Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
porprov kalbar
Targetkan Emas Porprov Kalbar, Pebiliar Muda Kayong Utara Herviana Yolanda Genjot Latihan
Targetkan Emas Porprov Kalbar, Pebiliar Muda Kayong Utara Herviana Yolanda Genjot Latihan
Monday, 12/10/2026

KALBARONLINE.com – Pebiliar muda asal Kabupaten Kayong Utara, Herviana Yolanda, terus menggenjot latihan demi meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat. Meski sempat vakum cukup lama, atlet yang akrab disapa Via ini optimistis mampu memberikan hasil terbaik untuk daerahnya.

Perjalanan Via di dunia biliar bermula pada 2022, ketika ia diajak seorang rekannya bermain biliar di Pontianak. Awalnya, ia hanya tertarik melihat keseruan permainan tersebut. Namun, rasa penasaran itu kemudian mendorongnya belajar secara mandiri hingga menekuni olahraga ini selama kurang lebih dua tahun.

“Dulu pernah ikut kawan di Pontianak. Pas di Pontianak tahun 2022, lihat kawan itu kayak seru ya main biliar. Jadi pengen coba. Belajarlah, main sendiri awalnya. Belajar-belajar, menekuni hampir dua tahunan,” tutur Via mengenang awal mula mengenal biliar.

Seiring waktu, minat Via semakin berkembang setelah bergabung dengan komunitas atlet biliar putri Kalimantan Barat, PEPI Kalbar. Melalui komunitas tersebut, ia mulai rutin mengikuti berbagai kejuaraan dan turnamen lokal. Pengalaman itu turut membuka kesempatan baginya untuk mewakili salah satu tempat biliar di Pontianak.

“Lama-kelamaan di Pontianak ada kegiatan atlet, khusus cewek. Jadi dibuat atlet cewek Kalbar. Ada grupnya namanya PEPI Kalbar. Di komunitas itu sering diadakan turnamen, di situlah kami sering ikut lomba. Dari situ Via menekuni biliar,” jelasnya.

Pada Porprov Kalbar mendatang, Via dijadwalkan bertanding pada nomor bola 10 dan bola 15. Menurutnya, kedua nomor tersebut memiliki karakteristik permainan dan tingkat kesulitan masing-masing.

Dalam persiapannya, Via meningkatkan intensitas latihan selama sebulan terakhir untuk mengejar ketertinggalan setelah sempat vakum. Baginya, biliar bukan sekadar kemampuan menyodok bola, tetapi juga olahraga yang menuntut konsentrasi, perhitungan, dan strategi.

“Kalau kita main nine ball, bola 9 harus berurutan masuknya dari bola 1 sampai ke 9. Jadi di situ letak berpikirnya, bagaimana menyimpan bola putihnya atau parkir. Misalnya bola 1 dimasukkan, bagaimana caranya bola putih bisa dekat dengan bola 2 supaya enak menyodoknya. Di situ enaknya biliar, kita harus berpikir,” paparnya.

Via mengakui, mengatur posisi bola putih atau cue ball menjadi salah satu tantangan tersulit dalam permainan biliar. Penempatan bola putih yang tepat menentukan kemudahan pemain dalam melakukan pukulan berikutnya.

“Parkir sih menurutku, mengatur bola putihnya supaya tepat. Itu yang membuat sulit kalau menurut Via. Karena biliar memang harus berpikir, jadi kesulitannya di situ,” tambahnya.

Selain latihan, dukungan keluarga menjadi modal penting bagi Via dalam menghadapi Porprov. Ia mengungkapkan, orang tuanya sempat tidak mendukung ketika dirinya mulai menekuni biliar. Menurutnya, pandangan negatif sebagian masyarakat terhadap olahraga tersebut menjadi salah satu penyebabnya.

Namun, pandangan itu perlahan berubah setelah orang tuanya melihat langsung kegiatan latihan dan mendapat penjelasan dari para senior biliar di Kayong Utara bahwa biliar yang ditekuninya merupakan cabang olahraga.

“Kalau dulu, orang tua sangat tidak mendukung biliar ini. Mungkin karena orang awam berpikir negatif, ada yang mengaitkan dengan judi atau hal lain. Namun, ini khusus untuk Porprov, berarti olahraga. Sekarang Mama dan Ayah sangat mendukung,” ungkapnya.

Via mengatakan, ia juga mengajak ibunya melihat langsung tempat latihan. Dukungan semakin kuat setelah seorang pebiliar senior asal Kayong Utara yang pernah meraih medali perunggu turut menjelaskan kepada orang tuanya mengenai kegiatan biliar sebagai olahraga.

Kini, dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan keluarga, Via memasang target tinggi di Porprov Kalbar. Ia berharap bisa membawa pulang medali emas untuk Kabupaten Kayong Utara.

“Ya, kalau bisa medali emas. Makanya harus berusaha dan latihan,” pungkas Via. (Sans)

Anggaran Porprov Jadi Sorotan, Wacana Atlet Kapuas Hulu Pindah Daerah Mulai Bergulir
Anggaran Porprov Jadi Sorotan, Wacana Atlet Kapuas Hulu Pindah Daerah Mulai Bergulir
Sunday, 02/08/2026

KALBARONLINE.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat XIV yang akan digelar pada 7–14 November 2026 menjadi momentum penting bagi atlet Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengukir prestasi dan meraih medali.

Namun, menjelang ajang olahraga empat tahunan tersebut, muncul kekhawatiran terkait wacana kepindahan atau mutasi sejumlah atlet Kapuas Hulu ke kabupaten lain akibat persoalan anggaran pembinaan.

Pemerhati olahraga Kabupaten Kapuas Hulu, Iskandar, menyoroti wacana eksodus atlet yang disebut terus bergulir menjelang Porprov Kalbar XIV.

Menurutnya, apabila hal tersebut benar terjadi, kondisi itu dapat berdampak terhadap capaian prestasi dan peringkat kontingen Kapuas Hulu pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Imbas dari efisiensi anggaran, wacana pindah serta mutasi atlet Kapuas Hulu ke kabupaten lain terus bergulir,” ujarnya.

Iskandar mengatakan, Kabupaten Kapuas Hulu pada Porprov Kalbar XIII tahun 2022 lalu berhasil menempati peringkat ketujuh se-Kalimantan Barat.

Ia mempertanyakan apakah posisi tersebut dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan pada Porprov XIV tahun 2026 apabila sejumlah atlet terbaik memilih memperkuat daerah lain.

“Dibalik itu semua, yang menjadi pertanyaan bisakah Kabupaten Kapuas Hulu pada Porprov ke XIV mempertahankan peringkat ketujuh yang diperoleh pada Porprov ke XIII tahun 2022 lalu maupun menaikkan peringkat ataupun peringkat menjadi juru kunci,” kata Iskandar.

Menurutnya, kepindahan atlet tentu akan memberikan dampak besar terhadap kekuatan kontingen Kapuas Hulu.

Jika atlet potensial yang selama ini menjadi andalan berpindah daerah, maka peluang meraih medali dan mempertahankan prestasi sebelumnya akan semakin berat.

“Jika ini benar terjadi, maka akan berimbas serta berpengaruh juga secara otomatis turunnya peringkat Kabupaten Kapuas Hulu secara signifikan,” katanya.

Iskandar berharap wacana tersebut tidak sampai terjadi. Ia meminta para atlet tetap fokus, konsisten, dan memiliki semangat untuk membela daerah asalnya pada Porprov Kalbar XIV.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Bupati dan Wakil Bupati dapat mencari solusi terkait kendala anggaran yang menjadi persoalan utama.

Menurutnya, yang dipertaruhkan bukan hanya soal medali, tetapi juga marwah dan nama baik Kabupaten Kapuas Hulu di ajang olahraga tingkat provinsi.

Sementara itu, sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga Kapuas Hulu mengungkapkan bahwa Porprov merupakan ajang strategis sebagai tolak ukur prestasi sekaligus peluang menuju kompetisi yang lebih tinggi seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pra PON, hingga PON 2028.

Mereka menyebut setiap atlet memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mendapatkan kesempatan berkompetisi dan meraih prestasi.

“Jadi kalau melihat kondisi seperti ini, bahwa ada wacana akan membatasi atlet cabor untuk mengikuti Porprov ke XIV, maka dengan berat hati kami akan memilih untuk pindah dan memperkuat Kabupaten lain saja. Percuma saja bagi kami membela Kapuas Hulu, tapi ada kendala anggaran,” kata sejumlah atlet yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.

Para atlet berharap Bupati, Wakil Bupati, DPRD, perbankan, maupun pihak terkait lainnya dapat memberikan solusi atas keterbatasan anggaran tersebut.

Mereka berharap seluruh atlet cabang olahraga Kabupaten Kapuas Hulu yang telah lolos verifikasi KONI Kalbar tetap dapat mengikuti Porprov Kalbar XIV tahun 2026.

“Harapan kami ada solusi yang arif dan bijaksana agar seluruh atlet bisa tampil, mendukung, dan menyukseskan Porprov Kalbar XIV,” tutur sejumlah atlet. (Haq)

Jelang Porprov Kalbar XIV, Pemerhati Olahraga Soroti Potensi Eksodus Atlet Kapuas Hulu
Jelang Porprov Kalbar XIV, Pemerhati Olahraga Soroti Potensi Eksodus Atlet Kapuas Hulu
Tuesday, 21/07/2026

KALBARONLINE.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat XIV yang akan digelar pada 7–14 November 2026 menjadi momentum penting bagi para atlet untuk mengukir prestasi sekaligus membuka jalan menuju ajang yang lebih tinggi, seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan DKI Jakarta.

Pada ajang olahraga empat tahunan tersebut, Kabupaten Kapuas Hulu akan mengirimkan para atlet terbaiknya untuk bersaing dengan kontingen dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.

Selain membutuhkan persiapan yang matang, keikutsertaan dalam Porprov juga memerlukan dukungan anggaran yang tidak sedikit, termasuk untuk pembinaan serta bonus bagi atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali.

Di tengah persiapan tersebut, pemerhati olahraga Kapuas Hulu, Tatang Suntani, menyoroti munculnya wacana kepindahan atau mutasi sejumlah atlet Kapuas Hulu ke kabupaten lain menjelang Porprov Kalbar XIV.

Menurutnya, apabila kabar tersebut benar terjadi, kondisi itu berpotensi memengaruhi capaian prestasi kontingen Kapuas Hulu, yang pada Porprov XIII tahun 2022 berhasil menempati peringkat ketujuh.

"Dibalik itu semua, yang menjadi pertanyaan masih mampukah Kabupaten Kapuas Hulu pada Porprov ke XIV mampu mempertahankan peringkat ketujuh yang diperoleh pada Porprov ke XIII tahun 2022 lalu atau menaikkan peringkat. Apalagi ada wacana atlet dari Kabupaten Kapuas Hulu pada Porprov ke XIV akan hengkang atau mutasi serta pindah menjadi atlet dari kabupaten lain. Jika ini benar terjadi, maka akan berimbas kepada turunnya peringkat Kabupaten Kapuas Hulu secara drastis," kata Tatang Suntani, Selasa (21/7/2026).

Tatang berharap wacana tersebut tidak benar-benar terjadi sehingga atlet-atlet Kapuas Hulu tetap dapat memperkuat daerah asalnya pada Porprov Kalbar XIV.

"Kita sangat berharap semoga wacana hengkangnya atau pindahnya atlet Kabupaten Kapuas Hulu ke kabupaten lain pada Porprov ke XIV tahun 2026 ini tidak terjadi," pungkasnya. (Haq)