Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
jamhuri
Wabup Jamhuri Letakkan Batu Pertama Masjid Jami Al-Huda, Ajak Warga Perkuat Persaudaraan
Wabup Jamhuri Letakkan Batu Pertama Masjid Jami Al-Huda, Ajak Warga Perkuat Persaudaraan
Tuesday, 20/10/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, S.H., meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al-Huda di Desa Teluk Bayur, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sungai Laur, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menyambut pembangunan masjid dengan antusias.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah tidak semata-mata berorientasi pada berdirinya bangunan fisik. Lebih dari itu, pembangunan masjid diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan antarwarga.

Menurutnya, pembangunan tempat ibadah juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Kabupaten Ketapang yang berkeadilan, maju, dan mandiri, sekaligus membentuk masyarakat yang beriman, cerdas, maju, dan beradat.

“Ini semua guna mewujudkan pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri serta masyarakat yang beriman, cerdas, maju, dan beradat,” ujar Jamhuri.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung pembangunan rumah ibadah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kehidupan keagamaan dan memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Namun, Jamhuri mengingatkan bahwa tanggung jawab masyarakat tidak berhenti setelah pembangunan masjid selesai. Masjid yang telah berdiri harus dimakmurkan melalui kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan, dan aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Tanggung jawab masyarakat tidak berhenti hanya pada penyelesaian konstruksi fisik bangunan. Setelah berdiri, tujuan selanjutnya adalah memakmurkan masjid tersebut dan tidak membiarkannya kosong,” pesannya.

Ia berharap Masjid Jami Al-Huda nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat, sarana mempererat silaturahmi, serta tempat pendidikan keagamaan untuk membentuk generasi muda yang Qurani.

Jamhuri juga berharap pembangunan masjid tersebut berjalan lancar hingga selesai dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Semoga proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan, mulai dari peletakan batu pertama ini hingga kelak diresmikan. Semoga di akhir masa jabatan kami nantinya masjid ini bisa selesai 100 persen,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Ketapang turut memberikan bantuan dana untuk pembangunan Masjid Jami Al-Huda. Jamhuri juga menyerahkan bantuan semen secara pribadi.

Dukungan tersebut turut diikuti oleh Staf Ahli Bupati, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Camat Sungai Laur. Bantuan itu menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan sarana ibadah bagi masyarakat Desa Teluk Bayur.

Dengan dimulainya pembangunan masjid tersebut, masyarakat diharapkan terus menjaga kebersamaan dan berpartisipasi aktif agar Masjid Jami Al-Huda dapat segera berdiri serta menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi warga sekitar. (Adi LC)

Wabup Jamhuri Tutup PSBM Desa Mensubang, Dorong Seni Budaya Melayu Jadi Agenda Tahunan
Wabup Jamhuri Tutup PSBM Desa Mensubang, Dorong Seni Budaya Melayu Jadi Agenda Tahunan
Tuesday, 07/07/2026

KALBARONLINE.com – Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, resmi ditutup pada Sabtu (4/7/2026) malam. Penutupan berlangsung meriah dan menjadi puncak perayaan budaya yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Prosesi penutupan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, didampingi Camat Nanga Tayap, Kepala Desa Mensubang, panitia penyelenggara, serta tamu undangan lainnya.

Kedatangan Wakil Bupati disambut melalui prosesi adat tepung tawar Melayu, atraksi pencak silat, hingga tradisi pemancungan sebatang tebu sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan sekaligus bentuk pelestarian adat istiadat Melayu.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, khususnya Camat Nanga Tayap, yang dinilai berhasil menginisiasi Pagelaran Seni Budaya Melayu hingga berjalan sukses.

“Terima kasih kepada Pak Camat beserta seluruh panitia yang telah menjaga marwah Melayu. Sesuai falsafah tak lekang Melayu dimakan zaman, warisan budaya yang ditinggalkan para leluhur jangan sampai hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurut Jamhuri, PSBM bukan sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangkitkan kembali ingatan kolektif terhadap permainan dan tradisi Melayu yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

“Dengan adanya pagelaran seni budaya ini, kenangan masa kecil kita muncul kembali. Saya berharap kearifan lokal seperti ini dapat didorong menjadi bagian dari muatan lokal di sekolah sehingga anak-anak kita tetap mengenal budaya daerahnya,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya. Bahkan, ia berharap PSBM Desa Mensubang dapat menjadi agenda rutin tahunan sekaligus menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Ketapang.

“Saya berharap ke depan tidak hanya Kecamatan Nanga Tayap, tetapi kecamatan lainnya juga menggelar kegiatan seperti ini. PSBM menjadi role model bagi tumbuh dan berkembangnya khazanah budaya Melayu di Kabupaten Ketapang. Mari bersama-sama kita lestarikan kekayaan budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mensubang, Ria Andriawan, berharap PSBM menjadi tonggak awal dalam memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk membangun, membangkitkan, dan melestarikan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang.

“Mudah-mudahan apa yang dimulai dari Desa Mensubang ini menjadi titik awal sekaligus tolok ukur kemajuan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ria Andriawan menyampaikan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

“Bagaimana membelah pinang. Ambillah kacip parang untuk membelah. Bagaimana hati tak senang. Penyelenggaraan PSBM begitu meriah.”

Kemeriahan penutupan semakin terasa dengan penampilan tari khas Melayu Tajuk Rindu yang dibawakan para penari asal Desa Mensubang.

Malam puncak PSBM juga dihibur penampilan grup musik legendaris Kalimantan Barat, Arwana Band, yang sukses menghibur ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Usai acara, Wakil Bupati Ketapang turut mengunjungi sejumlah stan pameran yang menampilkan produk UMKM lokal, hasil kerajinan, serta berbagai potensi unggulan yang dipamerkan dalam kawasan Pagelaran Seni Budaya Melayu Desa Mensubang. (Adi LC)

Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Ketapang Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Ketapang Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Monday, 01/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur TNI-Polri, serta berbagai elemen pemerintahan di Kabupaten Ketapang.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Ketapang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jamhuri Amir membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Melalui pidato itu ditegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi pedoman sekaligus kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai berbagai ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman,” ujar Jamhuri saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Lebih lanjut disampaikan, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi yang semakin cepat hingga dinamika geopolitik internasional yang terus berubah.

Sebagai negara yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, menurut Pemkab Ketapang, menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong dinilai menjadi modal utama dalam membangun daerah sekaligus memperkuat ketahanan bangsa.

Melalui peringatan tersebut, masyarakat diajak untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tetap berpegang pada ideologi Pancasila.

Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi kekuatan pemersatu bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, serta mampu menjaga perdamaian di tengah dinamika global. (Adi LC)

Wabup Ketapang Salurkan Hewan Kurban, Tegaskan Komitmen Pemerintah Meski Anggaran Terbatas
Wabup Ketapang Salurkan Hewan Kurban, Tegaskan Komitmen Pemerintah Meski Anggaran Terbatas
Friday, 29/05/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyerahkan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada Pondok Pesantren Nur Ilahi di Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, serta kepada Pengurus Masjid Al Fallah di Desa Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata, dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Penyerahan hewan kurban tersebut berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Nur Ilahi dan dihadiri pengasuh pondok pesantren, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir menegaskan bahwa bantuan hewan kurban tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada masyarakat, sekaligus mendukung pelaksanaan ibadah kurban pada momentum Hari Raya Iduladha.

Menurutnya, di tengah kondisi efisiensi anggaran yang saat ini dihadapi pemerintah daerah, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Kami menyadari masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Namun dalam kondisi saat ini, pemerintah daerah tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat, termasuk melalui bantuan hewan kurban,” ujarnya.

Jamhuri menjelaskan, dalam dua tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Ketapang mengalami pengurangan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut berdampak terhadap sejumlah program pembangunan yang harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Pengurangan anggaran yang cukup besar tentu mempengaruhi berbagai program pembangunan dan pelayanan yang telah direncanakan. Namun pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi dan peluang pendanaan agar pembangunan tetap berjalan,” katanya.

Meski begitu, ia memastikan pemerintah daerah tetap berupaya memperjuangkan pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan jalan yang menjadi kebutuhan penting masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Ketapang.

“Alhamdulillah, melalui berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah daerah berhasil memperoleh dukungan anggaran untuk pembangunan sejumlah ruas jalan. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena infrastruktur jalan sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga,” ungkapnya.

Ia juga mengakui, jumlah bantuan hewan kurban tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya akibat kondisi keuangan daerah yang masih terdampak efisiensi anggaran.

Walaupun demikian, dirinya berharap bantuan tersebut tetap memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

“Jumlah bantuan yang kami salurkan memang tidak sebanyak tahun sebelumnya, namun kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari semangat berbagi serta kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Iduladha,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri Amir turut mengapresiasi peran pondok pesantren, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang selama ini ikut menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran penting dalam membina generasi muda sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para ulama, pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkontribusi membangun kehidupan sosial dan keagamaan yang baik di Kabupaten Ketapang,” ucapnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nur Ilahi menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Ketapang. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat terus terjalin demi mendukung kemajuan daerah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis oleh Wakil Bupati Ketapang kepada pihak pondok pesantren dan pengurus masjid yang disaksikan tamu undangan serta masyarakat.

Melalui momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat guna memperkuat persatuan dan mendukung pembangunan daerah yang lebih maju serta sejahtera. (Adi LC)

Wabup Ketapang Sambut Pangdam XII/Tanjungpura, Perkuat Sinergi TNI dan Pemda
Wabup Ketapang Sambut Pangdam XII/Tanjungpura, Perkuat Sinergi TNI dan Pemda
Thursday, 21/05/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar ramah tamah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka kunjungan kerja Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (20/05/2026) malam.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sejumlah unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan turut hadir dalam agenda tersebut. Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Ketapang.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura ke Kabupaten Ketapang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pangdam XII/Tanjungpura yang telah berkunjung ke Kabupaten Ketapang. Mudah-mudahan kunjungan yang pertama ini bukanlah kunjungan yang terakhir,” ujar Jamhuri.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri juga memaparkan kondisi geografis Kabupaten Ketapang yang memiliki wilayah sangat luas, yakni sekitar 31 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk kurang lebih 600 ribu jiwa yang tersebar di 20 kecamatan, 253 desa, dan 9 kelurahan.

“Kalau dibandingkan dengan daerah di Pulau Jawa, luas Kabupaten Ketapang hampir sama dengan luas Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Menurut Jamhuri, luas wilayah tersebut membuat kebutuhan pelayanan pemerintahan dan pembangunan menjadi semakin kompleks. Karena itu, Pemkab Ketapang telah mengusulkan pemekaran wilayah kepada pemerintah pusat.

“Kami telah mengusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk pemekaran wilayah Kabupaten Ketapang menjadi tiga daerah baru. Mudah-mudahan pemerintah pusat dapat mengabulkannya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan daerah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang sangat kuat, sehingga layak disebut sebagai miniatur Indonesia.

“Ketapang ini boleh disebut miniatur Indonesia karena multi-etnis, multi-agama, dan multi-budaya lengkap ada di sini. Oleh karena itu, Ketapang selama ini menjadi kabupaten yang aman, terkendali, dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Forkopimda Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara selama kunjungannya.

Ia menegaskan komitmen jajaran TNI melalui Kodim 1203/Ketapang dan Yonif TP 832/Pawan Asasta untuk terus mendukung program pemerintah daerah sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

“Saya melalui satuan teritorial Kodim 1203/KTP dan Yonif TP 832/Pawan Asasta akan selalu berkomitmen mendukung program pemerintah daerah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, serta semaksimal mungkin memberikan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Ketapang turut menyerahkan cinderamata berupa miniatur ikon Tugu Ale-Ale dan batu kecubung khas Ketapang kepada Pangdam XII/Tanjungpura. Penyerahan cinderamata juga dilakukan secara simbolis dari Pangdam kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga sinergitas demi mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Ketapang. (Adi LC)

Wabup Ketapang Dorong Kolaborasi Pendidikan Lewat Program KREASI Tahun Kedua
Wabup Ketapang Dorong Kolaborasi Pendidikan Lewat Program KREASI Tahun Kedua
Wednesday, 20/05/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menghadiri kick-off Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) tahun kedua yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Save the Children Indonesia, serta Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (19/05/2026).

Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya kembali Program KREASI di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara setelah pelaksanaan tahun pertama dinilai memberi dampak positif bagi dunia pendidikan di daerah.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, Program KREASI merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Kalimantan Barat, khususnya di Ketapang dan Kayong Utara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjalankan Program KREASI ini. Kehadiran program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita,” kata Jamhuri.

Ia menegaskan, pendidikan bukan hanya soal proses belajar di ruang kelas, tetapi juga berkaitan dengan harapan, kesempatan, dan masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, akses pendidikan yang merata dan berkualitas harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Ketika pendidikan dapat diakses secara adil dan bermutu oleh seluruh masyarakat, maka sejatinya kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Jamhuri juga menyoroti tema “Kolaborasi Semesta” yang diangkat dalam Program KREASI tahun kedua. Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, hingga generasi muda.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bergerak bersama, tantangan sebesar apa pun akan lebih mudah kita hadapi,” tambahnya.

Program KREASI tahun kedua ini menghadirkan sejumlah inovasi, mulai dari pendampingan sekolah, penguatan kapasitas guru, hingga gerakan kolaboratif antar pemangku kepentingan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap program tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri juga menyinggung tantangan geografis Kabupaten Ketapang yang memiliki wilayah sekitar 31 ribu kilometer persegi dengan 20 kecamatan dan lebih dari 250 desa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan pendidikan.

“Kalau di Pulau Jawa mungkin 30 menit sudah bertemu kabupaten lain, di Ketapang bisa berjam-jam perjalanan baru sampai ke kecamatan. Karena itu kami merasa sangat terbantu dengan hadirnya Program KREASI ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Chief of Party Program KREASI Save the Children Indonesia, Alifa Sri Lestari, menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada peningkatan metode pengajaran literasi dan numerasi yang lebih efektif di tingkat TK/RA hingga SD/MI.

“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan yang diterima anak-anak bukan hanya teori, tetapi benar-benar dipahami dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Selain memperkuat metode pembelajaran, Program KREASI juga diarahkan untuk mendukung penguatan kebijakan pendidikan, penerapan kurikulum, sistem asesmen, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Dalam kegiatan itu juga disampaikan bahwa Program KREASI di Ketapang dan Kayong Utara baru saja menerima penghargaan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Barat atas sinergi dan kolaborasi dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Acara kemudian ditutup dengan peluncuran simbolis Program KREASI tahun kedua melalui peletakan logo bersama para pimpinan dan mitra program, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan. (Adi LC)

Wabup Jamhuri Amir Sambut Pangdam XII/Tanjungpura di Ketapang, Perkuat Sinergi Pemda dan TNI
Wabup Jamhuri Amir Sambut Pangdam XII/Tanjungpura di Ketapang, Perkuat Sinergi Pemda dan TNI
Wednesday, 20/05/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyambut langsung kedatangan Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal (Mayjen) Novi Rubadi Sugito beserta istri dan rombongan di Bandara Rahadi Oesman, Rabu (20/5/2026).

Kedatangan Pangdam XII/Tanjungpura disambut hangat melalui tarian tradisional, ritual adat, hingga iringan musik khas daerah Kabupaten Ketapang. Prosesi penyambutan itu menjadi bentuk penghormatan masyarakat dan pemerintah daerah kepada tamu kehormatan yang berkunjung ke Bumi Ale Ale.

Wabup Ketapang Jamhuri Amir mengatakan, kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang dan jajaran TNI, terutama dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Pemerintah Kabupaten Ketapang menyambut baik kunjungan Bapak Pangdam XII/Tanjungpura. Kehadiran beliau menjadi kehormatan bagi kami sekaligus mempererat koordinasi antara pemerintah daerah dengan TNI dalam berbagai program pembangunan dan keamanan daerah,” ujar Jamhuri Amir.

Menurutnya, kolaborasi antara Pemkab Ketapang dan TNI selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan di wilayah pedesaan hingga kawasan perbatasan.

Ia berharap, hubungan baik yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan menjaga kondusivitas daerah.

“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat kerja sama yang telah terbangun, khususnya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan menjaga kondusivitas di Kabupaten Ketapang,” tambahnya.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Ketua DPRD Ketapang Achmad Sholeh, Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari, Dandim 1203/Ketapang Zulkarnaen Galib, Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Avif Hidayaturahman, serta jajaran pejabat TNI-Polri dan pemerintah daerah lainnya.

Usai prosesi penyambutan, Pangdam XII/Tanjungpura bersama rombongan beristirahat sejenak di ruang VIP Bandara Rahadi Oesman sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yonif TP 832/PA di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. (Adi LC)

Harkitnas ke-118 di Ketapang, Wabup Jamhuri Ajak Warga Perkuat Literasi Digital dan Solidaritas Bangsa
Harkitnas ke-118 di Ketapang, Wabup Jamhuri Ajak Warga Perkuat Literasi Digital dan Solidaritas Bangsa
Wednesday, 20/05/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Ketapang, Rabu (20/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat memperkuat solidaritas bangsa sekaligus meningkatkan literasi digital di tengah derasnya arus transformasi teknologi.

Upacara berlangsung khidmat dengan Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara posisi komandan upacara dipercayakan kepada Lettu Laut (H) Amir Tri Subaghiarto, SH.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pejabat daerah, ASN, TNI-Polri, hingga unsur masyarakat sebagai bentuk refleksi bersama terhadap semangat kebangkitan nasional.

Dalam amanatnya, Jamhuri Amir membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema ini menyoroti pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa, khususnya di era digital yang terus berkembang cepat.

Menurutnya, peringatan Harkitnas bukan sekadar mengenang lahirnya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kesiapan bangsa menghadapi tantangan zaman.

“Kalau dulu perjuangan berfokus pada kedaulatan wilayah, sekarang tantangan kita juga ada pada kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Jamhuri.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus mendorong berbagai program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut mencakup makan bergizi gratis bagi pelajar, pembangunan sekolah di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru, pemberian beasiswa, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat ekonomi desa melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat terhadap pupuk, modal usaha, distribusi hasil panen, kebutuhan pokok, hingga obat-obatan dengan harga yang lebih terjangkau.

Menutup amanatnya, Jamhuri Amir mengajak seluruh elemen masyarakat Ketapang, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk menjadikan Harkitnas ke-118 sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan literasi digital.

Menurutnya, semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui kolaborasi dan kontribusi nyata demi mendukung arah pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

“Momentum Harkitnas ini harus menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa dimulai dari kesiapan masyarakat menghadapi perubahan zaman, termasuk dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berkarakter,” pungkasnya. (Adi LC)

Wabup Ketapang Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih, Dorong Penguatan Ekonomi Desa
Wabup Ketapang Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih, Dorong Penguatan Ekonomi Desa
Monday, 18/05/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengikuti secara daring peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Prabowo Subianto, Sabtu (16/05/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui penguatan sektor koperasi. Program Koperasi Merah Putih juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Ketapang.

Pemerintah Kabupaten Ketapang menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut. Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dinilai menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengatakan program ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat perekonomian masyarakat hingga ke pelosok desa. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis sebagai pilar penggerak ekonomi rakyat yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

“Penguatan koperasi bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang membangun kemandirian desa dan memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat paling bawah,” ujar Jamhuri Amir.

Ia menambahkan, koperasi yang sehat dan produktif dapat membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun ekonomi nasional yang inklusif dan berbasis potensi lokal.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, pelaku usaha, hingga warga sebagai anggota koperasi.

Dengan kolaborasi yang kuat, koperasi diharapkan benar-benar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang modern, profesional, dan memiliki daya saing di tengah tantangan ekonomi saat ini. (Adi LC)