Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
disdikbud pontianak
Kualitas Udara Berbahaya, Sekolah di Pontianak Kembali Terapkan Belajar dari Rumah
Kualitas Udara Berbahaya, Sekolah di Pontianak Kembali Terapkan Belajar dari Rumah
Tuesday, 06/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali memberlakukan Belajar dari Rumah (BDR) bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP dan SPNF se-Kota Pontianak mulai Rabu (7/10/2026). Kebijakan ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Hermawan Eko Wibowo mengatakan, kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan indikator Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kualitas udara hingga malam hari telah mencapai kategori berbahaya.

“Berdasarkan pengamatan kualitas udara pada indikator ISPU yang telah mencapai kategori berbahaya, kami menyampaikan kepada seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan Belajar dari Rumah,” ujarnya, Selasa (6/10/2026) malam.

Kebijakan BDR berlaku bagi seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, SMP dan SPNF di Kota Pontianak. Disdikbud juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada pejabat administrator dan pelaksana di lingkungan Disdikbud, koordinator pengawas, MKPS, KKPS, pengawas sekolah serta seluruh kepala satuan pendidikan.

Hermawan menjelaskan, pelaksanaan BDR tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dalam Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik dari paparan udara yang tidak sehat.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas. Karena itu pembelajaran sementara dilaksanakan dari rumah sampai kondisi kualitas udara kembali membaik,” katanya.

Disdikbud akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Kota Pontianak. Pelaksanaan BDR dapat ditinjau kembali apabila kondisi udara telah membaik hingga berada pada kategori sedang atau baik.

“Kita akan melihat perkembangan kualitas udara. Apabila kondisinya sudah kembali pada kategori sedang atau baik, kebijakan ini tentu akan dievaluasi kembali,” jelasnya.

Hermawan juga meminta sekolah tetap memastikan proses pembelajaran berjalan selama BDR dengan menyesuaikan metode belajar agar tidak membebani peserta didik.

Ia mengimbau orang tua ikut mendampingi anak selama pembelajaran dari rumah serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya.

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga kesehatan anak-anak sambil memastikan hak mereka untuk tetap memperoleh pembelajaran terpenuhi,” pungkasnya. (*)

Beri Ruang Anak Muda Berkarya, Pontianak Gelar Pagelaran Kesenian Daerah
Beri Ruang Anak Muda Berkarya, Pontianak Gelar Pagelaran Kesenian Daerah
Wednesday, 30/09/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 12 SMP negeri dan swasta serta sembilan sanggar seni meramaikan Pagelaran Kesenian Daerah (PKD) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak di Rumah Melayu, Rabu (30/9/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Hermawan Eko Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi sekolah dan sanggar untuk menampilkan hasil latihan sekaligus menjaga eksistensi kesenian daerah.

“Ini merupakan wujud dari upaya kami untuk memfasilitasi sanggar-sanggar dan sekolah-sekolah yang telah berusaha melestarikan budaya daerah di Kota Pontianak,” kata Hermawan.

Menurutnya, para peserta diberikan kesempatan tampil bersama komunitas, sanggar maupun sekolah lainnya.

“Hari ini mereka berkarya dan tampil bersama komunitas, sanggar, maupun sekolah lainnya untuk menunjukkan apa yang selama ini telah mereka latih,” ujarnya.

Hermawan menyebut PKD kali ini melibatkan 12 SMP negeri dan swasta serta sembilan sanggar yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan kesenian.

“Untuk pesertanya, dari SMP negeri dan swasta ada 12 sekolah. Kemudian untuk sanggar ada sembilan sanggar yang selama ini juga sering kami libatkan dalam berbagai kegiatan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang hadir dalam kegiatan tersebut mendorong agar Pergelaran Kesenian Daerah ke depan dapat dikembangkan menjadi festival.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya sekaligus menjaga kesenian daerah agar tetap hidup.

“Ini menjadi momentum untuk memberikan dukungan, motivasi, dan semangat kepada anak-anak bangsa atau putra-putri yang ada di Kota Pontianak untuk terus berkarya dan menghidupkan kesenian-kesenian daerah,” kata Bahasan.

Ia berharap PKD tidak hanya menjadi agenda pertunjukan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar jika antusiasme peserta terus meningkat.

“Mudah-mudahan agenda pagelaran ini bukan hanya sekadar tampil, tetapi nantinya bisa diagendakan menjadi sebuah festival,” ujarnya.

Bahasan juga mengusulkan kegiatan kesenian tersebut dikaitkan dengan momentum Hari Jadi Kota Pontianak setiap 23 Oktober.

Terlebih, menurutnya, Pontianak dihuni beragam suku dan etnis dengan kekayaan seni dan budaya masing-masing.

“Kita ketahui Kota Pontianak terdiri dari berbagai macam suku bangsa. Ada kurang lebih 28 etnis. Seni dan budayanya terus dikembangkan dan dilestarikan oleh berbagai sanggar di Kota Pontianak,” katanya.

Bahasan memastikan Pemkot Pontianak tetap memberikan dukungan terhadap pengembangan seni dan budaya meski di tengah keterbatasan anggaran.

“Pemerintah Kota Pontianak pada intinya harus hadir dan memberikan dukungan. Walaupun dengan keterbatasan anggaran, kita tetap memberikan dukungan dan kegiatan hari ini menjadi salah satu buktinya,” pungkasnya. (Lid)

Guiding Block Kantor Terpadu Sutoyo Mulai Dikerjakan, Tindak Lanjut dari Mock-up
Guiding Block Kantor Terpadu Sutoyo Mulai Dikerjakan, Tindak Lanjut dari Mock-up
Tuesday, 29/09/2026

KALBARONLINE.com – Guiding block atau jalur pemandu bagi penyandang disabilitas di Kantor Terpadu Sutoyo mulai dikerjakan, Selasa (29/9/2026). Pengerjaan tersebut merupakan tindak lanjut dari mock-up yang sebelumnya dipasang sebagai panduan visual untuk menentukan jalur dan lokasi pemasangan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Hermawan Eko Wibowo mengatakan pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang sempat muncul terkait pemasangan stiker pada tangga Kantor Terpadu Sutoyo.

“Pertama, kami dari Kantor Sutoyo mohon maaf atas kondisi yang sempat viral kemarin. Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, stiker yang dipasang di tangga tersebut merupakan mock-up atau model visualisasi untuk jalur yang nantinya akan dipasang,” ujarnya.

Hermawan menjelaskan, mock-up tersebut digunakan untuk memudahkan perangkat daerah yang berkantor di kompleks tersebut melihat langsung rencana jalur sekaligus memberikan masukan sebelum pengerjaan permanen dilakukan.

Menurutnya, Kantor Terpadu Sutoyo digunakan bersama oleh beberapa perangkat daerah sehingga penentuan fasilitas bersama perlu dikoordinasikan terlebih dahulu.

“Di sini ada beberapa dinas. Mock-up itu kami pasang sebagai bahan visual agar masing-masing bisa melihat dan memberikan masukan,” jelasnya.

Ia menyebut, setelah pemasangan mock-up menjadi perhatian masyarakat, koordinasi antarperangkat daerah segera dilakukan dan disepakati agar pengerjaan guiding block dipercepat.

Tujuan utama pemasangan jalur pemandu tersebut adalah meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pelayanan bagi penyandang disabilitas yang datang ke Kantor Terpadu Sutoyo.

“Harapannya, kawan-kawan teman disabilitas maupun bapak ibu teman disabilitas bisa mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman di kantor terpadu ini,” ujarnya.

Hermawan berharap pemasangan guiding block tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki fasilitas pelayanan publik agar semakin ramah bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Yang terpenting sekarang kita tindak lanjuti dan berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin nyaman serta mudah diakses semua warga,” pungkasnya. (*)

Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Pontianak Belajar Daring Mulai Hari Ini
Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Pontianak Belajar Daring Mulai Hari Ini
Monday, 10/08/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak menerapkan pembelajaran daring bagi jenjang PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta di Kota Pontianak. Kebijakan tersebut diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan mulai berlaku Senin (10/8/2026).

Kebijakan serupa juga diberlakukan pada jenjang pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. MTs Negeri 1 Pontianak menyampaikan pemberitahuan kepada wali murid bahwa pembelajaran daring diterapkan sebagai tindak lanjut instruksi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara.

Pemantauan IQAir pada Minggu (9/8/2026) mencatat indeks kualitas udara (AQI-US) di Pontianak sempat menyentuh angka 324 atau masuk kategori berbahaya. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 237 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, termasuk ratusan titik panas yang terpantau di Kabupaten Kubu Raya.

Disdikbud Kota Pontianak menegaskan kebijakan pembelajaran daring akan ditinjau kembali sesuai perkembangan kualitas udara dan hasil pemantauan terbaru.

Pembelajaran tatap muka akan kembali disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan pertimbangan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik. (Lid)

Disdikbud Pontianak Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Perkuat Peran dalam Pengasuhan
Disdikbud Pontianak Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Perkuat Peran dalam Pengasuhan
Saturday, 11/07/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak mengimbau para ayah untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Imbauan ini merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Melalui gerakan tersebut, Disdikbud Kota Pontianak berharap keterlibatan ayah dalam pengasuhan semakin meningkat sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak saat memulai tahun ajaran baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Sri Sujiarti mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala SD dan SMP negeri maupun swasta di Kota Pontianak untuk mendukung pelaksanaan GAMAS.

Menurutnya, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memiliki makna penting dalam membangun kedekatan emosional dengan anak sekaligus menumbuhkan semangat belajar sejak awal tahun ajaran.

“Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, kami ingin mendorong peran aktif ayah dalam mendampingi proses pendidikan anak. Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata yang memberikan rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi anak saat memulai kegiatan belajar,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Sri menjelaskan, seluruh satuan pendidikan diminta menginformasikan program tersebut kepada orang tua peserta didik, memfasilitasi kehadiran ayah atau wali laki-laki saat mengantar anak ke sekolah, serta menyosialisasikan pelaksanaan GAMAS melalui media elektronik maupun media sosial masing-masing sekolah.

Ia berharap seluruh sekolah bersama orang tua dapat menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah sehingga menjadi momentum memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga. Kami berharap momentum hari pertama sekolah ini dapat menjadi awal semakin kuatnya kolaborasi antara orang tua, khususnya ayah, dengan sekolah dalam mendampingi pendidikan anak,” pungkasnya. (*)