Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
gamas
Sekda Kalbar Harisson Antar Putra ke Sekolah, Tegaskan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
Sekda Kalbar Harisson Antar Putra ke Sekolah, Tegaskan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
Monday, 13/07/2026

KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Harisson, memberi contoh langsung pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) dengan mengantar putra bungsunya, M. Istiqlal Azziqra Gibrani, ke SMP Negeri 3 Pontianak pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Sebelum memulai aktivitas sebagai birokrat, Harisson yang telah mengenakan pakaian dinas lengkap datang bersama sang istri, Windy Prihastari, yang juga menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti.

Setibanya di sekolah, Harisson dan keluarga disambut para guru yang berjajar di depan gerbang. Putranya kemudian menyalami satu per satu guru sebelum memasuki lingkungan sekolah bersama peserta didik lainnya.

Harisson mengatakan, Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah merupakan bagian dari gerakan bertema "Ayah Wajib Hadir", yang mengingatkan pentingnya kehadiran seorang ayah dalam kehidupan keluarga.

"GAMAS adalah bagian dari tema 'Ayah Wajib Hadir'. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah penegasan dan seruan moral kepada kita semua," ujarnya.

Menurut Harisson, kehadiran ayah tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga melalui perhatian, kasih sayang, pengasuhan, pendidikan, serta pendampingan terhadap tumbuh kembang anak.

"Kehadiran seorang ayah di dalam keluarga mutlak diperlukan, bukan hanya secara fisik, melainkan juga dalam bentuk perhatian, kasih sayang, pengasuhan, pendidikan, dan pendampingan tumbuh kembang anak," katanya.

Ia menegaskan, pengasuhan anak tidak seharusnya sepenuhnya dibebankan kepada ibu. Keterlibatan ayah dinilai sangat penting dalam membentuk karakter dan mental anak sejak usia dini.

Selain itu, menurut Harisson, ayah juga memiliki peran besar dalam mendampingi anak menghadapi tantangan di era digital, mulai dari penggunaan teknologi secara bijak hingga mengantisipasi berbagai ancaman yang dapat memengaruhi perkembangan anak.

"Pengasuhan jangan hanya diserahkan kepada ibu, karena keterlibatan ayah sangat krusial bagi pembentukan karakter dan mental anak. Ayah juga berperan penting dalam pendampingan penggunaan teknologi di era digital serta mendampingi anak terhadap ancaman penyimpangan perilaku, ancaman narkoba, ancaman judi online, dan lainnya," tegasnya.

Harisson berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial pada hari pertama sekolah, tetapi menjadi kebiasaan yang mendorong semakin banyak ayah untuk terlibat aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

"Kehadiran ayah adalah pilar utama dalam membentuk keluarga yang kokoh," pungkasnya. (*)

Di Tengah Kesibukan Jadi Sopir, Indra Sempatkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Di Tengah Kesibukan Jadi Sopir, Indra Sempatkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Monday, 13/07/2026

KALBARONLINE.com – Kesibukan bekerja sebagai sopir tak membuat Indra melewatkan momen penting di hari pertama sekolah anaknya. Ia sengaja meluangkan waktu untuk mengantar putrinya yang baru memasuki kelas 1 SD di SD Negeri 05 Pontianak, Senin (13/7/2026).

Momen tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang digelar untuk mendorong keterlibatan ayah dalam mendampingi pendidikan anak sejak awal tahun ajaran.

Indra mengaku mengetahui adanya gerakan tersebut melalui informasi yang dibagikan pihak sekolah di grup orang tua murid.

"Saya tahu ada imbauan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah dari grup sekolah," ujarnya.

Sebagai seorang sopir, Indra mengaku jarang memiliki kesempatan mengantar anak ke sekolah karena tuntutan pekerjaan. Karena itu, ia memanfaatkan momentum hari pertama sekolah untuk mendampingi putrinya secara langsung.

"Senang bisa mengantar anak sekolah. Biasanya karena sibuk bekerja saya jarang sempat mengantar. Jadi momen ini saya sempatkan," katanya.

Menurut Indra, putrinya menunjukkan antusiasme tinggi menyambut hari pertama masuk sekolah. Bahkan, sang anak sudah bangun lebih awal tanpa perlu dibangunkan berulang kali.

"Anak saya bahagia sekali. Hari pertama sekolah dia semangat, bangun lebih awal," tuturnya.

Ia berharap putrinya dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, memiliki banyak teman, dan tetap bersemangat mengikuti proses belajar.

"Harapannya semoga dia semangat sekolah, bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan punya banyak teman," ucapnya. (Lid)

Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Para Ayah Luangkan Waktu Dampingi Anak Ikuti MPLS
Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Para Ayah Luangkan Waktu Dampingi Anak Ikuti MPLS
Monday, 13/07/2026

KALBARONLINE.com – Hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026) menjadi momen spesial bagi anak, orang tua, dan sekolah. Di Kota Pontianak, kehadiran para orang tua, khususnya ayah, mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Salah satu yang merasakan momen tersebut adalah Indra, orang tua siswa kelas 1 SDN 05 Pontianak. Di tengah kesibukannya bekerja sebagai sopir, ia tetap menyempatkan diri mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.

"Senang sih bisa. Karena biasanya saya sibuk, kurang sempat mengantar anak sekolah. Cuma di momen ini alhamdulillah bisa disempatkan," ujarnya.

Indra mengatakan, putrinya sangat antusias menyambut hari pertama sekolah. Sejak pagi, sang anak sudah bangun lebih awal dan tampak bersemangat memasuki lingkungan belajar yang baru.

"Anak saya bahagia sekali, senang. Bangun pun awal, semangat di hari pertama sekolah," katanya.

Hal serupa dilakukan Efprizan, ayah dari Abi yang baru masuk kelas VII SMPN 1 Pontianak. Bersama istrinya, ia berbagi tugas mengantar anak-anak mereka yang sama-sama memulai aktivitas sekolah.

"Yang satu baru masuk TK, itu istri yang mengantar. Yang ini, Abi, baru masuk SMP, saya yang mengantar. Jadi berbagi lah," ujarnya.

Menurut Efprizan, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menjadi pengingat bahwa peran ayah tidak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga hadir dalam setiap momen penting tumbuh kembang anak.

Ia mengaku tidak merasa terbebani karena memiliki waktu kerja yang cukup fleksibel. Baginya, mengantar anak ke sekolah merupakan salah satu cara membangun kedekatan sekaligus memberikan dukungan emosional.

"Kalau saya kebetulan fleksibel waktunya, jadi tidak masalah untuk mengantar anak. Karena setiap hari juga saya mengantar anak," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai kehadiran ayah pada hari pertama sekolah merupakan bagian penting dari keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak.

"Hari ini bukan hanya imbauan, tapi juga bagian dari kehadiran ayah dalam pengasuhan," tuturnya.

Menurut Edi, kehadiran orang tua memberi kesempatan untuk melihat langsung lingkungan belajar anak, mulai dari ruang kelas, fasilitas sekolah, hingga suasana pendidikan yang akan dijalani.

"Orang tua bisa melihat langsung lingkungan sekolah, kondisi kelasnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, dan suasana belajarnya seperti apa," katanya.

Ia berharap keterlibatan orang tua dapat memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah sehingga proses pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari rumah.

"Harapan kita ada sinergisitas dan kolaborasi dalam proses belajar mengajar," jelasnya.

Berdasarkan pantauan di hari pertama sekolah, Edi menyebut hampir seluruh orang tua mengantar langsung anak-anak mereka ke sekolah. Menurutnya, hal itu menjadi awal yang baik dalam membangun kedekatan antara orang tua, anak, dan satuan pendidikan.

"Sudah disampaikan kepada orang tua murid semuanya. Hari ini hampir 100 persen orang tua murid mengantar anak langsung ke sekolah," ungkapnya.

Kepala SDN 05 Kecamatan Pontianak Kota, Titi Falah, juga mengapresiasi antusiasme para orang tua yang menyambut baik ajakan tersebut. Sejak pagi, sekolah dipenuhi orang tua yang mengantar anak, termasuk para ayah yang menyempatkan hadir sebelum bekerja.

"Alhamdulillah, mereka menanggapi baik. Mereka mau bekerja sama dengan sekolah. Tadi pagi ramai yang mengantar, termasuk papa. Walaupun bekerja, mereka tetap siap mengantar," ucapnya.

Titi menjelaskan, kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Berbagai aktivitas telah disiapkan, seperti pagi ceria, permainan edukatif, pengenalan lingkungan sekolah, hingga unjuk minat dan bakat peserta didik.

"MPLS dilaksanakan lima hari. Pagi-pagi mereka ada kegiatan pagi ceria, permainan, dan edukasi juga. Hari Jumat ada unjuk minat bakat," tutupnya. (*)

Bupati Ketapang Terbitkan SE GAMAS, Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Bupati Ketapang Terbitkan SE GAMAS, Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Sunday, 12/07/2026

KALBARONLINE.com – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengajak para ayah untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk. Ajakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 43 Tahun 2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Surat edaran yang ditetapkan pada 9 Juli 2026 itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang ingin meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak hari pertama sekolah. Kehadiran ayah dinilai bukan sekadar mengantar, tetapi juga menjadi bentuk dukungan emosional yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat anak saat memulai tahun ajaran baru.

"Gerakan GAMAS bertujuan memperkuat peran ayah dalam keluarga, mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi fenomena fatherless," ujar Alexander Wilyo dalam surat edarannya.

Bupati juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, kepala satuan pendidikan, hingga pimpinan BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta untuk mendukung pelaksanaan gerakan tersebut.

Bagi instansi pemerintah maupun dunia usaha, pimpinan diminta memberikan kesempatan kepada pegawai atau karyawan yang memiliki anak usia sekolah untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.

"Pengaturan jam kerja diharapkan dilakukan secara proporsional tanpa mengganggu pelayanan publik maupun operasional instansi dan perusahaan," tegasnya.

Selain itu, camat, lurah, dan kepala desa diminta aktif menyosialisasikan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak melalui berbagai forum kemasyarakatan.

Sementara itu, kepala sekolah diminta menginformasikan pelaksanaan GAMAS kepada orang tua atau wali murid, memfasilitasi keterlibatan ayah dalam kegiatan tersebut, serta memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga.

Pemkab Ketapang juga mengimbau seluruh pihak yang berpartisipasi agar mendokumentasikan pelaksanaan GAMAS dalam bentuk foto. Dokumentasi tersebut dapat diunggah melalui tautan yang telah disediakan pada periode 13 hingga 17 Juli 2026.

Melalui surat edaran ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya yang mampu memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan dan tumbuh kembang anak. (Adi LC)