Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kayong utara
Targetkan Emas Porprov Kalbar, Pebiliar Muda Kayong Utara Herviana Yolanda Genjot Latihan
Targetkan Emas Porprov Kalbar, Pebiliar Muda Kayong Utara Herviana Yolanda Genjot Latihan
Monday, 12/10/2026

KALBARONLINE.com – Pebiliar muda asal Kabupaten Kayong Utara, Herviana Yolanda, terus menggenjot latihan demi meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat. Meski sempat vakum cukup lama, atlet yang akrab disapa Via ini optimistis mampu memberikan hasil terbaik untuk daerahnya.

Perjalanan Via di dunia biliar bermula pada 2022, ketika ia diajak seorang rekannya bermain biliar di Pontianak. Awalnya, ia hanya tertarik melihat keseruan permainan tersebut. Namun, rasa penasaran itu kemudian mendorongnya belajar secara mandiri hingga menekuni olahraga ini selama kurang lebih dua tahun.

“Dulu pernah ikut kawan di Pontianak. Pas di Pontianak tahun 2022, lihat kawan itu kayak seru ya main biliar. Jadi pengen coba. Belajarlah, main sendiri awalnya. Belajar-belajar, menekuni hampir dua tahunan,” tutur Via mengenang awal mula mengenal biliar.

Seiring waktu, minat Via semakin berkembang setelah bergabung dengan komunitas atlet biliar putri Kalimantan Barat, PEPI Kalbar. Melalui komunitas tersebut, ia mulai rutin mengikuti berbagai kejuaraan dan turnamen lokal. Pengalaman itu turut membuka kesempatan baginya untuk mewakili salah satu tempat biliar di Pontianak.

“Lama-kelamaan di Pontianak ada kegiatan atlet, khusus cewek. Jadi dibuat atlet cewek Kalbar. Ada grupnya namanya PEPI Kalbar. Di komunitas itu sering diadakan turnamen, di situlah kami sering ikut lomba. Dari situ Via menekuni biliar,” jelasnya.

Pada Porprov Kalbar mendatang, Via dijadwalkan bertanding pada nomor bola 10 dan bola 15. Menurutnya, kedua nomor tersebut memiliki karakteristik permainan dan tingkat kesulitan masing-masing.

Dalam persiapannya, Via meningkatkan intensitas latihan selama sebulan terakhir untuk mengejar ketertinggalan setelah sempat vakum. Baginya, biliar bukan sekadar kemampuan menyodok bola, tetapi juga olahraga yang menuntut konsentrasi, perhitungan, dan strategi.

“Kalau kita main nine ball, bola 9 harus berurutan masuknya dari bola 1 sampai ke 9. Jadi di situ letak berpikirnya, bagaimana menyimpan bola putihnya atau parkir. Misalnya bola 1 dimasukkan, bagaimana caranya bola putih bisa dekat dengan bola 2 supaya enak menyodoknya. Di situ enaknya biliar, kita harus berpikir,” paparnya.

Via mengakui, mengatur posisi bola putih atau cue ball menjadi salah satu tantangan tersulit dalam permainan biliar. Penempatan bola putih yang tepat menentukan kemudahan pemain dalam melakukan pukulan berikutnya.

“Parkir sih menurutku, mengatur bola putihnya supaya tepat. Itu yang membuat sulit kalau menurut Via. Karena biliar memang harus berpikir, jadi kesulitannya di situ,” tambahnya.

Selain latihan, dukungan keluarga menjadi modal penting bagi Via dalam menghadapi Porprov. Ia mengungkapkan, orang tuanya sempat tidak mendukung ketika dirinya mulai menekuni biliar. Menurutnya, pandangan negatif sebagian masyarakat terhadap olahraga tersebut menjadi salah satu penyebabnya.

Namun, pandangan itu perlahan berubah setelah orang tuanya melihat langsung kegiatan latihan dan mendapat penjelasan dari para senior biliar di Kayong Utara bahwa biliar yang ditekuninya merupakan cabang olahraga.

“Kalau dulu, orang tua sangat tidak mendukung biliar ini. Mungkin karena orang awam berpikir negatif, ada yang mengaitkan dengan judi atau hal lain. Namun, ini khusus untuk Porprov, berarti olahraga. Sekarang Mama dan Ayah sangat mendukung,” ungkapnya.

Via mengatakan, ia juga mengajak ibunya melihat langsung tempat latihan. Dukungan semakin kuat setelah seorang pebiliar senior asal Kayong Utara yang pernah meraih medali perunggu turut menjelaskan kepada orang tuanya mengenai kegiatan biliar sebagai olahraga.

Kini, dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan keluarga, Via memasang target tinggi di Porprov Kalbar. Ia berharap bisa membawa pulang medali emas untuk Kabupaten Kayong Utara.

“Ya, kalau bisa medali emas. Makanya harus berusaha dan latihan,” pungkas Via. (Sans)

Kasus ISPA di Kayong Utara Tembus 1.127, Dinkes Gencarkan Edukasi dan Bagi Masker
Kasus ISPA di Kayong Utara Tembus 1.127, Dinkes Gencarkan Edukasi dan Bagi Masker
Thursday, 27/08/2026

KALBARONLINE.com - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kayong Utara mengalami peningkatan cukup signifikan sejak Juni 2026. Hingga Kamis (27/8/2026), Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kayong Utara mencatat akumulasi kasus ISPA telah mencapai 1.127 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara, Fransiska Wardiani, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat sejak Juni dan terus mengalami kenaikan hingga Agustus.

“Kalau kita melihat kenaikan kasus dari bulan Juni, terdapat peningkatan yang cukup signifikan di bulan Agustus ini. Per hari ini data per bulan Agustus sudah mencapai 1.127 kasus,” ujar Fransiska kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).

Menurut Fransiska, terdapat tiga kecamatan di Kayong Utara yang mencatat angka kasus ISPA tertinggi. Ketiganya yakni Kecamatan Sukadana, Teluk Batang dan Simpang Hilir.

Mengantisipasi peningkatan kasus, Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara telah meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) meningkatkan kewaspadaan dini.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bertambahnya kasus sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pencegahan ISPA.

“Untuk penanggulangan yang saat ini dilakukan, kami sudah meminta seluruh faskes melakukan kewaspadaan dini terhadap kasus kenaikan ISPA. Penanggulangan di tingkat faskes dilakukan melalui pembagian masker gratis serta edukasi pencegahan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya kasus ISPA hingga pertengahan Agustus, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan upaya pencegahan dan memanfaatkan edukasi kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing. (Sans)

4.228 Hektare Lahan Terbakar di Kayong Utara, 3.460 Titik Api Terdeteksi
4.228 Hektare Lahan Terbakar di Kayong Utara, 3.460 Titik Api Terdeteksi
Monday, 24/08/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Sepanjang Agustus 2026, sekitar 3.460 titik api terdeteksi, sementara luas lahan yang terbakar telah mencapai 4.228 hektare.

Data tersebut disampaikan Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo berdasarkan informasi yang dihimpun dari Posko Terpadu Penanganan Karhutla Kabupaten Kayong Utara, Senin (24/8/2026).

"Sebagai informasi dari data yang kami himpun dari Posko Padu Penanganan Karhutla wilayah Kabupaten Kayong Utara, untuk jumlah lahan yang saat ini sudah terbakar itu sejumlah kurang lebih 4.228 hektar," ujar AKBP Adi Prabowo kepada awak media, Senin (24/8).

Meski luas lahan yang terbakar mencapai ribuan hektare, personel gabungan terus melakukan penanganan di sejumlah wilayah. Hingga saat ini, sekitar 2.536 hektare lahan telah berhasil dipadamkan.

"Saat ini dengan seluruh sumber daya yang ada, kita sudah berhasil memadamkan kurang lebih 2.536 hektar," lanjutnya.

Di sisi lain, jumlah titik api yang terdeteksi sepanjang Agustus juga cukup tinggi. Kapolres mencatat sekitar 3.460 titik api dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

"Untuk titik api di bulan Agustus ini saja ada 3.460-an titik api. Itu bervariasi dari yang level ringan, sedang, maupun yang tinggi," jelasnya.

Penanganan karhutla masih terus dilakukan oleh personel gabungan melalui Posko Terpadu. Petugas juga tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, sekaligus melanjutkan pemadaman di lokasi yang masih rawan.

Dengan kondisi tersebut, upaya pengendalian terus dilakukan menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia agar titik api baru dapat segera ditangani dan kebakaran tidak semakin meluas. (Sans)

Karhutla Kayong Utara Tembus 2.272 Hektar, Meliputi APL hingga Kawasan Hutan
Karhutla Kayong Utara Tembus 2.272 Hektar, Meliputi APL hingga Kawasan Hutan
Sunday, 23/08/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat total lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 2.272 hektar.

Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, mengatakan angka tersebut merupakan data terbaru akumulasi luas lahan yang terbakar di sejumlah wilayah Kayong Utara.

“Luas lahan yang terbakar di Kayong Utara saat ini tercatat sekitar 2.272 hektar,” ujar Fathul Bahri kepada sejumlah awak media, Sabtu (22/8/2026).

Dari total tersebut, sekitar 500 hingga 700 hektar berada di Area Penggunaan Lain (APL). Kawasan APL yang terbakar mencakup area permukiman warga serta perkebunan.

Sementara itu, sebagian besar sisa luas lahan yang terbakar berada di kawasan hutan.

Data tersebut menunjukkan karhutla di Kayong Utara tidak hanya berdampak pada lahan masyarakat dan perkebunan, tetapi juga telah mencakup kawasan hutan.

BPBD bersama tim gabungan hingga kini masih melakukan upaya pemadaman dan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengendalikan penyebaran api. (Sans)

Kawasan Industri Pulau Penebang Dukung Kayong Utara Kerahkan Truk Air Bantu Penanganan Karhutla
Kawasan Industri Pulau Penebang Dukung Kayong Utara Kerahkan Truk Air Bantu Penanganan Karhutla
Saturday, 15/08/2026

KALBARONLINE.com – Memasuki musim kemarau, upaya mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kayong Utara membutuhkan kesiapsiagaan dan kolaborasi seluruh pihak. Menyikapi kondisi ini, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) menunjukkan kepeduliannya.

Dukungan diwujudkan melalui pengerahan unit truk pengangkut air yang akan mendukung tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara selama kurang lebih sebulan.

Selain truk air, KIPP juga menyerahkan bantuan pompa air, masker gas, multivitamin, susu, serta dukungan akomodasi dan konsumsi bagi petugas BPBD yang bertugas memadamkan karhutla.

“Kami memahami bahwa memasuki musim kemarau, potensi Karhutla menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, KIPP ingin mengambil bagian sesuai dengan kemampuan yang kami miliki untuk mendukung para petugas dan masyarakat di Kayong Utara,” ujar perwakilan KIPP Dev Herinda dalam kegiatan penyerahan dukungan di Sukadana, Jumat (14/8/2026).

Kawasan Industri Pulau Penebang Dukung Kayong Utara Kerahkan Truk Air Bantu Penanganan Karhutlaa
Wakil Bupati Amru Chanwari, Sekda Erwin Sudrajat, Wakapolres Kompol Denny Satria, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Fathul Bahri dan perwakilan manajemen Kawasan Industri Pulau Penebang melepas truk air di Sukadana, Jumat (14/8/2026). Truk air yang dipinjamkan perusahaan ini akan mendukung operasional BPBD Kayong Utara (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)​

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, dunia usaha dan masyarakat untuk memperkuat pencegahan sekaligus kesiapsiagaan di tingkat lapangan.

“Kehadiran kami bukan sekadar menyerahkan bantuan. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk kepedulian sosial KIPP terhadap masyarakat dan lingkungan di Kayong Utara. Kami ingin keberadaan KIPP dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap daerah tempat kami beraktivitas,” katanya.

Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari mengapresiasi kontribusi Kawasan Industri Pulau Penebang dalam penanganan karhutla di Kayong Utara.

“Kami dari Pemda Kayong sangat berterima kasih sekali adanya kepedulian dan rasa kebersamaan terhadap masalah yang sedang kita hadapi sekarang. Dengan krisis air ini juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Kayong Utara tentunya dengan keterbatasan jumlah personel, jumlah peralatan, jumlah armada yang dimiliki oleh Pemkab Kayong. Alhamdulillah hari ini, kita dapat pinjaman unit water truck yang tentunya ini sangat berarti bagi kami dan sangat berarti pula untuk masyarakat Kayong Utara,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Amru Chanwari, Sekda Erwin Sudrajat, Wakapolres Kompol Denny Satria, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Fathul Bahri dan perwakilan manajemen Kawasan Industri Pulau Penebang turun ke jalan membagikan masker kepada pengguna jalan raya di depan Masjid Agung Oesman Al-Khair. (*)

Kualitas Udara Memburuk, Siswa Kayong Utara Dialihkan Belajar Daring
Kualitas Udara Memburuk, Siswa Kayong Utara Dialihkan Belajar Daring
Tuesday, 11/08/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap dan cuaca panas ekstrem terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah. Langkah tersebut mencakup pemberian imbauan teknis, koordinasi lintas instansi, hingga menyiapkan skenario pembelajaran jarak jauh.

Untuk memantau kualitas udara dan memastikan kondisi kesehatan siswa tetap terjaga, Dinas Pendidikan menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kayong Utara. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pendistribusian masker ke sekolah-sekolah melalui puskesmas setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, menjelaskan pembagian masker menjadi bagian dari upaya perlindungan awal bagi warga sekolah.

“Selain mengeluarkan surat imbauan, saat ini dibantu Dinas Kesehatan melalui puskesmas untuk membagikan masker ke sekolah-sekolah,” kata Jumadi saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Mengenai pemantauan kualitas udara, pihaknya berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk mendapatkan data dan pembaruan kondisi udara secara berkala.

“Untuk pantauan kualitas udara kita sedang berkoordinasi dengan Dinas LH,” ujarnya.

Sebelumnya, langkah antisipasi telah diawali dengan penerbitan Surat Edaran Nomor B/400.3.5/366/DIK-II/VII/2026 pada 30 Juli 2026. Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Kayong Utara serta memuat sejumlah panduan selama musim kemarau.

Dalam edaran tersebut, seluruh warga sekolah diwajibkan mengenakan masker, khususnya saat beraktivitas di area terbuka. Siswa juga disarankan membawa air minum sendiri dari rumah guna mencegah dehidrasi.

Selain itu, kegiatan fisik di luar ruangan seperti upacara bendera hari Senin dihentikan sementara untuk meminimalkan paparan udara buruk dan terik matahari.

“Pelaksanaan upacara bendera hari Senin dan kegiatan lain yang dilaksanakan di luar ruangan ditiadakan untuk sementara waktu sampai kondisi cuaca membaik atau terdapat pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi surat tersebut.

Langkah preventif ini dilakukan untuk melindungi kesehatan siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Apabila kondisi kualitas udara semakin memburuk, Dinas Pendidikan Kayong Utara siap mengambil kebijakan lebih lanjut demi keselamatan peserta didik.

“Jika semakin memburuk, kita akan alihkan pelajaran siswa menjadi daring,” tegasnya.

Melalui berbagai langkah antisipasi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara berharap kondisi cuaca dan kualitas udara segera membaik sehingga proses belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali berjalan normal. (Sans)

KIPP Luncurkan Program Desa Tangguh Bencana di Kayong Utara, Warga Dibekali Pelatihan Penanganan Kebakaran
KIPP Luncurkan Program Desa Tangguh Bencana di Kayong Utara, Warga Dibekali Pelatihan Penanganan Kebakaran
Thursday, 06/08/2026

KALBARONLINE.com – Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) meluncurkan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.

Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan KIPP dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di wilayah kepulauan agar lebih siap menghadapi situasi darurat. Melalui Destana, masyarakat didorong menjadi aktor utama dalam mitigasi, respons awal, dan pengurangan risiko bencana.

Sebagai langkah awal implementasi program, KIPP menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran di Dusun Kelawar, Desa Pelapis, pada awal Agustus 2026.

Pelatihan yang diikuti masyarakat dan aparatur desa tersebut meliputi pengenalan jenis-jenis kebakaran, penggunaan peralatan pemadam kebakaran, hingga simulasi dan praktik langsung penanganan kebakaran di lapangan.

Melalui kegiatan itu, peserta memperoleh pengalaman mengoperasikan peralatan pemadam kebakaran sekaligus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melakukan respons cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, maupun kondisi darurat lainnya.

External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan karakteristik geografis Desa Pelapis sebagai wilayah kepulauan membuat masyarakat perlu memiliki kesiapsiagaan terhadap berbagai ancaman bencana.

"Program Desa Tangguh Bencana ini kami rancang sebagai program yang berkelanjutan. Pelatihan penanganan kebakaran merupakan tahap awal. Ke depan, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan mengenai kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, keselamatan di wilayah perairan, hingga teknik pertolongan dan evakuasi dasar. Harapannya, masyarakat memiliki kapasitas yang semakin lengkap menghadapi berbagai potensi risiko bencana di wilayahnya," ujar Sugeng.

Ia menambahkan, ketangguhan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga kemampuan warga untuk bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi keadaan darurat.

Program Destana dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas yang efektif sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Ke depan, KIPP akan melaksanakan rangkaian pelatihan dan simulasi kebencanaan secara bertahap yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Desa Pelapis.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat setempat, tetapi juga menjadi contoh penguatan ketangguhan masyarakat berbasis komunitas di Kabupaten Kayong Utara sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. (*)

MTQ ke-34 Kalbar di Kayong Utara, Kafilah Pontianak Targetkan Juara Umum
MTQ ke-34 Kalbar di Kayong Utara, Kafilah Pontianak Targetkan Juara Umum
Thursday, 30/07/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melepas keberangkatan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kota Pontianak yang akan berlaga pada MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.

Edi berharap seluruh peserta mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik Kota Pontianak dalam ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.

Ia meminta seluruh kafilah tetap fokus mempersiapkan diri dengan menjaga semangat berlatih, memperbanyak doa, serta menjaga kondisi fisik selama mengikuti perlombaan.

"Harapan masyarakat Kota Pontianak ada di pundak para kafilah. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya dan berikan penampilan terbaik agar mampu meraih prestasi yang membanggakan," ujar Edi usai acara pelepasan di Gedung LPTQ Kota Pontianak, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, para peserta yang mewakili Kota Pontianak telah melalui proses pembinaan dan seleksi mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota.

Dengan proses tersebut, Edi optimistis para kafilah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat provinsi, bahkan berpeluang melaju ke tingkat nasional.

Edi juga mengingatkan bahwa Kota Pontianak akan menjadi tuan rumah MTQ ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027.

Karena itu, ia meminta pembinaan terhadap para peserta terus ditingkatkan dan tidak berhenti setelah pelaksanaan MTQ tahun ini.

"Saya berharap kita terus meningkatkan kualitas pembinaan. Target kita bukan hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga mampu meraih prestasi terbaik, bahkan menjadi juara umum," katanya.

Selain kesiapan kemampuan, Edi menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan maupun selama mengikuti perlombaan.

Mengingat perjalanan menuju Kayong Utara ditempuh melalui jalur darat, ia mengimbau seluruh kafilah menjaga kebugaran, beristirahat cukup, serta memperhatikan pola makan.

Ia juga mengingatkan peserta menjaga kualitas suara, melakukan pemanasan sebelum tampil, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental agar mampu memberikan penampilan maksimal.

"Ikhtiar harus dilakukan sebaik mungkin. Yang terpenting, Al-Qur'an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.

Edi kemudian mendoakan seluruh kafilah diberikan keselamatan, kesehatan, kemudahan, dan keberkahan selama mengikuti MTQ ke-34 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Ketua LPTQ Kota Pontianak, Amirullah, menyampaikan seluruh kebutuhan administrasi maupun teknis telah dipersiapkan secara optimal untuk mendukung keikutsertaan kafilah selama pelaksanaan MTQ di Kabupaten Kayong Utara.

"Seluruh kesiapan keikutsertaan kafilah Kota Pontianak dalam MTQ ke-34 tingkat Provinsi Kalimantan Barat telah kami laksanakan seoptimal mungkin. Persiapan tersebut meliputi administrasi, kelengkapan surat-menyurat, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, rombongan kafilah diberangkatkan menggunakan dua unit bus dengan jumlah sekitar 113 orang yang terdiri dari peserta, official, pendamping, serta pengurus lainnya.

Menurut Amirullah, seluruh persiapan telah dilakukan sejak jauh hari sehingga para peserta dinilai siap mengikuti seluruh tahapan perlombaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Pontianak terhadap pembinaan dan pengembangan tilawatil Qur'an.

"Kami bersyukur seluruh persiapan dapat diselesaikan dengan baik. Semoga seluruh kafilah dapat mengikuti MTQ dengan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Pontianak," pungkasnya. (*)

Main HP Saat Pengarahan Kepala BGN, Korwil Kayong Utara Disebut Dimutasi ke Papua
Main HP Saat Pengarahan Kepala BGN, Korwil Kayong Utara Disebut Dimutasi ke Papua
Wednesday, 29/07/2026

KALBARONLINE.com – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto, mendapat teguran dari Kepala BGN Sudaryono saat mengikuti pengarahan daring bersama jajaran BGN se-Indonesia.

Teguran tersebut terekam dalam sebuah potongan video yang beredar luas. Dalam video itu, Sudaryono menyoroti sikap Adi Afrianto yang dinilai tidak fokus mengikuti kegiatan karena diduga menggunakan telepon seluler saat pengarahan berlangsung.

Dalam rekaman tersebut, Sudaryono meminta jajaran terkait mencatat nama Adi Afrianto dan memerintahkan agar yang bersangkutan dipindahkan ke wilayah Papua.

"Ini ada Korwil Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto. Tolong dicatat Karo SDM. Saya minta yang bersangkutan dipindah ke Papua. Segera," tegas Sudaryono dalam video tersebut.

Perintah tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran BGN.

Kepala Regional (Kareg) BGN Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, membenarkan adanya instruksi pemindahan terhadap Korwil BGN Kayong Utara.

"Benar. Masih menunggu surat dari Karo SDM," ujar Agus Kurniawi saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).

Sementara itu, sejumlah awak media di Kabupaten Kayong Utara turut menyoroti komunikasi publik Korwil BGN Kayong Utara selama menjalankan tugas.

Beberapa jurnalis mengaku mengalami kesulitan mendapatkan informasi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.

Menurut mereka, upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat sering kali belum mendapat respons.

"Kami berharap pejabat yang nantinya menggantikan bisa lebih terbuka dan membangun komunikasi yang baik dengan media agar penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan lancar," ujar salah seorang jurnalis di Kayong Utara.

Hingga berita ini diterbitkan, Adi Afrianto belum memberikan keterangan terkait teguran maupun rencana pemindahan tersebut. (Adi LC)

MTQ Kalbar ke-39 di Kayong Utara Bawa Dampak Ekonomi, 42 Rumah Warga Jadi Homestay
MTQ Kalbar ke-39 di Kayong Utara Bawa Dampak Ekonomi, 42 Rumah Warga Jadi Homestay
Tuesday, 28/07/2026

KALBARONLINE.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-39 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara membawa dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pemilik rumah yang dijadikan homestay bagi peserta dan pendamping kafilah.

Menjelang pelaksanaan MTQ yang berlangsung pada 1–9 Agustus 2026, panitia telah menyiapkan sebanyak 42 homestay yang berasal dari rumah-rumah warga di Kecamatan Sukadana untuk menampung kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

MTQ Kalbar ke-39 di Kayong Utara Bawa Dampak Ekonomi, 42 Rumah Warga Jadi Homestayy
Pelataran Sail Karimata Jalan Tanah Merah, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana sebagai tempat Pembukaan dan Penutupan Cabang Musabaqah Seni Baca Al-Qurán (Gol. Tilawah Remaja, Dewasa, Canet) pada Acara MTQ XXXIV Provinsi Kalbar Tahun 2026 di Kabupaten Kayong Utara (Foto: DIB For KALBARONLINE.com)​

Ketua I Panitia MTQ Kalbar ke-39, Tasfirani, mengatakan seluruh kebutuhan akomodasi kafilah telah dipersiapkan dengan baik. Setiap kafilah akan menempati tiga rumah yang telah ditentukan panitia.

"Terkait penginapan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota, panitia sudah menyiapkan 42 homestay atau rumah penduduk. Setiap kafilah mendapatkan tiga rumah," kata Tasfirani di Sukadana, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, pemilihan homestay dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas bangunan, kelayakan tempat tinggal, serta kedekatan dengan masjid atau musala.

MTQ Kalbar ke-39 di Kayong Utara Bawa Dampak Ekonomi, 42 Rumah Warga Jadi Homestayyy
Suasana mengikuti gladi bersih menjelang pembukaan MTQ XXXIV Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (Foto: DIB For KALBARONLINE.com)​

Hal tersebut dilakukan agar peserta lebih mudah menjalankan ibadah sekaligus memanfaatkan fasilitas pendukung selama mengikuti kegiatan MTQ.

"Rumah atau homestay dipilih yang dekat dengan tempat ibadah, baik masjid maupun musala, untuk memudahkan akses fasilitas toilet serta pertemuan kafilah," ujarnya.

Tasfirani menambahkan, seluruh pemilik homestay telah berkoordinasi dengan panitia, liaison officer (LO) masing-masing kafilah, serta petugas keamanan, kesehatan, dan konsumsi yang bertugas selama pelaksanaan MTQ.

"Sampai saat ini seluruhnya sudah terkoordinasi, baik dengan pemilik homestay, LO masing-masing kafilah, maupun petugas keamanan, kesehatan, dan konsumsi di setiap homestay," katanya.

MTQ Kalbar ke-39 di Kayong Utara Bawa Dampak Ekonomi, 42 Rumah Warga Jadi Homestayyyyy
Panggung MTQ XXXIV Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (Foto: DIB For KALBARONLINE.com)​

Selain menyediakan akomodasi bagi peserta, panitia juga telah menyiapkan penginapan bagi tamu VVIP, VIP, serta tamu undangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun pemerintah kabupaten dan kota.

Kehadiran ribuan peserta, pendamping, panitia, serta tamu diperkirakan turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat Sukadana.

Sektor yang terdampak antara lain penginapan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

MTQ Kalbar ke-39 di Kayong Utara Bawa Dampak Ekonomi, 42 Rumah Warga Jadi Homestayyyy
Masjid Al-Hikmah Jalan Tanah Merah, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana sebagai tempat Cabang Hafalan Al-Qurán (Golongan 10 dan 20 Juz) pada Acara MTQ XXXIV Provinsi Kalbar Tahun 2026 di Kabupaten Kayong Utara (Foto: DIB For KALBARONLINE.com)​

Salah seorang pemilik homestay yang akan menerima kafilah dari Kota Singkawang, Noorhabib, mengaku bersyukur atas penyelenggaraan MTQ di Sukadana.

"Saya merasa bersyukur bahwa MTQ dilaksanakan di Sukadana, karena memberikan berkah bagi kami warga Kayong Utara, khususnya warga Sukadana. Semoga kita bisa menjadi tuan rumah yang baik dan pelaksanaan MTQ di Sukadana berjalan sukses," ujarnya. (*)