Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 12 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Pebiliar muda asal Kabupaten Kayong Utara, Herviana Yolanda, terus menggenjot latihan demi meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat. Meski sempat vakum cukup lama, atlet yang akrab disapa Via ini optimistis mampu memberikan hasil terbaik untuk daerahnya.
Perjalanan Via di dunia biliar bermula pada 2022, ketika ia diajak seorang rekannya bermain biliar di Pontianak. Awalnya, ia hanya tertarik melihat keseruan permainan tersebut. Namun, rasa penasaran itu kemudian mendorongnya belajar secara mandiri hingga menekuni olahraga ini selama kurang lebih dua tahun.
“Dulu pernah ikut kawan di Pontianak. Pas di Pontianak tahun 2022, lihat kawan itu kayak seru ya main biliar. Jadi pengen coba. Belajarlah, main sendiri awalnya. Belajar-belajar, menekuni hampir dua tahunan,” tutur Via mengenang awal mula mengenal biliar.
Seiring waktu, minat Via semakin berkembang setelah bergabung dengan komunitas atlet biliar putri Kalimantan Barat, PEPI Kalbar. Melalui komunitas tersebut, ia mulai rutin mengikuti berbagai kejuaraan dan turnamen lokal. Pengalaman itu turut membuka kesempatan baginya untuk mewakili salah satu tempat biliar di Pontianak.
“Lama-kelamaan di Pontianak ada kegiatan atlet, khusus cewek. Jadi dibuat atlet cewek Kalbar. Ada grupnya namanya PEPI Kalbar. Di komunitas itu sering diadakan turnamen, di situlah kami sering ikut lomba. Dari situ Via menekuni biliar,” jelasnya.
Pada Porprov Kalbar mendatang, Via dijadwalkan bertanding pada nomor bola 10 dan bola 15. Menurutnya, kedua nomor tersebut memiliki karakteristik permainan dan tingkat kesulitan masing-masing.
Dalam persiapannya, Via meningkatkan intensitas latihan selama sebulan terakhir untuk mengejar ketertinggalan setelah sempat vakum. Baginya, biliar bukan sekadar kemampuan menyodok bola, tetapi juga olahraga yang menuntut konsentrasi, perhitungan, dan strategi.
“Kalau kita main nine ball, bola 9 harus berurutan masuknya dari bola 1 sampai ke 9. Jadi di situ letak berpikirnya, bagaimana menyimpan bola putihnya atau parkir. Misalnya bola 1 dimasukkan, bagaimana caranya bola putih bisa dekat dengan bola 2 supaya enak menyodoknya. Di situ enaknya biliar, kita harus berpikir,” paparnya.
Via mengakui, mengatur posisi bola putih atau cue ball menjadi salah satu tantangan tersulit dalam permainan biliar. Penempatan bola putih yang tepat menentukan kemudahan pemain dalam melakukan pukulan berikutnya.
“Parkir sih menurutku, mengatur bola putihnya supaya tepat. Itu yang membuat sulit kalau menurut Via. Karena biliar memang harus berpikir, jadi kesulitannya di situ,” tambahnya.
Selain latihan, dukungan keluarga menjadi modal penting bagi Via dalam menghadapi Porprov. Ia mengungkapkan, orang tuanya sempat tidak mendukung ketika dirinya mulai menekuni biliar. Menurutnya, pandangan negatif sebagian masyarakat terhadap olahraga tersebut menjadi salah satu penyebabnya.
Namun, pandangan itu perlahan berubah setelah orang tuanya melihat langsung kegiatan latihan dan mendapat penjelasan dari para senior biliar di Kayong Utara bahwa biliar yang ditekuninya merupakan cabang olahraga.
“Kalau dulu, orang tua sangat tidak mendukung biliar ini. Mungkin karena orang awam berpikir negatif, ada yang mengaitkan dengan judi atau hal lain. Namun, ini khusus untuk Porprov, berarti olahraga. Sekarang Mama dan Ayah sangat mendukung,” ungkapnya.
Via mengatakan, ia juga mengajak ibunya melihat langsung tempat latihan. Dukungan semakin kuat setelah seorang pebiliar senior asal Kayong Utara yang pernah meraih medali perunggu turut menjelaskan kepada orang tuanya mengenai kegiatan biliar sebagai olahraga.
Kini, dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan keluarga, Via memasang target tinggi di Porprov Kalbar. Ia berharap bisa membawa pulang medali emas untuk Kabupaten Kayong Utara.
“Ya, kalau bisa medali emas. Makanya harus berusaha dan latihan,” pungkas Via. (Sans)
KALBARONLINE.com – Pebiliar muda asal Kabupaten Kayong Utara, Herviana Yolanda, terus menggenjot latihan demi meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat. Meski sempat vakum cukup lama, atlet yang akrab disapa Via ini optimistis mampu memberikan hasil terbaik untuk daerahnya.
Perjalanan Via di dunia biliar bermula pada 2022, ketika ia diajak seorang rekannya bermain biliar di Pontianak. Awalnya, ia hanya tertarik melihat keseruan permainan tersebut. Namun, rasa penasaran itu kemudian mendorongnya belajar secara mandiri hingga menekuni olahraga ini selama kurang lebih dua tahun.
“Dulu pernah ikut kawan di Pontianak. Pas di Pontianak tahun 2022, lihat kawan itu kayak seru ya main biliar. Jadi pengen coba. Belajarlah, main sendiri awalnya. Belajar-belajar, menekuni hampir dua tahunan,” tutur Via mengenang awal mula mengenal biliar.
Seiring waktu, minat Via semakin berkembang setelah bergabung dengan komunitas atlet biliar putri Kalimantan Barat, PEPI Kalbar. Melalui komunitas tersebut, ia mulai rutin mengikuti berbagai kejuaraan dan turnamen lokal. Pengalaman itu turut membuka kesempatan baginya untuk mewakili salah satu tempat biliar di Pontianak.
“Lama-kelamaan di Pontianak ada kegiatan atlet, khusus cewek. Jadi dibuat atlet cewek Kalbar. Ada grupnya namanya PEPI Kalbar. Di komunitas itu sering diadakan turnamen, di situlah kami sering ikut lomba. Dari situ Via menekuni biliar,” jelasnya.
Pada Porprov Kalbar mendatang, Via dijadwalkan bertanding pada nomor bola 10 dan bola 15. Menurutnya, kedua nomor tersebut memiliki karakteristik permainan dan tingkat kesulitan masing-masing.
Dalam persiapannya, Via meningkatkan intensitas latihan selama sebulan terakhir untuk mengejar ketertinggalan setelah sempat vakum. Baginya, biliar bukan sekadar kemampuan menyodok bola, tetapi juga olahraga yang menuntut konsentrasi, perhitungan, dan strategi.
“Kalau kita main nine ball, bola 9 harus berurutan masuknya dari bola 1 sampai ke 9. Jadi di situ letak berpikirnya, bagaimana menyimpan bola putihnya atau parkir. Misalnya bola 1 dimasukkan, bagaimana caranya bola putih bisa dekat dengan bola 2 supaya enak menyodoknya. Di situ enaknya biliar, kita harus berpikir,” paparnya.
Via mengakui, mengatur posisi bola putih atau cue ball menjadi salah satu tantangan tersulit dalam permainan biliar. Penempatan bola putih yang tepat menentukan kemudahan pemain dalam melakukan pukulan berikutnya.
“Parkir sih menurutku, mengatur bola putihnya supaya tepat. Itu yang membuat sulit kalau menurut Via. Karena biliar memang harus berpikir, jadi kesulitannya di situ,” tambahnya.
Selain latihan, dukungan keluarga menjadi modal penting bagi Via dalam menghadapi Porprov. Ia mengungkapkan, orang tuanya sempat tidak mendukung ketika dirinya mulai menekuni biliar. Menurutnya, pandangan negatif sebagian masyarakat terhadap olahraga tersebut menjadi salah satu penyebabnya.
Namun, pandangan itu perlahan berubah setelah orang tuanya melihat langsung kegiatan latihan dan mendapat penjelasan dari para senior biliar di Kayong Utara bahwa biliar yang ditekuninya merupakan cabang olahraga.
“Kalau dulu, orang tua sangat tidak mendukung biliar ini. Mungkin karena orang awam berpikir negatif, ada yang mengaitkan dengan judi atau hal lain. Namun, ini khusus untuk Porprov, berarti olahraga. Sekarang Mama dan Ayah sangat mendukung,” ungkapnya.
Via mengatakan, ia juga mengajak ibunya melihat langsung tempat latihan. Dukungan semakin kuat setelah seorang pebiliar senior asal Kayong Utara yang pernah meraih medali perunggu turut menjelaskan kepada orang tuanya mengenai kegiatan biliar sebagai olahraga.
Kini, dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan keluarga, Via memasang target tinggi di Porprov Kalbar. Ia berharap bisa membawa pulang medali emas untuk Kabupaten Kayong Utara.
“Ya, kalau bisa medali emas. Makanya harus berusaha dan latihan,” pungkas Via. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini