Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pwi ketapang
Kabut Asap Ketapang Makin Mengkhawatirkan, PWI dan KAWAN Bagikan 10.000 Masker
Kabut Asap Ketapang Makin Mengkhawatirkan, PWI dan KAWAN Bagikan 10.000 Masker
Tuesday, 20/10/2026

KALBARONLINE.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang bersama Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang, PT BGA, dan KNPI Ketapang menyalurkan 10.000 lembar masker kepada masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kabupaten Ketapang, Selasa (20/10/2026).

Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian insan pers bersama elemen masyarakat dan dunia usaha terhadap dampak kabut asap yang mengancam kesehatan warga. Pembagian masker dipusatkan di perempatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang dan Bundaran Kedondong. Masker juga dibagikan di lorong rumah sakit untuk membantu pasien serta keluarga yang mendampingi.

Ketua PWI Kabupaten Ketapang, Supriadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.

Menurut Supriadi, berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, kualitas udara di Ketapang dalam sepekan terakhir berada pada kategori berbahaya berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

“Dengan kondisi kualitas udara yang masuk kategori berbahaya, masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan dan perlindungan diri. Pembagian masker ini merupakan salah satu bentuk kepedulian agar masyarakat tetap terlindungi saat harus beraktivitas di luar rumah,” kata Supriadi.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas organisasi dan dunia usaha dibutuhkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla. PWI Ketapang berharap kabut asap segera mereda sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal tanpa terus dibayangi ancaman pencemaran udara.

Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan pembagian masker dilakukan karena masih ditemukan pengendara yang beraktivitas di jalan tanpa menggunakan pelindung pernapasan, meskipun kabut asap masih pekat.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengutamakan kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di tengah kondisi kabut asap yang masih pekat. Kami melihat masih ada pengendara yang melintas tanpa menggunakan masker,” ujarnya.

Kabut Asap Ketapang Makin Mengkhawatirkann

Agustiandi menjelaskan, pembagian masker juga menyasar lorong RSUD dr. Agoesdjam karena terdapat pasien yang sedang menjalani pengobatan serta keluarga yang menunggu dan mendampingi mereka.

Ia berharap bantuan tersebut bermanfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.

“Kolaborasi ini merupakan wujud kepedulian bersama. Kami ingin kehadiran organisasi dan pihak perusahaan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak kabut asap,” tambahnya.

Sementara itu, CA Specialist BGA Ketapang, Agus Suryadi, mengatakan keterlibatan PT BGA dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

Agus menyebutkan, sebelumnya BGA bersama KAWAN dan PWI Ketapang juga telah berkolaborasi menyalurkan air bersih siap minum di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kabupaten Ketapang.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Baik pembagian air bersih siap minum maupun masker, semuanya merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Agus.

Dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut juga disampaikan Wakil Ketua I KNPI Kabupaten Ketapang, Fachrur Rizal. Ia mengaku senang karena KNPI dapat terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami senang dan bangga turut dilibatkan dalam pembagian masker ini. Kami berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di Ketapang,” ujarnya.

Fachrur Rizal berharap sinergi antara organisasi kepemudaan, insan pers, dan dunia usaha dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, PWI Ketapang bersama KAWAN, PT BGA, dan KNPI Ketapang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, terutama ketika kualitas udara memburuk.

PWI Ketapang juga berharap penanganan karhutla dan pemulihan kualitas udara menjadi perhatian serius seluruh pihak agar masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak pencemaran udara. (Adi LC)

PWI Ketapang Bersama BGA dan Aparat Salurkan 32 Ribu Liter Air untuk Warga
PWI Ketapang Bersama BGA dan Aparat Salurkan 32 Ribu Liter Air untuk Warga
Monday, 05/10/2026

KALBARONLINE.com – Di tengah krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Ketapang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ketapang ikut ambil bagian dalam aksi sosial berbagi air siap minum kepada masyarakat.

