Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 20 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang bersama Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang, PT BGA, dan KNPI Ketapang menyalurkan 10.000 lembar masker kepada masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kabupaten Ketapang, Selasa (20/10/2026).
Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian insan pers bersama elemen masyarakat dan dunia usaha terhadap dampak kabut asap yang mengancam kesehatan warga. Pembagian masker dipusatkan di perempatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang dan Bundaran Kedondong. Masker juga dibagikan di lorong rumah sakit untuk membantu pasien serta keluarga yang mendampingi.
Ketua PWI Kabupaten Ketapang, Supriadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.
Menurut Supriadi, berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, kualitas udara di Ketapang dalam sepekan terakhir berada pada kategori berbahaya berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
“Dengan kondisi kualitas udara yang masuk kategori berbahaya, masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan dan perlindungan diri. Pembagian masker ini merupakan salah satu bentuk kepedulian agar masyarakat tetap terlindungi saat harus beraktivitas di luar rumah,” kata Supriadi.
Ia menegaskan, kolaborasi lintas organisasi dan dunia usaha dibutuhkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla. PWI Ketapang berharap kabut asap segera mereda sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal tanpa terus dibayangi ancaman pencemaran udara.
Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan pembagian masker dilakukan karena masih ditemukan pengendara yang beraktivitas di jalan tanpa menggunakan pelindung pernapasan, meskipun kabut asap masih pekat.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengutamakan kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di tengah kondisi kabut asap yang masih pekat. Kami melihat masih ada pengendara yang melintas tanpa menggunakan masker,” ujarnya.

Agustiandi menjelaskan, pembagian masker juga menyasar lorong RSUD dr. Agoesdjam karena terdapat pasien yang sedang menjalani pengobatan serta keluarga yang menunggu dan mendampingi mereka.
Ia berharap bantuan tersebut bermanfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.
“Kolaborasi ini merupakan wujud kepedulian bersama. Kami ingin kehadiran organisasi dan pihak perusahaan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak kabut asap,” tambahnya.
Sementara itu, CA Specialist BGA Ketapang, Agus Suryadi, mengatakan keterlibatan PT BGA dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Agus menyebutkan, sebelumnya BGA bersama KAWAN dan PWI Ketapang juga telah berkolaborasi menyalurkan air bersih siap minum di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kabupaten Ketapang.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Baik pembagian air bersih siap minum maupun masker, semuanya merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Agus.
Dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut juga disampaikan Wakil Ketua I KNPI Kabupaten Ketapang, Fachrur Rizal. Ia mengaku senang karena KNPI dapat terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami senang dan bangga turut dilibatkan dalam pembagian masker ini. Kami berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di Ketapang,” ujarnya.
Fachrur Rizal berharap sinergi antara organisasi kepemudaan, insan pers, dan dunia usaha dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PWI Ketapang bersama KAWAN, PT BGA, dan KNPI Ketapang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, terutama ketika kualitas udara memburuk.
PWI Ketapang juga berharap penanganan karhutla dan pemulihan kualitas udara menjadi perhatian serius seluruh pihak agar masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak pencemaran udara. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang bersama Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang, PT BGA, dan KNPI Ketapang menyalurkan 10.000 lembar masker kepada masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kabupaten Ketapang, Selasa (20/10/2026).
Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian insan pers bersama elemen masyarakat dan dunia usaha terhadap dampak kabut asap yang mengancam kesehatan warga. Pembagian masker dipusatkan di perempatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang dan Bundaran Kedondong. Masker juga dibagikan di lorong rumah sakit untuk membantu pasien serta keluarga yang mendampingi.
Ketua PWI Kabupaten Ketapang, Supriadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.
Menurut Supriadi, berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, kualitas udara di Ketapang dalam sepekan terakhir berada pada kategori berbahaya berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
“Dengan kondisi kualitas udara yang masuk kategori berbahaya, masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan dan perlindungan diri. Pembagian masker ini merupakan salah satu bentuk kepedulian agar masyarakat tetap terlindungi saat harus beraktivitas di luar rumah,” kata Supriadi.
Ia menegaskan, kolaborasi lintas organisasi dan dunia usaha dibutuhkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla. PWI Ketapang berharap kabut asap segera mereda sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal tanpa terus dibayangi ancaman pencemaran udara.
Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan pembagian masker dilakukan karena masih ditemukan pengendara yang beraktivitas di jalan tanpa menggunakan pelindung pernapasan, meskipun kabut asap masih pekat.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengutamakan kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di tengah kondisi kabut asap yang masih pekat. Kami melihat masih ada pengendara yang melintas tanpa menggunakan masker,” ujarnya.

Agustiandi menjelaskan, pembagian masker juga menyasar lorong RSUD dr. Agoesdjam karena terdapat pasien yang sedang menjalani pengobatan serta keluarga yang menunggu dan mendampingi mereka.
Ia berharap bantuan tersebut bermanfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.
“Kolaborasi ini merupakan wujud kepedulian bersama. Kami ingin kehadiran organisasi dan pihak perusahaan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak kabut asap,” tambahnya.
Sementara itu, CA Specialist BGA Ketapang, Agus Suryadi, mengatakan keterlibatan PT BGA dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Agus menyebutkan, sebelumnya BGA bersama KAWAN dan PWI Ketapang juga telah berkolaborasi menyalurkan air bersih siap minum di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kabupaten Ketapang.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Baik pembagian air bersih siap minum maupun masker, semuanya merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Agus.
Dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut juga disampaikan Wakil Ketua I KNPI Kabupaten Ketapang, Fachrur Rizal. Ia mengaku senang karena KNPI dapat terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami senang dan bangga turut dilibatkan dalam pembagian masker ini. Kami berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di Ketapang,” ujarnya.
Fachrur Rizal berharap sinergi antara organisasi kepemudaan, insan pers, dan dunia usaha dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PWI Ketapang bersama KAWAN, PT BGA, dan KNPI Ketapang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, terutama ketika kualitas udara memburuk.
PWI Ketapang juga berharap penanganan karhutla dan pemulihan kualitas udara menjadi perhatian serius seluruh pihak agar masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak pencemaran udara. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini