Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
hari lahir pancasila
Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Kapuas Hulu Tekankan Komitmen Kebangsaan dan Pengabdian Polri
Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Kapuas Hulu Tekankan Komitmen Kebangsaan dan Pengabdian Polri
Tuesday, 02/06/2026

KALBARONLINE.com – Polres Kapuas Hulu menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 secara tertib dan khidmat di Halaman Apel Mapolres Kapuas Hulu, Senin (1/6/2026). Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB itu diikuti jajaran pejabat utama, perwira, bintara, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polres Kapuas Hulu.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kabag Ops Polres Kapuas Hulu Kompol Nyandang. Sementara Kabag SDM Polres Kapuas Hulu Kompol Widiyanto bertugas sebagai Perwira Upacara dan Ipda Nardiyandus sebagai Komandan Upacara.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali laporan Komandan Upacara, pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, hingga pembacaan Teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

Dalam amanat yang dibacakannya, Kompol Nyandang menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum 1 Juni, kata dia, menjadi pengingat bahwa Pancasila merupakan dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila harus senantiasa kita aktualisasikan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian, khususnya bagi seluruh anggota Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," kata Kompol Nyandang saat membacakan amanat pimpinan.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari ancaman intoleransi, radikalisme, penyebaran berita bohong atau hoaks, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya.

Menurutnya, di tengah tantangan yang semakin kompleks tersebut, seluruh personel Polri dituntut memperkuat komitmen kebangsaan dan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas.

Sebagai insan Bhayangkara, anggota Polri diminta menjadi teladan melalui sikap yang humanis, profesional, jujur, disiplin, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai penutup amanat, Kompol Nyandang mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat soliditas internal dan meningkatkan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Kapuas Hulu.

"Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, serta memperkokoh tekad untuk mewujudkan Polri yang Presisi, dicintai masyarakat, dan senantiasa hadir memberikan rasa aman," pungkasnya. (Haq)

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Kapuas Hulu Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai Kebangsaan
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Kapuas Hulu Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai Kebangsaan
Tuesday, 02/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Putussibau, Senin (1/6/2026). Momentum ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, bertindak sebagai inspektur upacara yang berlangsung khidmat tersebut. Kegiatan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kapuas Hulu, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pimpinan BUMN dan BUMD di wilayah Putussibau.

Dalam kesempatan itu, Fransiskus Diaan membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momen refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan zaman.

“Pancasila bukan sekadar teks sejarah, tetapi harus menjadi living ideology atau ideologi yang hidup dalam setiap kebijakan publik,” tegas Fransiskus Diaan.

Ia menyampaikan, Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, perubahan zaman, hingga berbagai bentuk disrupsi yang terus berkembang.

Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia juga memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menciptakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial.

Dalam amanat tersebut, Bupati Kapuas Hulu juga menekankan pentingnya peran pemimpin, baik di tingkat nasional maupun daerah, dalam menjamin hak-hak masyarakat, khususnya kelompok kecil dan rentan. Selain itu, seluruh pihak diingatkan untuk bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tak hanya itu, generasi muda juga mendapat perhatian khusus. Fransiskus Diaan mengajak generasi penerus bangsa untuk tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila sebagai pengetahuan semata, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.

“Generasi muda, sebagai penjaga masa depan, diimbau agar tidak hanya menyimpan nilai Pancasila sebagai wawasan, tetapi mengamalkannya dalam kehidupan nyata,” lanjutnya.

Mengakhiri amanat, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus memperteguh komitmen kebangsaan dan menjaga nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila, menurutnya, akan terus menjadi kekuatan yang menjaga kedaulatan, persatuan, dan martabat Republik Indonesia di mata dunia selama nilai-nilai tersebut tetap hidup dalam setiap denyut kehidupan masyarakat Indonesia. (*)

Edi Kamtono Ajak ASN Pontianak Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Pelayanan dan Pembangunan
Edi Kamtono Ajak ASN Pontianak Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Pelayanan dan Pembangunan
Tuesday, 02/06/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, kepedulian terhadap masyarakat, serta percepatan pelaksanaan program pembangunan.

Ajakan tersebut disampaikan Edi usai memimpin apel peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, Pancasila merupakan fondasi utama yang menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia hingga saat ini. Karena itu, setiap ASN dituntut tidak hanya memahami, tetapi juga menjiwai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Kita harus bisa menjiwai makna dari Pancasila yang setiap kegiatan upacara kita bacakan. Pancasila yang membuat negara kita sampai saat ini masih bertahan dan bersatu," ujarnya.

Edi mengingatkan bahwa berbagai tantangan global saat ini turut berdampak terhadap pembangunan daerah. Mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), meningkatnya harga kebutuhan pokok, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga keterbatasan sumber daya dan anggaran menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Menurutnya, kondisi tersebut berpengaruh terhadap upaya percepatan pembangunan dan pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Ini juga membatasi gerak kita dalam percepatan untuk mencapai visi dan misi yang sudah kita sepakati dalam RPJMD," katanya.

Meski demikian, Edi menegaskan bahwa keterbatasan anggaran dan waktu tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. ASN justru harus semakin kreatif, adaptif, dan fokus memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

"Manfaatkan waktu yang sangat terbatas dan anggaran yang juga sangat terbatas ini untuk seluas-luasnya kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak," pesannya.

Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, tekanan ekonomi dapat memicu berbagai persoalan seperti kemiskinan dan meningkatnya angka kriminalitas apabila tidak ditangani secara tepat.

Selain mendorong peningkatan pelayanan dan pembangunan, Edi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Kota Pontianak.

Sebagai kota multietnis yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya, Pontianak dinilai memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga persatuan dan keharmonisan.

"Keberagaman merupakan kenyataan yang harus kita jaga toleransinya, harmonisasinya, dan komunikasinya," ucapnya.

Dalam momentum Hari Lahir Pancasila 2026, Edi berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong terus diperkuat sebagai landasan dalam membangun Kota Pontianak yang maju dan sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Pontianak juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat Kota Pontianak. (*)

Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Ketapang Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Ketapang Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Monday, 01/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur TNI-Polri, serta berbagai elemen pemerintahan di Kabupaten Ketapang.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Ketapang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jamhuri Amir membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Melalui pidato itu ditegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi pedoman sekaligus kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai berbagai ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman,” ujar Jamhuri saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Lebih lanjut disampaikan, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi yang semakin cepat hingga dinamika geopolitik internasional yang terus berubah.

Sebagai negara yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, menurut Pemkab Ketapang, menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong dinilai menjadi modal utama dalam membangun daerah sekaligus memperkuat ketahanan bangsa.

Melalui peringatan tersebut, masyarakat diajak untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tetap berpegang pada ideologi Pancasila.

Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi kekuatan pemersatu bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, serta mampu menjaga perdamaian di tengah dinamika global. (Adi LC)