Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
ispu
Asap Masih Kepung Ketapang, ISPU Bertahan di Level Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya
Asap Masih Kepung Ketapang, ISPU Bertahan di Level Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya
Sunday, 11/10/2026

KALBARONLINE.com – Penurunan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, belum diikuti perbaikan kualitas udara. Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah, sementara Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dalam sepekan terakhir berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang, Eko Harfiyanto, mengatakan kabut asap pekat masih terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama pada pagi hingga menjelang siang.

“Dari hasil pemantauan dalam satu pekan terakhir, kabut asap pekat dan tebal, terutama sekitar pukul 06.00 hingga 12.00 atau menjelang sore hari,” kata Eko, Minggu (11/10/2026).

Menurut Eko, kondisi kualitas udara tersebut perlu diwaspadai karena konsentrasi partikel halus PM2,5 berada pada tingkat yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan, partikel PM2,5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.

“Ini sangat mengganggu kesehatan karena partikel yang kecil, 2,5 mikron itu bisa langsung masuk ke paru-paru dan mengendap yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya ISPA,” ujarnya.

Eko menegaskan, kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya tidak mendukung aktivitas di luar ruangan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan meskipun aktivitas kebakaran dilaporkan mulai menurun.

Terkait penanganan kabut asap, DLH Ketapang terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Hasil pemantauan kualitas udara akan menjadi bahan pembahasan dan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Eko menyebutkan, penanganan karhutla berada di bawah komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Evaluasi lanjutan, termasuk kemungkinan penyesuaian status kedaruratan, akan mengikuti hasil pembahasan bersama pihak terkait.

“Karena komando penanganan karhutla itu ada di BPBD, mungkin nanti ada pembahasan secara khusus. Apakah ada evaluasi di minggu ini, kita tunggu saja. Biasanya kalau sudah meningkat eskalasinya akan ada rapat pembahasan, nanti akan berpengaruh pada status kedaruratannya seperti apa,” jelasnya.

Di tengah kondisi udara yang belum membaik, Eko mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama saat kabut asap sedang pekat. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.

Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap dampak paparan asap, khususnya partikel halus yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan. (Adi LC)

Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Ketapang Tembus 184 dan Masuk Kategori Tidak Sehat
Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Ketapang Tembus 184 dan Masuk Kategori Tidak Sehat
Thursday, 20/08/2026

KALBARONLINE.com - Kabut asap semakin pekat menyelimuti wilayah perkotaan Ketapang, Kalimantan Barat. Kondisi ini sejalan dengan hasil pemantauan kualitas udara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang yang mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 184 pada 20 Agustus 2026.

Angka tersebut menempatkan kualitas udara Kota Ketapang dalam kategori tidak sehat, dengan parameter PM2,5 menjadi pencemar yang paling dominan.

DLH Kabupaten Ketapang menyebut kondisi kabut asap tebal terpantau sejak malam, berlanjut hingga dini hari dan pagi hari.

“Hasil pengukuran dan perhitungan ISPU menunjukkan nilai 184 atau masuk kategori tidak sehat. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara saat ini,” demikian imbauan DLH Kabupaten Ketapang dalam informasi pemantauan kualitas udara.

Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada malam, dini hari dan pagi hari ketika kondisi kabut asap cenderung lebih tebal.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, DLH mengimbau menggunakan masker dan kacamata untuk mengurangi paparan asap dan partikulat udara.

Kondisi kabut asap juga berpotensi mengganggu jarak pandang. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat berkendara maupun menggunakan transportasi perairan.

“Gunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan serta berhati-hati saat menggunakan moda transportasi darat maupun perairan. Bagi pengendara, nyalakan lampu kendaraan karena kabut asap tebal dapat menghalangi pandangan,” tulis DLH dalam imbauannya.

DLH Kabupaten Ketapang memastikan pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan di wilayah Kota Ketapang, khususnya Kecamatan Delta Pawan.

Hasil pengukuran dan perkembangan kondisi udara akan disampaikan secara berkelanjutan sebagai informasi bagi masyarakat.

Dengan ISPU mencapai 184 dan masuk kategori tidak sehat, masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi udara serta mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menjaga kesehatan, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara. (Adi LC)