkara yang sedang diselidiki, diperlukan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

DPRD Kalbar sendiri telah menyetujui penyertaan modal sekitar Rp50 miliar kepada Bank Kalbar pada tahun ini. Keputusan tersebut menjadi perhatian Zulfydar Zaidar Mochtar, terutama karena diambil di tengah kondisi efisiensi anggaran.

“Perdebatan kami soal penyertaan modal kepada Bank Kalbar ini sangat tinggi, ya. Terlebih lagi, kita sedang dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini. Kami punya konsekuensi atas keputusan itu. Karena itu, sebagai anggota Dewan, fungsi pengawasan kami juga harus berjalan,” ujarnya.

Menurut Zulfydar, penyertaan modal tersebut diharapkan dapat membuat Bank Kalbar semakin kuat dan dinamis, sekaligus meningkatkan kemampuan bank dalam membantu masyarakat melalui pembiayaan yang dibutuhkan pelaku UMKM.

“Penyertaan modal ini supaya bank lebih besar, lebih kuat, lebih dinamis. Masyarakat harus dibantu melalui kredit-kredit yang memang dibutuhkan. Kekuatan fundamental ekonomi kita ada di UMKM,” katanya.

Di tengah penyelidikan dugaan fraud dalam penyaluran KUR, Zulfydar menekankan pentingnya pengawasan untuk memastikan penyertaan modal pemerintah daerah benar-benar mendukung penguatan Bank Kalbar dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Menunggu Kejelasan Pertanggungjawaban

Zulfydar menilai dugaan fraud perbankan dapat terjadi ketika kelemahan pengawasan internal dimanfaatkan oleh pihak tertentu, baik dari dalam maupun luar lembaga. Karena itu, ia meminta penanganan perkara dilakukan secara terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, penyelidikan harus mampu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar, mulai dari bagaimana dugaan penyimpangan terjadi, bagaimana data nasabah digunakan, siapa yang bertanggung jawab, berapa nilai kredit yang bermasalah, hingga apakah terdapat kerugian keuangan yang dapat dibuktikan.

“Fraud ini kan kejahatan. Memanfaatkan kelengahan internal yang dilakukan orang dalam dan orang luar, kemudian dieksekusi. Kita ingin mengetahui berapa jumlah sebenarnya dan bagaimana pertanggungjawabannya,” ujarnya.

Di luar persoalan dugaan fraud, Zulfydar juga mengaku menerima informasi mengenai kondisi internal Bank Kalbar, khususnya terkait insentif pegawai.

“Kami dengar dari dalam, insentif untuk pegawai sudah tidak ada lagi sekarang. Apa masalahnya?” kata Zulfydar.

Ia mempertanyakan informasi tersebut karena, menurutnya, Bank Kalbar memiliki perputaran dan pendapatan yang cukup baik berdasarkan laporan yang diterimanya. Bank daerah itu juga terus mendapatkan dukungan dari pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi.

“Sehingga seharusnya tidak ada masalah,” katanya.

Meski demikian, Zulfydar menggarisbawahi bahwa informasi mengenai insentif pegawai tersebut masih perlu dipastikan kebenarannya. Belum ada penjelasan dari manajemen Bank Kalbar yang dapat mengonfirmasi kondisi maupun alasan di balik informasi tersebut.

“Mudah-mudahan informasi yang saya terima salah ya. Tapi informasi yang saya terima, insentif pegawai itu sudah tidak ada lagi,” kata dia.

Ia menilai manajemen perlu memastikan kebijakan internal tetap mendukung profesionalisme dan integritas pegawai, sekaligus menegakkan aturan terhadap setiap dugaan pelanggaran.

Di DPRD, Fraksi PAN menunggu perkembangan penyelidikan Polda Kalbar untuk memperoleh gambaran utuh mengenai perkara tersebut.

Zulfydar tak menutup kemungkinan mengusulkan pemanggilan pihak-pihak terkait melalui komisi yang berwenang apabila diperlukan.

“Sebagai Ketua Fraksi PAN, kami akan usulkan kepada Komisi III untuk memanggil pihak-pihak terkait, agar jelas siapa yang bertanggung jawab, seperti apa yang dimaksudkan fraud ini,” katanya.

Ia juga menyebut kemungkinan pembentukan panitia khusus (pansus) apabila langkah tersebut dinilai diperlukan.

“Karena itu kami akan menunggu hasil investigasi dari Polda Kalbar. Kami ingin semuanya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Meski demikian, Zulfydar menyatakan tidak ingin mendahului kewenangan aparat penegak hukum. Menurutnya, langkah pengawasan lanjutan oleh DPRD harus didasarkan pada hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata informasi yang beredar.

Ia juga meminta masyarakat Kalimantan Barat tetap tenang dan membedakan dugaan terhadap oknum dengan keberadaan Bank Kalbar sebagai lembaga keuangan daerah.

“Kita tidak mau berlebihan, tapi kita ingin Bank Kalbar ini tetap menjadi bank-nya orang Kalimantan Barat, yang harus kita dukung. Kita tidak mau, apa yang kita dukung ini menjadi tidak baik. Mestinya ada aturan main, ada yang bertanggung jawab. Kita tetap percaya dengan Bank Kalbar, tetapi manajemennya harus diperbaiki. Hal seperti ini tidak boleh ditoleransi apabila terbukti terjadi,” katanya.

KALBARONLINE.com telah berupaya mengonfirmasi Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi. Namun, nomor telepon yang sebelumnya digunakan untuk menghubungi Rokidi diketahui sudah berganti. Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Direktur Kepatuhan Bank Kalbar, Al Amin, tetapi belum ada tanggapan dari manajemen Bank Kalbar hingga berita ini diterbitkan.

Penjelasan dari manajemen Bank Kalbar diperlukan untuk memberikan perspektif mengenai mekanisme penyaluran KUR, sistem pengawasan internal, serta berbagai informasi yang berkembang terkait perkara tersebut. Hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait tetap terbuka seiring proses penyelidikan berjalan. (Tim Liputan)


Hari Pelanggan Nasional, Bank Kalbar Bagikan Masker dan Sajikan Kuliner Tradisional
Hari Pelanggan Nasional, Bank Kalbar Bagikan Masker dan Sajikan Kuliner Tradisional
Friday, 04/09/2026

KALBARONLINE.com – Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Bank Kalbar Kantor Cabang Utama (KCU) Pontianak menghadirkan sejumlah bentuk apresiasi dan kepedulian bagi nasabah serta masyarakat yang datang mendapatkan layanan, Jumat (4/9/2026).

Tak sekadar memberikan pelayanan perbankan seperti biasa, momentum Hari Pelanggan Nasional dimanfaatkan Bank Kalbar untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi nasabah.

Nasabah dan masyarakat yang datang disambut dengan pembagian kue tradisional dan minuman kesehatan sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkenalkan serta mengangkat kuliner khas daerah.

Selain memberikan apresiasi kepada pelanggan, Bank Kalbar juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyebabkan kualitas udara dan kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Sebagai bentuk kepedulian, Bank Kalbar KCU Pontianak membagikan masker kepada nasabah dan masyarakat serta menyiapkan minuman kesehatan bagi masyarakat yang datang ke kantor.

Langkah tersebut merupakan bagian dari kepedulian Bank Kalbar terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Wakil Bidang Pelayanan Bank Kalbar KCU Pontianak, Welly Yulanda, mengatakan Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum penting bagi Bank Kalbar untuk memberikan apresiasi sekaligus mempererat hubungan dengan nasabah.

“Hari Pelanggan Nasional merupakan momentum bagi kami untuk menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh nasabah yang telah memberikan kepercayaan kepada Bank Kalbar. Bagi kami, nasabah bukan hanya pengguna layanan, tetapi merupakan bagian penting dalam perjalanan Bank Kalbar,” ujar Welly.

Menurutnya, pelayanan kepada nasabah tidak hanya berkaitan dengan transaksi perbankan, tetapi juga bagaimana Bank Kalbar dapat memberikan perhatian dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin memberikan pelayanan yang lebih dekat, lebih ramah dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi nasabah. Karena itu, hari ini kami membagikan kue tradisional sebagai bentuk apresiasi. Di sisi lain, melihat kondisi kabut asap akibat karhutla, kami juga membagikan masker dan menyediakan minuman kesehatan seperti jus sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Welly menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh insan Bank Kalbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menempatkan kebutuhan nasabah sebagai salah satu prioritas utama.

“Kami berharap pelayanan yang diberikan Bank Kalbar semakin baik dari waktu ke waktu. Kami ingin terus mendengarkan kebutuhan nasabah, memahami apa yang mereka harapkan, dan memberikan solusi melalui pelayanan yang terbaik,” tambah Welly.

Apresiasi juga disampaikan sejumlah nasabah yang mendapatkan pelayanan pada Hari Pelanggan Nasional.

Salah seorang nasabah Bank Kalbar, Ani, mengaku senang mendapatkan sambutan dan perhatian khusus dari Bank Kalbar.

“Saya merasa senang karena hari ini datang ke Bank Kalbar mendapatkan pelayanan yang berbeda. Petugasnya ramah, kemudian kami diberikan kue tradisional. Di tengah kondisi kabut asap, Bank Kalbar juga memberikan masker dan menyediakan minuman sehat seperti jus jambu. Menurut saya ini bentuk perhatian yang sangat baik kepada nasabah,” ungkapnya.

Nasabah lainnya, Adi, menilai pelayanan yang diberikan Bank Kalbar menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada layanan transaksi, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan masyarakat.

“Momentum hari pelanggan ini kami merasa diperhatikan karena dimanjakan dengan memberikan pelayanan ekstra. Kami sebagai nasabah merasa dihargai. Semoga pelayanan seperti ini terus dipertahankan dan semakin ditingkatkan ke depannya,” ujarnya.

Dirut Bank Kalbar Diundang Resmi Hadir di HPN 2026 Banten
Dirut Bank Kalbar Diundang Resmi Hadir di HPN 2026 Banten
Friday, 23/01/2026

KALBARONLINE.com – Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar menjadi salah satu pejabat yang mendapat undangan resmi untuk hadir pada momen puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, pada 9 Februari mendatang.

Undangan dari panitia pusat HPN 2026 tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Journalist Collaboration Forum (JCF), Deska Irnan Syafara Adila Putra, saat beraudiensi ke Secretary Bank Kalbar, Jumat (23/01/2026).

“Kami sangat menghargai dan mengapresiasi undangan yang diberikan panitia HPN. Ini merupakan kehormatan bagi Bank Kalbar untuk bisa turut hadir dalam momentum nasional yang strategis bagi insan pers,” ujar Azmi Haqqi selaku Kepala Bidang Humas dan Kesekretariatan Bank Kalbar.

Azmi yang didampingi oleh dua analisnya, Ardian dan Fitriyanti, menyampaikan bahwa saat ini Dirut Bank Kalbar, Rokidi, sedang menghadiri agenda di luar daerah. Meski demikian, pihaknya memastikan undangan tersebut akan disampaikan kepada pimpinan.

“Pak Dirut mohon maaf sedang ada agenda di luar. Namun pada prinsipnya, beliau biasanya akan hadir apabila diundang, sepanjang tidak bentrok dengan agenda lain. Kami juga akan mengecek jadwal Pak Dirut pada tanggal tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua JCF, Deska Irnan Syafara mengatakan, bahwa kehadiran perwakilan Bank Kalbar pada peringatan HPN 2026 sangat penting untuk memperkuat sinergi antara pers dan dunia perbankan dalam mendukung pembangunan daerah.

“HPN bukan hanya perayaan insan pers, tetapi juga momentum strategis untuk mempererat kolaborasi lintas sektor. Kehadiran Dirut Bank Kalbar diharapkan dapat memperkuat peran media dalam literasi keuangan, transparansi, serta pembangunan ekonomi Kalimantan Barat,” ujar Deska.

Sebagai informasi, Journalist Collaboration Forum atau JCF merupakan wadah kolaborasi jurnalis lintas media yang berfokus pada penguatan kapasitas profesional wartawan, advokasi kebebasan pers, serta pengembangan ekosistem media yang independen dan berintegritas.

JCF juga aktif mendorong kerja sama strategis antara media, lembaga publik, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam mendukung pembangunan daerah berbasis informasi yang kredibel.

Melalui berbagai program diskusi, pelatihan, dan audiensi kelembagaan, JCF berupaya memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi dan agen perubahan sosial di tingkat lokal maupun nasional.

HPN 2026 di Provinsi Banten sendiri diagendakan akan menjadi ajang nasional yang bakal dihadiri oleh pejabat pemerintah, pimpinan lembaga, pelaku industri media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dari seluruh Indonesia. (**)

Bank Kalbar Siap Dukung Pembiayaan Program Tiga Juta Rumah
Bank Kalbar Siap Dukung Pembiayaan Program Tiga Juta Rumah
Tuesday, 06/01/2026


KALBARONLINE.com – Bank Kalbar memperkuat perannya dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Dukungan itu diwujudkan dengan memperluas pembiayaan perumahan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan penguatan pembiayaan perumahan menjadi salah satu fokus utama pada 2026, seiring kebutuhan rumah layak yang masih tinggi di Kalimantan Barat.

“Pembiayaan perumahan saat ini terus kami genjot karena itu merupakan program prioritas pemerintah. Kami sudah bekerja sama dengan FLPP yang di dalamnya melibatkan SMF, dan kerja sama tersebut sudah ditandatangani,” kata Rokidi dalam konferensi pers “Kinerja Bank Kalbar”, Selasa (06/01/2026).

Ia menyebutkan, pada 2026 Bank Kalbar menargetkan penandatanganan perjanjian kerja sama lanjutan dalam waktu dekat. Kesepakatan tersebut akan menentukan besaran porsi pembiayaan perumahan yang dialokasikan untuk Kalimantan Barat.

“Insya Allah dalam satu atau dua bulan ke depan sudah ada penandatanganan lanjutan terkait jatah pembiayaan perumahan untuk Bank Kalbar,” tambahnya.

Pada 2025, Bank Kalbar telah merealisasikan pembiayaan perumahan melalui skema FLPP sebanyak lebih dari 700 unit. Memasuki 2026, bank daerah ini optimistis dapat memperoleh porsi pembiayaan yang lebih besar seiring target nasional Program Tiga Juta Rumah.

“Karena target nasional harus segera tercapai, kami optimistis porsi untuk Bank Kalbar bisa bertambah,” tegas Rokidi.

Selain memperkuat pembiayaan perumahan rakyat, Bank Kalbar juga tetap menjaga kualitas penyaluran kredit. Hal ini tercermin dari kinerja Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,6 persen, meskipun ekspansi kredit dilakukan cukup agresif.

Dengan penguatan pembiayaan perumahan, Bank Kalbar berharap dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan perumahan di Kalimantan Barat. (Lid)

Bank Kalbar Fokuskan Pinjaman Daerah di 2026, Targetkan Lebih dari Rp 600 Miliar
Bank Kalbar Fokuskan Pinjaman Daerah di 2026, Targetkan Lebih dari Rp 600 Miliar
Tuesday, 06/01/2026


KALBARONLINE.com – Bank Kalbar memprioritaskan skema pinjaman daerah sebagai strategi utama ekspansi kredit pada 2026. Langkah ini diambil seiring menurunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang berdampak pada ruang fiskal pemerintah kabupaten dan kota.

Direktur Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan penurunan TKD justru membuka peluang pembiayaan bagi bank daerah untuk membantu pemerintah daerah menjaga kesinambungan pembangunan.

“Di 2026 kami akan memaksimalkan skema pinjaman daerah. Karena sekarang TKD berkurang, ini menjadi salah satu market kami untuk membantu para pemegang saham dalam membangun daerah,” kata Rokidi usai konferensi pers kinerja Bank Kalbar, Selasa (06/01/2026).

Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Kalbar menegaskan memiliki kewajiban moral dan institusional untuk mendukung kepala daerah dalam pembiayaan proyek-proyek strategis.

“Bank Kalbar ini milik para bupati, wali kota, dan gubernur. Maka sudah wajib hukumnya bagi kami untuk membantu mereka dalam pembiayaan pembangunan daerah,” tegas Rokidi.

Untuk 2026, Bank Kalbar menargetkan penyaluran pinjaman daerah di atas Rp 600 miliar kepada 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Nilai tersebut dinilai masih berpotensi meningkat seiring adanya rencana pengajuan pembiayaan dari sejumlah daerah.

“Perkiraan kami di atas Rp 600 miliar. Bahkan bisa lebih, karena sudah ada beberapa kabupaten dan kota yang menyampaikan rencana meminta dukungan pembiayaan untuk proyek strategis,” ujarnya.

Selain pinjaman daerah, Bank Kalbar juga menyiapkan ekspansi kredit di sektor lain, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan perumahan, serta kredit konstruksi untuk proyek pemerintah. Secara keseluruhan, ekspansi kredit Bank Kalbar pada 2026 diproyeksikan menembus lebih dari Rp 2 triliun.

Rokidi menekankan, strategi ekspansi kredit dilakukan dengan pendekatan mengambil pasar terlebih dahulu, sementara pendanaan akan mengikuti seiring meningkatnya penyaluran kredit, guna menjaga efisiensi biaya dana.

Dengan fokus pada pembiayaan daerah dan sektor produktif, Bank Kalbar optimistis mampu menjaga kinerja sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat di tengah tantangan ekonomi yang masih berlanjut pada 2026. (Lid)

Bank Kalbar Tutup 2025 dengan Kinerja Cemerlang, Laba Capai Rp522,99 Miliar
Bank Kalbar Tutup 2025 dengan Kinerja Cemerlang, Laba Capai Rp522,99 Miliar
Tuesday, 06/01/2026


KALBARONLINE.com – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) kembali menegaskan perannya sebagai pilar keuangan daerah. Sepanjang tahun 2025, bank kebanggaan Kalimantan Barat ini membukukan laba sebesar Rp522,99 miliar, tumbuh 7,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang solid, strategi bisnis yang terarah, serta kepercayaan nasabah yang terus menguat.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa Bank Kalbar tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan, tetapi juga terus melangkah maju dengan keyakinan yang kuat,” tegas Rokidi saat konferensi pers kinerja Bank Kalbar, Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan data kinerja unaudited 2025, total aset Bank Kalbar mencapai Rp27,84 triliun, tumbuh 5,02 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp26,51 triliun. Pertumbuhan aset ini mencerminkan fondasi keuangan yang semakin kokoh serta ekspansi bisnis yang berjalan berkesinambungan.

Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Kalbar mencatatkan dana sebesar Rp21,11 triliun, meningkat 3,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp20,35 triliun. Kinerja ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap Bank Kalbar sebagai mitra keuangan strategis masyarakat Kalimantan Barat.

Sementara itu, penyaluran kredit juga tumbuh signifikan. Sepanjang 2025, kredit yang disalurkan mencapai Rp18,07 triliun, naik 7,18 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp16,86 triliun. Pertumbuhan ini menegaskan komitmen Bank Kalbar dalam menjalankan fungsi intermediasi sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.

Dari sisi profitabilitas, kenaikan laba 7,66 persen mencerminkan efisiensi operasional, ketajaman strategi bisnis, serta pengelolaan risiko yang disiplin. Penguatan permodalan juga terlihat jelas, dengan modal inti mencapai Rp4,4 triliun, tumbuh 7,32 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp4,1 triliun. Modal yang kuat ini menjadi fondasi penting untuk menjaga ketahanan bank dan memperluas kapasitas ekspansi.

Sejumlah rasio keuangan Bank Kalbar berada pada level sangat sehat. BOPO tercatat 69,84 persen, LDR 85,59 persen, ROA 2,63 persen, dan ROE 12,50 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga rendah di 1,85 persen, serta rasio CASA mencapai 57,90 persen, menunjukkan struktur pendanaan yang semakin kuat dan kompetitif.

Tak hanya unit konvensional, kinerja Bank Kalbar Syariah sepanjang 2025 juga mencatat pertumbuhan impresif. Total aset mencapai Rp2,95 triliun atau tumbuh 14,34 persen dibandingkan 2024. DPK meningkat 15,09 persen menjadi Rp1,22 triliun, sementara penyaluran pembiayaan tumbuh 4,14 persen mencapai Rp1,51 triliun.

Laba Bank Kalbar Syariah bahkan melonjak 34,24 persen menjadi Rp141,84 miliar, dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio NPF Gross berada di level rendah 0,58 persen, menegaskan pengelolaan risiko yang prudent dan berkelanjutan.

Rokidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi atas capaian tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, DPRD, regulator, nasabah setia, mitra kerja, serta seluruh insan Bank Kalbar yang telah bekerja dengan dedikasi dan semangat luar biasa,” ucapnya.

Dengan kinerja positif sepanjang 2025, Bank Kalbar optimistis menatap 2026 dengan penuh keyakinan. Capaian ini diyakini menjadi fondasi kuat untuk terus tumbuh, memperluas peran strategis, serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi Kalimantan Barat. (Lid)