Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
car free day
Ketemu Hewan Lucu di CFD Ayani Pontianak, Ada Golden Retriever hingga Ular
Ketemu Hewan Lucu di CFD Ayani Pontianak, Ada Golden Retriever hingga Ular
Sunday, 11/10/2026

KALBARONLINE.com – Olahraga di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Pontianak, pada Minggu pagi (11/10/2026) tak hanya menjadi kesempatan bagi warga untuk menjaga kebugaran. Pengunjung juga bisa menemukan beragam hewan peliharaan yang menarik perhatian, mulai dari anjing hingga reptil.

Sejumlah hewan yang mencuri perhatian di antaranya anjing Golden Retriever, iguana, ular, hingga slender. Hewan-hewan tersebut dibawa oleh komunitas pencinta hewan maupun pemiliknya yang ikut meramaikan CFD.

Kehadiran mereka membuat suasana CFD semakin berwarna. Warga yang sedang berjalan santai atau jogging tampak tertarik untuk mendekat, melihat hewan-hewan tersebut dari dekat, hingga mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Bagi sebagian pengunjung, interaksi dengan hewan peliharaan ini menjadi hiburan tersendiri di sela-sela aktivitas olahraga. Tak hanya berolahraga, warga juga mendapat pengalaman berbeda dengan melihat beragam jenis hewan di ruang publik.

Kehadiran komunitas pencinta hewan turut menambah daya tarik CFD Ayani Pontianak sebagai tempat warga beraktivitas sekaligus menikmati suasana akhir pekan. (Lid)

CFD Kembali Digelar, Dishub Pontianak Ingatkan Warga Jangan Parkir di Trotoar
CFD Kembali Digelar, Dishub Pontianak Ingatkan Warga Jangan Parkir di Trotoar
Sunday, 04/10/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Perhubungan Kota Pontianak mengingatkan masyarakat agar tidak memarkir kendaraan di atas trotoar selama pelaksanaan Car Free Day (CFD). Pada pelaksanaan perdana setelah kembali dibuka, Minggu (4/10/2026), petugas mulai memasang stiker peringatan pada kendaraan yang parkir sembarangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Rendrayani mengatakan, pada tahap awal pihaknya masih mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi kepada masyarakat.

“Karena ini baru memulai lagi Car Free Day tanggal 4, hari ini kita masih memberikan peringatan. Kita pasang stiker larangan parkir di trotoar karena trotoar itu milik pejalan kaki, bukan untuk parkir,” ujarnya.

Rendrayani menyebut, masyarakat yang mengikuti CFD dapat memanfaatkan kantong-kantong parkir yang telah tersedia di sekitar kawasan. Beberapa lokasi yang dapat digunakan antara lain Jalan Untung Surapati, Jalan Media, dan Jalan Palapa.

“Silakan masyarakat yang mengikuti CFD, termasuk yang datang dari kawasan Mega Mall dan sekitarnya, menggunakan titik parkir terdekat sesuai kantong parkir yang tersedia,” katanya.

Ia menambahkan, petugas Dishub disiagakan di sejumlah titik untuk membantu mengarahkan kendaraan sekaligus menjaga akses pejalan kaki tetap bebas dari kendaraan yang parkir sembarangan.

Pada pelaksanaan CFD kali ini, terjadi peningkatan kendaraan yang parkir di sekitar kawasan depan Pendopo Gubernur Kalbar. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi kegiatan pasar murah yang berlangsung di sekitar PMI Pontianak.

“Biasanya di depan pendopo gubernur tidak ada parkir. Tetapi karena hari ini ada pasar murah sayur di PMI, masyarakat melihat peluang untuk parkir di sini,” jelasnya.

Karena itu, petugas mengingatkan pengendara agar memindahkan kendaraan ke tempat yang telah disediakan dan tidak menggunakan trotoar sebagai area parkir.

“Kita ingatkan masyarakat untuk tidak parkir di trotoar dan mencari kantong parkir lain yang sudah tersedia,” ujarnya.

Rendrayani berharap masyarakat ikut menjaga ketertiban selama CFD sehingga fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki tetap terjaga.

“Car Free Day ini ruang untuk masyarakat berjalan kaki dan beraktivitas dengan nyaman. Jadi mari sama-sama tertib dan gunakan tempat parkir yang sudah disiapkan,” pungkasnya. (*)

Pasar Murah Digelar Saat Car Free Day Pontianak, Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Pasar Murah Digelar Saat Car Free Day Pontianak, Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Sunday, 04/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak menggelar pasar murah saat Car Free Day di halaman PMI Kota Pontianak, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan inflasi.

Sejumlah kebutuhan pokok disediakan dalam pasar murah tersebut, mulai dari beras, telur, cabai, sayur-mayur hingga berbagai komoditas pangan lainnya. Warga yang mengikuti Car Free Day pun terlihat antusias mendatangi lokasi untuk mendapatkan kebutuhan dengan harga lebih terjangkau.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako dan kebutuhan pangan,” katanya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, BUMD, serta pelaku usaha ritel seperti Indomaret dan Alfamart. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, pasar murah dan operasi pasar juga diarahkan untuk membantu kelancaran distribusi komoditas di tengah masyarakat.

“Yang pertama kita bantu distribusinya, kemudian kita bantu menstabilkan harga ketika terjadi lonjakan di pasar-pasar,” jelasnya.

Edi menyebut, kegiatan serupa telah berlangsung selama dua minggu dan menjangkau enam kecamatan di Kota Pontianak. Ke depan, pasar murah akan kembali digelar di sejumlah titik sesuai kebutuhan.

Menurutnya, harga sembako dan sayuran menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Ketika terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu, pemerintah akan melakukan intervensi melalui pasar murah maupun operasi pasar.

Salah seorang warga Pontianak Kota, Asih (46), mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar.

“Lumayan membantu, terutama untuk beras, telur dan kebutuhan dapur. Kalau harganya lebih murah, selisihnya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan lain,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dwi (39), warga Pontianak Tenggara. Ia yang awalnya datang untuk berolahraga saat Car Free Day langsung mendatangi area pasar murah.

Dwi tertarik membeli sayur-mayur dan cabai karena harga kedua komoditas tersebut cukup sering mengalami perubahan.

“Senang ada kegiatan seperti ini. Sayur dan cabai kan hampir setiap hari dibutuhkan. Kalau harganya lebih terjangkau tentu sangat membantu,” katanya. (*)

Hampir Dua Bulan Ditutup, Car Free Day Pontianak Kembali Dibuka dan Diserbu Warga
Hampir Dua Bulan Ditutup, Car Free Day Pontianak Kembali Dibuka dan Diserbu Warga
Sunday, 04/10/2026

KALBARONLINE.com – Setelah hampir dua bulan ditutup akibat kondisi kualitas udara, kawasan Car Free Day (CFD) Kota Pontianak kembali dibuka, Minggu (4/10/2026). Ribuan warga pun terlihat antusias kembali memadati kawasan tersebut.

Salah satunya Ridwan (35), yang datang bersama istri dan anaknya. Ia mengatakan, menikmati Minggu pagi di kawasan CFD sudah menjadi kebiasaan keluarganya. Namun, aktivitas tersebut sempat terhenti akibat kondisi udara yang kurang baik beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah ini jadi bisa turun lagi. Bawa keluarga sekalian sarapan,” ceritanya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pembukaan kembali CFD disambut antusias masyarakat yang telah lama menantikan aktivitas olahraga dan rekreasi keluarga di ruang publik.

“Hari ini sudah mulai dibuka kembali. Kita lihat masyarakat sangat antusias,” ujarnya.

Menurut Edi, CFD tidak hanya menjadi ruang untuk berolahraga, tetapi juga tempat berkumpul keluarga sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner.

“Kawasan Car Free Day ini menjadi sarana olahraga, keluarga, dan juga kuliner UMKM. Sekarang semuanya mulai aktif lagi,” katanya.

Edi mengatakan, pembukaan kembali CFD dilakukan seiring membaiknya kondisi kualitas udara di Kota Pontianak. Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan kondisi lingkungan sebagai dasar pelaksanaan CFD pada pekan-pekan berikutnya.

“Tentunya kita berharap kondisi udara terus membaik dan tetap baik, sehingga setiap minggu kawasan Car Free Day bisa terus ramai dikunjungi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, evaluasi tetap dilakukan dengan melihat perkembangan kualitas udara. Faktor kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan kegiatan luar ruang.

“Kita tetap melihat perkembangan kualitas udara. Itu menjadi salah satu faktor penting,” jelasnya.

Edi berharap dibukanya kembali CFD dapat menghidupkan aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan kembali ekonomi pelaku UMKM yang terdampak selama masa penutupan.

“Semoga kualitas udara kita terus membaik sehingga kegiatan ekonomi, olahraga dan lainnya bisa berjalan normal,” tutupnya. (*)

CFD Ketapang Makin Ramai, Warga Bisa Olahraga, Urus Administrasi hingga Dukung UMKM Lokal
CFD Ketapang Makin Ramai, Warga Bisa Olahraga, Urus Administrasi hingga Dukung UMKM Lokal
Sunday, 26/07/2026

KALBARONLINE.com – Car Free Day (CFD) di pusat Kota Ketapang terus berkembang menjadi ruang publik multifungsi. Tak hanya menjadi tempat berolahraga, kegiatan yang digelar setiap akhir pekan itu kini juga menghadirkan layanan publik, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Pada pelaksanaan Minggu (26/7/2026), kawasan bebas kendaraan bermotor dipadati masyarakat sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Warga memanfaatkan ruas jalan mulai dari Taman Kedondong hingga Simpang Tiga Jalan HOS Cokroaminoto untuk berjalan santai, jogging, bersepeda, mengikuti senam bersama, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo turut hadir menikmati suasana Car Free Day dengan berjalan menyusuri kawasan, menyapa warga, serta berinteraksi dengan anak-anak, remaja, hingga orang tua yang memanfaatkan ruang publik tersebut.

Dalam kesempatan itu, Alexander juga menghadiri peluncuran layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang diselenggarakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ketapang di halaman Gedung Pancasila.

Melalui layanan tersebut, masyarakat kini dapat mengakses berbagai pelayanan administrasi kependudukan dengan lebih mudah. Ke depan, setiap pelaksanaan CFD akan menghadirkan berbagai layanan seperti perekaman KTP elektronik, pengurusan Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), aktivasi IKD, hingga layanan administrasi kependudukan lainnya.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis di kawasan depan Café Nuba. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan sebagai langkah deteksi dini penyakit tidak menular.

Pelaksanaan CFD juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati kawasan dengan menawarkan beragam kuliner, minuman, hingga produk khas Ketapang yang menarik perhatian pengunjung.

Menariknya, para pelaku UMKM juga menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dengan menyediakan kantong sampah secara mandiri demi menjaga kawasan tetap bersih dan nyaman.

Bupati Alexander Wilyo menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan terus mengembangkan Car Free Day sebagai ruang publik yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

"Car Free Day bukan hanya ruang untuk berolahraga, tetapi juga ruang kebersamaan, ruang pelayanan, dan ruang tumbuhnya ekonomi masyarakat. Ke depan, setiap pelaksanaan CFD akan menghadirkan berbagai pelayanan publik sehingga masyarakat dapat mengurus administrasi kependudukan, memeriksakan kesehatan, sekaligus menikmati ruang publik yang sehat, nyaman, dan produktif," ujar Alexander Wilyo.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan terus melakukan penataan kawasan pedestrian, trotoar, taman kota, dan ruang-ruang publik agar semakin bersih, nyaman, serta menjadi wajah Kota Ketapang yang membanggakan.

"Bersama-sama kita juga akan menjaga pedestrian, trotoar, taman, serta seluruh kawasan CFD agar menjadi wajah Kota Ketapang yang semakin indah dan membanggakan," tambahnya.

Melalui penyelenggaraan Car Free Day secara rutin, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap tercipta ruang publik yang sehat, inklusif, dan produktif. Selain menjadi tempat berolahraga, CFD juga diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat, memperkuat pertumbuhan UMKM, mempermudah akses pelayanan publik, serta mendukung pembangunan menuju Ketapang yang maju dan mandiri. (Adi LC)