Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
air bersih
Sumur dan Parit Mengering, Warga Medan Jaya Kayong Utara Andalkan Bantuan Air Bersih
Sumur dan Parit Mengering, Warga Medan Jaya Kayong Utara Andalkan Bantuan Air Bersih
Wednesday, 21/10/2026

KALBARONLINE.com – Musim kemarau membuat warga Desa Medan Jaya, Kabupaten Kayong Utara, kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur dan parit yang biasa menjadi sumber air mulai mengering, sehingga masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut turut dirasakan Supari, warga setempat. Ia mengatakan, keterbatasan air membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama selama sumber air belum kembali tersedia.

“Selama musim kemarau ini, ketersediaan air sangat kurang. Banyak sumur sudah tidak ada airnya,” kata Supari.

Sebelum bantuan datang, warga berupaya menghemat sisa air yang tersedia, membeli air dalam jumlah terbatas, atau memanfaatkan air gambut dari kawasan Air Rimba untuk kebutuhan tertentu.

Dalam situasi tersebut, ketersediaan air menjadi persoalan penting bagi rumah tangga. Warga tidak hanya membutuhkan air untuk minum dan memasak, tetapi juga harus mengatur persediaan agar kebutuhan lainnya tetap terpenuhi.

Bantuan air bersih pun menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat. Pada Kamis (15/10/2026), Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara menyalurkan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Medan Jaya.

Sumur dan Parit Mengering, Warga Medan Jaya Kayong Utara Andalkan Bantuan Air Bersih
Warga Dusun Medan Jaya mengisi wadah penampungan dengan air bersih yang didistribusikan melalui kerjasama BPBD Kabupaten Kayong Utara dan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Kamis, (15/10/2026) (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)​

Menurut perkiraan Supari, air yang diterima dapat mencukupi kebutuhan warga selama sekitar tiga hingga empat hari. Karena itu, ia berharap penyaluran bantuan dapat dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau masih membatasi akses masyarakat terhadap air bersih.

“Kami berharap ke depannya bantuan bisa terus berlanjut. Kalau memungkinkan, seminggu dua kali karena masyarakat memang sangat membutuhkan air bersih. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini,” ujarnya.

Bagi warga yang terdampak kekeringan, bantuan air tidak hanya dibutuhkan sesaat. Kepastian pasokan secara berkala juga menjadi harapan agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi hingga sumber air kembali tersedia.

Penyaluran di Desa Medan Jaya merupakan bagian dari upaya penanganan kekeringan di Kabupaten Kayong Utara. Sejak Agustus 2026, BPBD Kabupaten Kayong Utara bersama KIPP telah menyalurkan sekitar satu juta liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang, dan Pulau Maya.

Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, mengapresiasi dukungan KIPP yang terlibat sejak awal penanganan kekeringan. Kolaborasi tersebut turut mendukung distribusi air bersih, termasuk ke wilayah yang membutuhkan dukungan transportasi dan memiliki akses lebih sulit dijangkau.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KIPP yang sejak awal terus mendampingi upaya penanganan kekeringan. Ini menunjukkan adanya tanggung jawab dan empati terhadap kondisi masyarakat. Ketika bencana terjadi, semakin banyak pihak yang terlibat tentu semakin baik,” ujar Fathul.

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan air bersih merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara, KIPP berupaya membantu penyaluran air bersih agar menjangkau wilayah yang membutuhkan pasokan.

“Kami memahami ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Karena itu, KIPP bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk keperluan minum dan memasak selama musim kemarau berlangsung,” ujar Sugeng.

Bagi Supari dan warga Desa Medan Jaya, harapan mereka sederhana: bantuan air bersih dapat terus berlanjut agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi selama musim kemarau. (*)

Pemkot Pontianak dan Komisi V DPR RI Bahas Solusi Air Baku hingga Kemacetan
Pemkot Pontianak dan Komisi V DPR RI Bahas Solusi Air Baku hingga Kemacetan
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak bersama Komisi V DPR RI membahas percepatan penanganan persoalan air baku dan penguatan infrastruktur transportasi melalui sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kota.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dan Anggota Komisi V DPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie. Pertemuan itu juga dihadiri jajaran balai kementerian terkait serta perangkat daerah provinsi dan kota di Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (14/10/2026).

Edi mengatakan, persoalan air baku menjadi salah satu agenda utama, terutama setelah intrusi air laut pada musim kemarau sebelumnya memengaruhi kualitas air baku Perumda Air Minum.

“Tadi kita membahas masalah air baku PDAM yang ketika musim kemarau mengalami intrusi air asin. Kita bahas solusi jangka pendek, jangka menengah, sampai jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Edi, pertemuan tersebut penting untuk menyatukan persepsi agar penanganan persoalan air baku tidak berjalan secara parsial. Pembahasan teknis selanjutnya akan diarahkan pada penentuan solusi yang efektif dan memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Insya Allah kita sudah satu meja dan satu persepsi. Persoalan air baku ini tetap harus menjadi prioritas dan nanti akan kita detailkan lagi secara teknis,” katanya.

Selain persoalan kualitas air baku, pertemuan itu membahas peningkatan kapasitas pelayanan air bersih di Pontianak Utara. Edi menyebut penambahan kapasitas diperlukan untuk mendukung pertumbuhan kawasan, termasuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi Sekolah Rakyat.

“Kita juga akan menambah kapasitas di Pontianak Utara. Ini menunjang Sekolah Rakyat dan kebutuhan pelayanan air bersih di kawasan sekitarnya,” jelasnya.

Pembahasan juga mencakup peningkatan kapasitas jalan nasional dan penanganan kemacetan, salah satunya melalui optimalisasi geometrik jalan pada koridor Simpang Garuda hingga Simpang 28 Oktober.

Edi mengatakan, penataan jalan perlu didukung fasilitas yang memadai, seperti trotoar, turap, penerangan jalan, dan fasilitas bagi pejalan kaki.

“Geometrik jalan nasional perlu kita optimalkan supaya kemacetan bisa semakin berkurang. Kita juga ingin trotoar yang baik, penerangan jalan, dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Untuk jangka panjang, Edi mendorong pembangunan jaringan jalan yang dapat mengalihkan kendaraan berat dari pusat kota. Rencana tersebut mencakup pembangunan jalan tol atau highway menuju Kijing dan kawasan pantai utara, serta pembangunan Jembatan Kapuas III.

“Ini bagian dari upaya mengurangi kepadatan angkutan berat yang masuk ke Kota Pontianak,” ujarnya.

Sementara itu, Syarif Abdullah Alkadrie menilai persoalan air tawar di Pontianak membutuhkan kajian matang karena setiap alternatif penanganan memiliki karakteristik dan keterbatasan masing-masing.

“Masalah kelangkaan air tawar ini cukup ramai dibicarakan. Apakah membangun waduk, apakah memperpanjang pipa, dan sebagainya. Setelah kita bahas, tentu masing-masing pilihan perlu dikaji lebih dalam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi sumber air di Pontianak berbeda dengan daerah yang memperoleh pasokan dari kawasan pegunungan. Ketergantungan terhadap curah hujan dan kondisi sungai membuat intrusi air laut menjadi persoalan yang perlu ditangani secara menyeluruh.

“Kalau kemarau panjang dan hujan di hulu berkurang, air asin akan semakin masuk. Karena itu kita akan kaji mana solusi yang paling tepat untuk dilakukan,” katanya.

Menurut Syarif, koordinasi lintas pemerintahan menjadi kunci agar berbagai rencana tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program yang lebih konkret.

“Hari ini kita duduk bersama untuk menyamakan persepsi antara pusat, provinsi, dan kota. Ada pemerintah daerah dan ada balai sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat,” katanya.

Ia berharap hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dilanjutkan dengan kajian teknis, penetapan prioritas, serta dukungan anggaran sesuai kewenangan masing-masing pihak.

“Yang penting sekarang persepsinya sudah sama. Tinggal kita lanjutkan dengan kajian teknis, penentuan prioritas dan tahapan pelaksanaannya,” pungkasnya. (*)

Pegadaian dan IPEMI Salurkan Air Bersih ke 6 Desa Terdampak Kemarau di Mempawah
Pegadaian dan IPEMI Salurkan Air Bersih ke 6 Desa Terdampak Kemarau di Mempawah
Tuesday, 06/10/2026

KALBARONLINE.com – Musim kemarau berkepanjangan yang disertai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Merespons kondisi tersebut, Pegadaian Kantor Cabang Mempawah bersama Pengurus Daerah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PD IPEMI) Kabupaten Mempawah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Sabtu (26/9/2026).

Bantuan tersebut didistribusikan ke enam titik atau desa yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Pontianak Abdul Lafaz Isnainy mengatakan, penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Kondisi kemarau yang cukup panjang membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah meningkat. Karena itu, bersama IPEMI Mempawah, kami menyalurkan bantuan ke beberapa titik yang membutuhkan,” kata Abdul.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga selama pasokan air masih terbatas,” lanjutnya.

Menurut Abdul, kerja sama dengan berbagai pihak diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kalimantan Rinaldi Lubis mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Program tersebut mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 6 mengenai air bersih dan sanitasi layak.

“Bantuan air bersih ini merupakan salah satu bentuk implementasi TPB Nomor 6, sekaligus bagian dari kontribusi Pegadaian dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Rinaldi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di enam titik terdampak selama pasokan air bersih masih terbatas akibat musim kemarau. (Lid)

PWI Ketapang Bersama BGA dan Aparat Salurkan 32 Ribu Liter Air untuk Warga
PWI Ketapang Bersama BGA dan Aparat Salurkan 32 Ribu Liter Air untuk Warga
Monday, 05/10/2026

KALBARONLINE.com – Di tengah krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Ketapang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ketapang ikut ambil bagian dalam aksi sosial berbagi air siap minum kepada masyarakat.

Sebanyak 32.000 liter air siap minum disalurkan selama dua hari, Senin hingga Selasa (5–6 Oktober 2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan, organisasi, dan aparat untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan.

Pada hari pertama, sebanyak 16.000 liter air disalurkan kepada masyarakat di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.

Social Expert BGA, Riscki Dwi Manurung, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Berikutnya hari Rabu kita jadwalkan akan disalurkan di kawasan Kelurahan Sampit Dalam atau kawasan Ketapang Kecil,” kata Riscki.

Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut melibatkan BGA, KADIN, Brimob, Polres Ketapang, PWI Ketapang, dan Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang.

Ketua PWI Ketapang, Supriadi, mengatakan keterlibatan PWI merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

“Ini kerja sama kolaborasi antara BGA, KADIN, Polres, Brimob, PWI Ketapang dan KAWAN Ketapang,” ujar Supriadi.

Menurutnya, persoalan air bersih di tengah kondisi kemarau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak.

“PWI Ketapang ingin ikut mengambil bagian membantu masyarakat. Ketika kebutuhan dasar seperti air bersih menjadi persoalan, kita harus hadir bersama-sama,” ujarnya.

Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan kolaborasi lintas organisasi tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Ini bentuk kepedulian bersama. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, semua pihak bisa mengambil peran,” kata Agustiandi.

Air yang dibagikan kepada masyarakat tersebut diproduksi menggunakan kendaraan khusus Water Treatment milik Satuan Brimob.

Operator mobil Water Treatment, AIPDA Catur Yulianto, menjelaskan kendaraan tersebut mampu mengolah air baku menjadi air siap minum.

Untuk mengolah sekitar 8.000 liter air baku menjadi air siap minum, prosesnya membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

“PH air setelah diproses 7,4,” kata Catur.

Tak hanya air tawar, kendaraan Water Treatment tersebut juga dapat mengolah air asin menjadi air tawar yang siap dikonsumsi.

“Untuk air asin, kapasitas produksi sekitar 400 liter per jam. Kalau air bakunya dari air tawar dapat diproses hingga 2.000 liter per jam,” paparnya. (Adi LC)

Meski Hujan Sudah Turun, Warga Sidomulyo Kubu Raya Masih Kesulitan Air Bersih
Meski Hujan Sudah Turun, Warga Sidomulyo Kubu Raya Masih Kesulitan Air Bersih
Friday, 02/10/2026

KALBARONLINE.com – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat setelah periode kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, persoalan air bersih belum sepenuhnya berakhir bagi warga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Sebagian warga masih mengandalkan air hujan dan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk memasak dan minum, sebagian warga harus membeli air.

Kondisi tersebut mendorong Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, Jumat (2/10/2026). Selain air bersih, warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan obat-obatan.

Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan asap dan kebakaran, tetapi juga persoalan ketersediaan air bersih.

“Kita melihat dampak karhutla tidak hanya terjadi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berdampak kepada persediaan air bersih. Sampai hari ini banyak masyarakat masih membutuhkan air bersih,” kata Benyamin.

Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan juga melakukan pemeriksaan terhadap warga. Menurut Benyamin, terdapat sejumlah keluhan kesehatan yang ditemukan, termasuk infeksi saluran pernapasan dan luka yang membutuhkan perawatan.

“Misalnya kita temukan adanya kasus infeksi saluran pernapasan, lalu ada masyarakat yang terkena dampak luka sehingga mereka membutuhkan perawatan,” ujarnya.

Kepala Markas PMI Kalbar, Budiman Very, mengatakan Dusun Sidomulyo menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masyarakat telah mengalami kesulitan mendapatkan air bahkan sebelum kekeringan terjadi.

“Daerah ini sangat menjadi titik perhatian kami karena memang pada saat tidak kekeringan saja masyarakat kesusahan air,” kata Budiman.

Menurutnya, air hujan menjadi salah satu sumber utama yang digunakan masyarakat. Namun, PMI menilai kondisi air hujan yang turun setelah periode karhutla perlu diperhatikan.

“Memang konsumsi utama air hujan. Memang sudah hujan, cuma kita lihat air hujan ini sendiri masih membawa sejumlah partikel akibat karhutla sehingga kurang bersih,” ujarnya.

Salah seorang warga, Suminah, mengaku keluarganya menggunakan air hujan dan air sumur untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.

“Untuk kebutuhan sehari-hari pakai air hujan, air tanah. Untuk mandi, untuk cuci itu pakai air sumur biasa, bukan sumur bor,” katanya.

Sementara untuk memasak dan minum, keluarganya memilih membeli air. Dalam sehari, mereka membutuhkan sekitar satu galon.

“Selama ini selain dari bantuan kami membeli air untuk masak dan minum, untuk satu hari satu galon,” ungkapnya.

Suminah mengatakan bantuan air bersih tersebut membantu mengurangi kebutuhan keluarganya untuk membeli air.

“Alhamdulillah bantuan ini cukup membantu. Terima kasih bantuannya, semoga lancar,” tuturnya.

Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Betadine Indonesia bersama PMI Kalbar dalam penanganan dampak karhutla. Sehari sebelumnya, keduanya juga menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla dan distribusi air bersih di Pontianak dan Kubu Raya. (Lid)

Imigrasi Ketapang Bantu Warga Mulia Baru, Salurkan Air Bersih dan Masker
Imigrasi Ketapang Bantu Warga Mulia Baru, Salurkan Air Bersih dan Masker
Wednesday, 30/09/2026

KALBARONLINE.com – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ketapang menyalurkan bantuan air bersih dan masker gratis kepada warga Kelurahan Mulia Baru, Kabupaten Ketapang, di tengah kondisi kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantuan tersebut disalurkan pada Rabu (23/9/2026) melalui Program Desa Binaan Imigrasi (DBI) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi lingkungan.

Penyaluran bantuan dilakukan di tiga lokasi, yakni Surau Babul Jannah, Surau Ar Rahman, dan Simpang Empat Karya Tani yang berada di sekitar Kantor Imigrasi Ketapang.

Air bersih diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak krisis air akibat kemarau panjang. Sementara masker dibagikan sebagai upaya membantu melindungi masyarakat dari paparan kabut asap karhutla.

Petugas Imigrasi Ketapang juga turun langsung berinteraksi dengan masyarakat selama proses penyaluran bantuan. Kegiatan tersebut turut didukung Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), Umar Akib.

Melalui Program Desa Binaan Imigrasi, Kantor Imigrasi Ketapang tidak hanya menjalankan tugas di bidang keimigrasian, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat serta memberikan dukungan sosial sesuai kebutuhan di wilayah binaan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Imigrasi untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat secara langsung, sejalan dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat”. (Adi LC)

Sambut Hari Bakti Postel ke-81, Balmon Pontianak Gelar Donor Darah dan Salurkan Air Bersih
Sambut Hari Bakti Postel ke-81, Balmon Pontianak Gelar Donor Darah dan Salurkan Air Bersih
Friday, 25/09/2026

KALBARONLINE.com – Memperingati Hari Bakti Postel ke-81 tahun 2026, insan pos dan telekomunikasi di Kalimantan Barat menggelar sejumlah kegiatan sosial. Mulai dari donor darah, kunjungan ke panti asuhan, hingga penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.

Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (SFR) dan Infrastruktur Digital Kelas I Pontianak, Mujiyo, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut telah dipersiapkan sejak sekitar dua pekan sebelumnya bersama komunitas Postel.

“Untuk Hari Bakti Postel ke-81 tahun 2026 ini, kita ada kegiatan bakti sosial. Hari ini kita melaksanakan kegiatan donor darah, kemudian nanti akan diikuti kegiatan anjang sana ke panti asuhan,” kata Mujiyo.

Selain itu, organisasi daerah (ORDA) juga menggelar kegiatan special call. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan air bersih atau air minum kepada masyarakat.

Menurut Mujiyo, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Postel ke-81. Sementara untuk kegiatan upacara, pelaksanaannya akan menyesuaikan situasi dan kondisi.

Mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”, Mujiyo berharap perkembangan teknologi dan akses internet dapat semakin menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Konektivitas digital ini diharapkan bisa mendukung kemandirian digital nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemandirian digital bukan hanya soal tersedianya akses internet. Masyarakat dan negara juga perlu mampu mengolah, memanfaatkan, sekaligus mengamankan infrastruktur digital untuk kepentingan nasional.

“Itu yang pada intinya kita tekankan,” katanya.(Lid)

Kulminasi Peduli, Pemkot Pontianak Bagikan 1.000 Paket Sembako dan Air Bersih
Kulminasi Peduli, Pemkot Pontianak Bagikan 1.000 Paket Sembako dan Air Bersih
Wednesday, 23/09/2026

KALBARONLINE.com – Momentum Kulminasi Matahari di Kota Pontianak tahun ini dimaknai dengan aksi berbagi kepada masyarakat di kawasan Tugu Khatulistiwa, Rabu (23/9/2026).

Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan 1.000 paket sembako sekaligus air bersih kepada masyarakat sebagai bagian dari kegiatan Kulminasi Peduli.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, rangkaian kulminasi yang berlangsung pada 21 hingga 23 September tidak hanya menjadi momentum fenomena alam, tetapi juga diisi dengan kepedulian sosial di tengah kondisi kemarau dan kabut asap.

“Hari ini sebenarnya kita masuk dalam titik kulminasi Kota Pontianak. Saya minta September ini kulminasi berbagi, berbagi sembako dan air minum, supaya suasana kabut dan kemarau ini tetap bermakna dalam momentum kulminasi,” ujar Edi.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 paket sembako dibagikan kepada masyarakat. Paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok seperti mi instan, minyak goreng, makanan kaleng, dan gula.

Selain sembako, Pemkot Pontianak juga menyalurkan puluhan ribu liter air bersih. Edi mengatakan, pembagian air bukan pertama kali dilakukan. Namun, momentum kulminasi dimanfaatkan untuk memperluas distribusi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai kebutuhan air minum di tengah kondisi air baku yang masih terdampak intrusi air laut.

“Sebelum-sebelumnya juga kita bagikan (air bersih). Ini kan momen, jadi dalam kulminasi kita sekaligus memberikan dan mengedukasi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa tetap memproduksi air untuk kebutuhan mandi dan mencuci meskipun air baku masih terintrusi air laut.

Sementara untuk kebutuhan minum, pemerintah menyiapkan air yang diproduksi khusus dan diantarkan langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan Kulminasi Peduli menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan momentum peringatan di Kota Pontianak memberi manfaat langsung bagi warga,” katanya.

Salah satu penerima bantuan, Kalsum (46), warga Sungai Selamat, mengaku senang menerima paket sembako. Ia memperoleh kupon bantuan dari ketua RT di lingkungannya.

“Senang sekali. Terima kasih kepada Pak Wali Kota dan semua yang sudah memberikan sembako ini,” ujarnya.

Kalsum menyebut bantuan yang diterimanya berisi sembako. Ia juga berencana kembali mengambil air minum yang disediakan dalam kegiatan tersebut.

“Insya Allah kalau ada yang mengantar ke sini saya akan balik lagi. Saya berterima kasih kepada Pak Wali Kota dan semua yang mengadakan kegiatan ini. Semoga Pontianak tambah maju,” tutupnya. (*)

PMI Kalbar Sulap Air Waduk di TMP Dharma Patria Jaya Jadi Air Layak Digunakan
PMI Kalbar Sulap Air Waduk di TMP Dharma Patria Jaya Jadi Air Layak Digunakan
Tuesday, 22/09/2026

KALBARONLINE.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat memanfaatkan air waduk di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Patria Jaya, Kabupaten Kubu Raya, sebagai sumber air alternatif untuk membantu mengatasi krisis air bersih.

Kepala Markas PMI Provinsi Kalbar, Veri Budiman, mengatakan langkah tersebut merupakan inovasi PMI untuk mencari sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Menurut Veri, PMI tidak bisa terus mengandalkan sumber air pegunungan karena debitnya dapat berkurang atau bahkan tidak mengalir.

“Hari ini kami mencoba mencari sumber air terbarukan. Jadi, kami tidak bisa berharap banyak dari sumber air pegunungan. Kalau habis atau tidak mengalir, kita mau ke mana?” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Air waduk tersebut kemudian diolah menggunakan water treatment plant yang dirakit sendiri oleh PMI. Air hasil pengolahan itu diberi nama Air Penawar 81, sebagai penanda usia PMI yang kini memasuki 81 tahun.

Veri menyebut hasil pengolahan menunjukkan pH air berada di sekitar angka 7. Sementara tingkat kekeruhan (turbidity) juga berada pada angka yang rendah.

Untuk salinitas, Veri mengatakan kandungan zat terlarut dalam air harus berada di bawah angka 500 agar memenuhi standar yang digunakan pihaknya. Sementara angka di bawah 300 dinilai sangat baik.

Meski telah melalui proses pengolahan, Veri mengingatkan air tersebut tetap perlu dimasak sebelum dikonsumsi.

“Air ini seharusnya dimasak terlebih dahulu. Syaratnya memang dimasak dulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

PMI menyebut pemanfaatan air waduk ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Veri mengatakan pemeriksaan kelayakan air telah dilakukan dari sisi fisik, kimia, dan biologi.

Namun, pengujian kimia secara khusus belum dilakukan. Menurut Veri, PMI menilai sumber air tersebut hanya berupa tampungan dan tidak berada di kawasan industri.

Dari sisi kapasitas produksi, mesin yang digunakan PMI mampu menghasilkan sekitar 4.000 liter air per jam. Untuk saat ini, PMI menargetkan produksi sekitar 32 ribu liter per hari dengan waktu operasional maksimal delapan jam.

“Hari ini kami sudah siap 30 ribu liter,” ujarnya.

PMI juga telah menyiapkan tempat penampungan dengan kapasitas hingga 50 ribu liter. Namun, kapasitas produksi masih terbatas karena menyesuaikan kemampuan peralatan yang tersedia.

Veri mengatakan alat tersebut dirakit sendiri oleh PMI karena keterbatasan anggaran. PMI pun membuka peluang kerja sama dengan lembaga maupun perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR) untuk menambah peralatan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi air bersih.

“Kalau memang ada lembaga atau CSR perusahaan yang siap membantu kami berkolaborasi, kami sangat siap menerima dan bekerja sama,” pungkasnya.

Sebelumnya, PMI telah melakukan distribusi air bersih yang bersumber dari air pegunungan. Total distribusi telah mencapai 1.400.000 liter yang disalurkan ke sejumlah wilayah, yakni Kota Pontianak, Kubu Raya, Melawi, Mempawah, Ketapang, Sanggau, dan Landak. (Lid)

Babinsa Koramil Putussibau Utara Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Melapi
Babinsa Koramil Putussibau Utara Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Melapi
Saturday, 19/09/2026

KALBARONLINE.com – Babinsa Koramil 1206-06/Putussibau Utara turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Melapi, Kabupaten Kapuas Hulu, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah binaannya, Sabtu (19/9/2026).

Bantuan tersebut disalurkan di tengah kondisi cuaca panas dan kebutuhan air bersih yang menjadi perhatian masyarakat. Air bersih diberikan secara langsung kepada warga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Babinsa Koramil 1206-06/Putussibau Utara Pelda Beni mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya warga Desa Melapi yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Semoga dapat membantu meringankan kebutuhan warga dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Melapi,” ucap Pelda Beni.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Babinsa memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Bagi masyarakat, bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban warga di tengah kondisi cuaca yang cukup panas.

Melalui kegiatan tersebut, Koramil 1206-06/Putussibau Utara berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat di wilayah binaan sekaligus memperkuat sinergitas dan kebersamaan dalam mendukung ketahanan serta kesejahteraan masyarakat. (Haq)