Sebanyak 32.000 liter air siap minum disalurkan selama dua hari, Senin hingga Selasa (5–6 Oktober 2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan, organisasi, dan aparat untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan.

Pada hari pertama, sebanyak 16.000 liter air disalurkan kepada masyarakat di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.

Social Expert BGA, Riscki Dwi Manurung, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Berikutnya hari Rabu kita jadwalkan akan disalurkan di kawasan Kelurahan Sampit Dalam atau kawasan Ketapang Kecil,” kata Riscki.

Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut melibatkan BGA, KADIN, Brimob, Polres Ketapang, PWI Ketapang, dan Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang.

Ketua PWI Ketapang, Supriadi, mengatakan keterlibatan PWI merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

“Ini kerja sama kolaborasi antara BGA, KADIN, Polres, Brimob, PWI Ketapang dan KAWAN Ketapang,” ujar Supriadi.

Menurutnya, persoalan air bersih di tengah kondisi kemarau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak.

“PWI Ketapang ingin ikut mengambil bagian membantu masyarakat. Ketika kebutuhan dasar seperti air bersih menjadi persoalan, kita harus hadir bersama-sama,” ujarnya.

Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan kolaborasi lintas organisasi tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Ini bentuk kepedulian bersama. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, semua pihak bisa mengambil peran,” kata Agustiandi.

Air yang dibagikan kepada masyarakat tersebut diproduksi menggunakan kendaraan khusus Water Treatment milik Satuan Brimob.

Operator mobil Water Treatment, AIPDA Catur Yulianto, menjelaskan kendaraan tersebut mampu mengolah air baku menjadi air siap minum.

Untuk mengolah sekitar 8.000 liter air baku menjadi air siap minum, prosesnya membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

“PH air setelah diproses 7,4,” kata Catur.

Tak hanya air tawar, kendaraan Water Treatment tersebut juga dapat mengolah air asin menjadi air tawar yang siap dikonsumsi.

“Untuk air asin, kapasitas produksi sekitar 400 liter per jam. Kalau air bakunya dari air tawar dapat diproses hingga 2.000 liter per jam,” paparnya. (Adi LC)

Supriadi Terpilih Aklamasi Pimpin PWI Ketapang 2026-2029
Supriadi Terpilih Aklamasi Pimpin PWI Ketapang 2026-2029
Wednesday, 12/08/2026

KALBARONLINE.com – Supriadi resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang periode 2026-2029 secara aklamasi melalui Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Ketapang di salah satu hotel di Pontianak, Rabu (12/8/2026).

Konferensi tersebut diikuti tiga dari lima anggota PWI yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) PWI Kabupaten Ketapang. Sebelum konferensi dilanjutkan, forum terlebih dahulu menyepakati mekanisme pelaksanaan konferensi bersama peserta yang hadir.

Dalam proses konferensi, Supriadi ditetapkan sebagai ketua melalui proses musyawarah yang dipimpin Ketua Sidang Yasmin Umar, dengan Muhammad Al Jauhari Fatria dan Hadi Sudirmansyah sebagai anggota sidang.

Selain menetapkan ketua, forum juga menetapkan tim formatur yang terdiri dari Supriadi, Agustiandi, dan Hadi Sudirmansyah. Tim tersebut selanjutnya bertugas menyusun kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang periode 2026-2029.

Supriadi mengatakan jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan bersama jajaran pengurus.

“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini amanah yang harus kami emban,” ujar Supriadi.

Supriadi Terpilih Aklamasi Pimpin PWI Ketapang 2026-2029
Foto Bersama Pengurus disela Konferkab PWI Ketapang (Dok. PWI Kalbar)​

Wartawan kalbaronline.com tersebut berharap PWI Provinsi Kalimantan Barat dapat terus mendampingi dan memberikan arahan kepada kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang.

Ia juga membuka ruang bagi seluruh wartawan yang bertugas di Kabupaten Ketapang untuk bergabung dengan PWI.

“Kita juga membuka ruang untuk seluruh wartawan yang bertugas di Ketapang untuk bergabung di dalam rumah besar PWI Kabupaten,” tegasnya.

Setelah kepengurusan terbentuk, pihaknya akan menyusun sejumlah program kerja untuk menguatkan kembali keberadaan PWI di Kabupaten Ketapang.

“Kami akan menyusun program kerja. PWI kita kibarkan di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Ketua PWI Kalimantan Barat, Kundori, menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang.

Ia mengatakan proses pembentukan tersebut telah dikoordinasikan dengan PWI Pusat dan dilaksanakan sesuai AD/ART organisasi.

Menurut Kundori, terbentuknya PWI Kabupaten Ketapang menjadi bagian dari sejarah baru organisasi PWI di Kalimantan Barat. Saat ini, PWI telah memiliki kepengurusan di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sekadau.

“Ini menjadi sejarah baru di Kalbar. PWI Kabupaten sudah terbentuk di dua kabupaten, Ketapang dan Sekadau,” ujar Kundori.

Ia berharap keberadaan PWI di Ketapang dapat berkembang sekaligus menjadi wadah untuk mendorong praktik jurnalistik yang profesional dan berpegang pada kode etik.

Kundori mengingatkan wartawan untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak memenuhi prinsip jurnalistik.

“Jalankan jurnalisme yang benar di Kabupaten Ketapang. Jangan ikut-ikutan menyebarkan yang bukan jurnalisme. Hal-hal yang sesuai dengan kode etik harus kita jaga bersama,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh anggota menjaga marwah organisasi dan menjalankan profesi wartawan secara profesional.

Tiga dari Lima Anggota DPT Hadir

Sekretaris PWI Kalimantan Barat, Jauhari Fatria, menjelaskan bahwa dalam DPT PWI Kabupaten Ketapang terdapat lima anggota PWI yang memiliki hak mengikuti proses pembentukan kepengurusan.

Namun, dari lima anggota yang tercatat dalam DPT tersebut, hanya tiga orang yang hadir dalam rapat.

Menurut Jauhari, sebelum agenda konferensi dilanjutkan, forum terlebih dahulu menyampaikan mekanisme yang akan digunakan dan meminta persetujuan peserta yang hadir.

Setelah mekanisme tersebut disetujui, rapat kemudian dilanjutkan ke tahapan konferensi.

“Sejatinya ada lima anggota PWI yang masuk dalam DPT Kabupaten Ketapang. Namun, dalam rapat hari ini hanya tiga orang dari lima anggota tersebut yang hadir,” jelas Jauhari.

Ia mengatakan forum yang hadir kemudian menyepakati untuk melanjutkan agenda melalui mekanisme konferensi. Seluruh proses selanjutnya dijalankan berdasarkan tata tertib dan tahapan yang telah disepakati bersama.

“Setelah kita menyampaikan mekanisme yang akan dijalankan dan mendapatkan persetujuan dari peserta yang hadir, forum sepakat melanjutkan agenda ke tahapan konferensi,” katanya.

Melalui proses tersebut, konferensi akhirnya menetapkan Supriadi sebagai Ketua PWI Kabupaten Ketapang periode 2026-2029 secara aklamasi.

Selain itu, forum juga menetapkan tim formatur yang terdiri dari Supriadi, Agustiandi, dan Hadi Sudirmansyah untuk menyusun kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang.

Jauhari menegaskan seluruh rangkaian konferensi dilaksanakan dengan mengedepankan musyawarah, suasana kekeluargaan, serta menjaga marwah organisasi.

“Setelah seluruh tahapan konferensi selesai, hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Konferensi sebagai dasar untuk proses administrasi dan pengesahan kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang sesuai mekanisme organisasi,” ujarnya. (Jau)