Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 05 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyoroti kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) serta mahalnya harga BBM jenis pertalite yang terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Ditemui wartawan di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menyampaikan bahwa persoalan kelangkaan gas elpiji dan tingginya harga pertalite sebenarnya telah ia sampaikan kepada pihak Pertamina sejak sebelum perayaan Natal 2025.
“Sebelum hari Natal, terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dan BBM pertalite, kami sudah menyampaikan kepada pihak Pertamina. Ini bukan hanya terjadi di Kapuas Hulu, tetapi merata di Kalimantan Barat. Bahkan sebelum Natal, melalui Kabag Ekonomi Pembangunan juga sudah disampaikan kondisi di Kapuas Hulu,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Selain berkoordinasi dengan Pertamina, Bupati Fransiskus juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan penertiban apabila ditemukan adanya agen atau oknum nakal yang sengaja menimbun gas elpiji demi meraup keuntungan di tengah sulitnya kondisi ekonomi masyarakat.
“Saya minta agar segera ditindak oleh pihak yang berwajib. Tim gabungan harus melakukan penertiban terhadap oknum-oknum seperti itu, karena mereka mengambil kesempatan di dalam kesusahan masyarakat dan membuat harga gas elpiji 3 kilogram melonjak tinggi,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menjadikan persoalan kelangkaan elpiji 3 kilogram maupun melonjaknya harga BBM pertalite sebagai perhatian serius, mengingat kebutuhan tersebut sangat vital bagi masyarakat.
“Masalah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dan mahalnya harga BBM pertalite ini menjadi perhatian kami,” tutup Fransiskus. (Haq)
KALBARONLINE.com – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyoroti kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) serta mahalnya harga BBM jenis pertalite yang terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Ditemui wartawan di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menyampaikan bahwa persoalan kelangkaan gas elpiji dan tingginya harga pertalite sebenarnya telah ia sampaikan kepada pihak Pertamina sejak sebelum perayaan Natal 2025.
“Sebelum hari Natal, terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dan BBM pertalite, kami sudah menyampaikan kepada pihak Pertamina. Ini bukan hanya terjadi di Kapuas Hulu, tetapi merata di Kalimantan Barat. Bahkan sebelum Natal, melalui Kabag Ekonomi Pembangunan juga sudah disampaikan kondisi di Kapuas Hulu,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Selain berkoordinasi dengan Pertamina, Bupati Fransiskus juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan penertiban apabila ditemukan adanya agen atau oknum nakal yang sengaja menimbun gas elpiji demi meraup keuntungan di tengah sulitnya kondisi ekonomi masyarakat.
“Saya minta agar segera ditindak oleh pihak yang berwajib. Tim gabungan harus melakukan penertiban terhadap oknum-oknum seperti itu, karena mereka mengambil kesempatan di dalam kesusahan masyarakat dan membuat harga gas elpiji 3 kilogram melonjak tinggi,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menjadikan persoalan kelangkaan elpiji 3 kilogram maupun melonjaknya harga BBM pertalite sebagai perhatian serius, mengingat kebutuhan tersebut sangat vital bagi masyarakat.
“Masalah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dan mahalnya harga BBM pertalite ini menjadi perhatian kami,” tutup Fransiskus. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini