Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 02 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat XIV yang akan digelar pada 7–14 November 2026 menjadi momentum penting bagi atlet Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengukir prestasi dan meraih medali.
Namun, menjelang ajang olahraga empat tahunan tersebut, muncul kekhawatiran terkait wacana kepindahan atau mutasi sejumlah atlet Kapuas Hulu ke kabupaten lain akibat persoalan anggaran pembinaan.
Pemerhati olahraga Kabupaten Kapuas Hulu, Iskandar, menyoroti wacana eksodus atlet yang disebut terus bergulir menjelang Porprov Kalbar XIV.
Menurutnya, apabila hal tersebut benar terjadi, kondisi itu dapat berdampak terhadap capaian prestasi dan peringkat kontingen Kapuas Hulu pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Imbas dari efisiensi anggaran, wacana pindah serta mutasi atlet Kapuas Hulu ke kabupaten lain terus bergulir,” ujarnya.
Iskandar mengatakan, Kabupaten Kapuas Hulu pada Porprov Kalbar XIII tahun 2022 lalu berhasil menempati peringkat ketujuh se-Kalimantan Barat.
Ia mempertanyakan apakah posisi tersebut dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan pada Porprov XIV tahun 2026 apabila sejumlah atlet terbaik memilih memperkuat daerah lain.
“Dibalik itu semua, yang menjadi pertanyaan bisakah Kabupaten Kapuas Hulu pada Porprov ke XIV mempertahankan peringkat ketujuh yang diperoleh pada Porprov ke XIII tahun 2022 lalu maupun menaikkan peringkat ataupun peringkat menjadi juru kunci,” kata Iskandar.
Menurutnya, kepindahan atlet tentu akan memberikan dampak besar terhadap kekuatan kontingen Kapuas Hulu.
Jika atlet potensial yang selama ini menjadi andalan berpindah daerah, maka peluang meraih medali dan mempertahankan prestasi sebelumnya akan semakin berat.
“Jika ini benar terjadi, maka akan berimbas serta berpengaruh juga secara otomatis turunnya peringkat Kabupaten Kapuas Hulu secara signifikan,” katanya.
Iskandar berharap wacana tersebut tidak sampai terjadi. Ia meminta para atlet tetap fokus, konsisten, dan memiliki semangat untuk membela daerah asalnya pada Porprov Kalbar XIV.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Bupati dan Wakil Bupati dapat mencari solusi terkait kendala anggaran yang menjadi persoalan utama.
Menurutnya, yang dipertaruhkan bukan hanya soal medali, tetapi juga marwah dan nama baik Kabupaten Kapuas Hulu di ajang olahraga tingkat provinsi.
Sementara itu, sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga Kapuas Hulu mengungkapkan bahwa Porprov merupakan ajang strategis sebagai tolak ukur prestasi sekaligus peluang menuju kompetisi yang lebih tinggi seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pra PON, hingga PON 2028.
Mereka menyebut setiap atlet memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mendapatkan kesempatan berkompetisi dan meraih prestasi.
“Jadi kalau melihat kondisi seperti ini, bahwa ada wacana akan membatasi atlet cabor untuk mengikuti Porprov ke XIV, maka dengan berat hati kami akan memilih untuk pindah dan memperkuat Kabupaten lain saja. Percuma saja bagi kami membela Kapuas Hulu, tapi ada kendala anggaran,” kata sejumlah atlet yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.
Para atlet berharap Bupati, Wakil Bupati, DPRD, perbankan, maupun pihak terkait lainnya dapat memberikan solusi atas keterbatasan anggaran tersebut.
Mereka berharap seluruh atlet cabang olahraga Kabupaten Kapuas Hulu yang telah lolos verifikasi KONI Kalbar tetap dapat mengikuti Porprov Kalbar XIV tahun 2026.
“Harapan kami ada solusi yang arif dan bijaksana agar seluruh atlet bisa tampil, mendukung, dan menyukseskan Porprov Kalbar XIV,” tutur sejumlah atlet. (Haq)
KALBARONLINE.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat XIV yang akan digelar pada 7–14 November 2026 menjadi momentum penting bagi atlet Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengukir prestasi dan meraih medali.
Namun, menjelang ajang olahraga empat tahunan tersebut, muncul kekhawatiran terkait wacana kepindahan atau mutasi sejumlah atlet Kapuas Hulu ke kabupaten lain akibat persoalan anggaran pembinaan.
Pemerhati olahraga Kabupaten Kapuas Hulu, Iskandar, menyoroti wacana eksodus atlet yang disebut terus bergulir menjelang Porprov Kalbar XIV.
Menurutnya, apabila hal tersebut benar terjadi, kondisi itu dapat berdampak terhadap capaian prestasi dan peringkat kontingen Kapuas Hulu pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Imbas dari efisiensi anggaran, wacana pindah serta mutasi atlet Kapuas Hulu ke kabupaten lain terus bergulir,” ujarnya.
Iskandar mengatakan, Kabupaten Kapuas Hulu pada Porprov Kalbar XIII tahun 2022 lalu berhasil menempati peringkat ketujuh se-Kalimantan Barat.
Ia mempertanyakan apakah posisi tersebut dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan pada Porprov XIV tahun 2026 apabila sejumlah atlet terbaik memilih memperkuat daerah lain.
“Dibalik itu semua, yang menjadi pertanyaan bisakah Kabupaten Kapuas Hulu pada Porprov ke XIV mempertahankan peringkat ketujuh yang diperoleh pada Porprov ke XIII tahun 2022 lalu maupun menaikkan peringkat ataupun peringkat menjadi juru kunci,” kata Iskandar.
Menurutnya, kepindahan atlet tentu akan memberikan dampak besar terhadap kekuatan kontingen Kapuas Hulu.
Jika atlet potensial yang selama ini menjadi andalan berpindah daerah, maka peluang meraih medali dan mempertahankan prestasi sebelumnya akan semakin berat.
“Jika ini benar terjadi, maka akan berimbas serta berpengaruh juga secara otomatis turunnya peringkat Kabupaten Kapuas Hulu secara signifikan,” katanya.
Iskandar berharap wacana tersebut tidak sampai terjadi. Ia meminta para atlet tetap fokus, konsisten, dan memiliki semangat untuk membela daerah asalnya pada Porprov Kalbar XIV.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Bupati dan Wakil Bupati dapat mencari solusi terkait kendala anggaran yang menjadi persoalan utama.
Menurutnya, yang dipertaruhkan bukan hanya soal medali, tetapi juga marwah dan nama baik Kabupaten Kapuas Hulu di ajang olahraga tingkat provinsi.
Sementara itu, sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga Kapuas Hulu mengungkapkan bahwa Porprov merupakan ajang strategis sebagai tolak ukur prestasi sekaligus peluang menuju kompetisi yang lebih tinggi seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pra PON, hingga PON 2028.
Mereka menyebut setiap atlet memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mendapatkan kesempatan berkompetisi dan meraih prestasi.
“Jadi kalau melihat kondisi seperti ini, bahwa ada wacana akan membatasi atlet cabor untuk mengikuti Porprov ke XIV, maka dengan berat hati kami akan memilih untuk pindah dan memperkuat Kabupaten lain saja. Percuma saja bagi kami membela Kapuas Hulu, tapi ada kendala anggaran,” kata sejumlah atlet yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.
Para atlet berharap Bupati, Wakil Bupati, DPRD, perbankan, maupun pihak terkait lainnya dapat memberikan solusi atas keterbatasan anggaran tersebut.
Mereka berharap seluruh atlet cabang olahraga Kabupaten Kapuas Hulu yang telah lolos verifikasi KONI Kalbar tetap dapat mengikuti Porprov Kalbar XIV tahun 2026.
“Harapan kami ada solusi yang arif dan bijaksana agar seluruh atlet bisa tampil, mendukung, dan menyukseskan Porprov Kalbar XIV,” tutur sejumlah atlet. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini