Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 05 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Di tengah krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Ketapang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ketapang ikut ambil bagian dalam aksi sosial berbagi air siap minum kepada masyarakat.
Sebanyak 32.000 liter air siap minum disalurkan selama dua hari, Senin hingga Selasa (5–6 Oktober 2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan, organisasi, dan aparat untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan.
Pada hari pertama, sebanyak 16.000 liter air disalurkan kepada masyarakat di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.
Social Expert BGA, Riscki Dwi Manurung, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
“Berikutnya hari Rabu kita jadwalkan akan disalurkan di kawasan Kelurahan Sampit Dalam atau kawasan Ketapang Kecil,” kata Riscki.
Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut melibatkan BGA, KADIN, Brimob, Polres Ketapang, PWI Ketapang, dan Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang.
Ketua PWI Ketapang, Supriadi, mengatakan keterlibatan PWI merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
“Ini kerja sama kolaborasi antara BGA, KADIN, Polres, Brimob, PWI Ketapang dan KAWAN Ketapang,” ujar Supriadi.
Menurutnya, persoalan air bersih di tengah kondisi kemarau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak.
“PWI Ketapang ingin ikut mengambil bagian membantu masyarakat. Ketika kebutuhan dasar seperti air bersih menjadi persoalan, kita harus hadir bersama-sama,” ujarnya.
Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan kolaborasi lintas organisasi tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Ini bentuk kepedulian bersama. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, semua pihak bisa mengambil peran,” kata Agustiandi.
Air yang dibagikan kepada masyarakat tersebut diproduksi menggunakan kendaraan khusus Water Treatment milik Satuan Brimob.
Operator mobil Water Treatment, AIPDA Catur Yulianto, menjelaskan kendaraan tersebut mampu mengolah air baku menjadi air siap minum.
Untuk mengolah sekitar 8.000 liter air baku menjadi air siap minum, prosesnya membutuhkan waktu sekitar tiga jam.
“PH air setelah diproses 7,4,” kata Catur.
Tak hanya air tawar, kendaraan Water Treatment tersebut juga dapat mengolah air asin menjadi air tawar yang siap dikonsumsi.
“Untuk air asin, kapasitas produksi sekitar 400 liter per jam. Kalau air bakunya dari air tawar dapat diproses hingga 2.000 liter per jam,” paparnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Di tengah krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Ketapang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ketapang ikut ambil bagian dalam aksi sosial berbagi air siap minum kepada masyarakat.
Sebanyak 32.000 liter air siap minum disalurkan selama dua hari, Senin hingga Selasa (5–6 Oktober 2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan, organisasi, dan aparat untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan.
Pada hari pertama, sebanyak 16.000 liter air disalurkan kepada masyarakat di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.
Social Expert BGA, Riscki Dwi Manurung, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
“Berikutnya hari Rabu kita jadwalkan akan disalurkan di kawasan Kelurahan Sampit Dalam atau kawasan Ketapang Kecil,” kata Riscki.
Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut melibatkan BGA, KADIN, Brimob, Polres Ketapang, PWI Ketapang, dan Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang.
Ketua PWI Ketapang, Supriadi, mengatakan keterlibatan PWI merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
“Ini kerja sama kolaborasi antara BGA, KADIN, Polres, Brimob, PWI Ketapang dan KAWAN Ketapang,” ujar Supriadi.
Menurutnya, persoalan air bersih di tengah kondisi kemarau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak.
“PWI Ketapang ingin ikut mengambil bagian membantu masyarakat. Ketika kebutuhan dasar seperti air bersih menjadi persoalan, kita harus hadir bersama-sama,” ujarnya.
Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan kolaborasi lintas organisasi tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Ini bentuk kepedulian bersama. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, semua pihak bisa mengambil peran,” kata Agustiandi.
Air yang dibagikan kepada masyarakat tersebut diproduksi menggunakan kendaraan khusus Water Treatment milik Satuan Brimob.
Operator mobil Water Treatment, AIPDA Catur Yulianto, menjelaskan kendaraan tersebut mampu mengolah air baku menjadi air siap minum.
Untuk mengolah sekitar 8.000 liter air baku menjadi air siap minum, prosesnya membutuhkan waktu sekitar tiga jam.
“PH air setelah diproses 7,4,” kata Catur.
Tak hanya air tawar, kendaraan Water Treatment tersebut juga dapat mengolah air asin menjadi air tawar yang siap dikonsumsi.
“Untuk air asin, kapasitas produksi sekitar 400 liter per jam. Kalau air bakunya dari air tawar dapat diproses hingga 2.000 liter per jam,” paparnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini