Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 06 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Kerusakan jaringan pipa transmisi Sungai Buloh akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu distribusi air bersih bagi 1.314 kepala keluarga (KK) di tiga desa di Kabupaten Kayong Utara.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum segera mempercepat perbaikan jaringan pipa yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 3.016 meter.
Upaya tersebut disampaikan langsung Romi melalui koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) Pontianak, Rabu (4/11/2026).
Dalam koordinasi itu, dibahas langkah penanganan jaringan pipa yang mengalami kerusakan. Mengingat jaringan tersebut merupakan aset pemerintah pusat, Pemkab Kayong Utara berharap Kementerian Pekerjaan Umum segera menindaklanjuti usulan perbaikan.
Romi mengatakan, Pemkab Kayong Utara sebelumnya telah mengajukan permohonan perbaikan secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui surat Nomor 600.1/1940/DISPUPR/X/2026 tertanggal 28 September 2026.
Langkah tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah daerah dalam memperjuangkan penanganan infrastruktur air bersih yang terdampak bencana karhutla.
“Kami terus berupaya dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar perbaikan jaringan pipa Sungai Buloh dapat segera direalisasikan karena ini memang aset pemerintah pusat. Kami juga sebelumnya telah bersurat secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum RI untuk mengusulkan perbaikan tersebut. Mudah-mudahan ini menjadi atensi pemerintah pusat karena memang merupakan dampak bencana dari karhutla,” ujar Romi.
Pemkab Kayong Utara akan terus mengawal koordinasi dan mendorong tindak lanjut pemerintah pusat agar perbaikan jaringan pipa tersebut segera dilaksanakan.
Percepatan penanganan diharapkan dapat memulihkan distribusi air bersih sehingga kebutuhan masyarakat di tiga desa terdampak kembali terpenuhi. (Sans)
KALBARONLINE.com – Kerusakan jaringan pipa transmisi Sungai Buloh akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu distribusi air bersih bagi 1.314 kepala keluarga (KK) di tiga desa di Kabupaten Kayong Utara.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum segera mempercepat perbaikan jaringan pipa yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 3.016 meter.
Upaya tersebut disampaikan langsung Romi melalui koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) Pontianak, Rabu (4/11/2026).
Dalam koordinasi itu, dibahas langkah penanganan jaringan pipa yang mengalami kerusakan. Mengingat jaringan tersebut merupakan aset pemerintah pusat, Pemkab Kayong Utara berharap Kementerian Pekerjaan Umum segera menindaklanjuti usulan perbaikan.
Romi mengatakan, Pemkab Kayong Utara sebelumnya telah mengajukan permohonan perbaikan secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui surat Nomor 600.1/1940/DISPUPR/X/2026 tertanggal 28 September 2026.
Langkah tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah daerah dalam memperjuangkan penanganan infrastruktur air bersih yang terdampak bencana karhutla.
“Kami terus berupaya dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar perbaikan jaringan pipa Sungai Buloh dapat segera direalisasikan karena ini memang aset pemerintah pusat. Kami juga sebelumnya telah bersurat secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum RI untuk mengusulkan perbaikan tersebut. Mudah-mudahan ini menjadi atensi pemerintah pusat karena memang merupakan dampak bencana dari karhutla,” ujar Romi.
Pemkab Kayong Utara akan terus mengawal koordinasi dan mendorong tindak lanjut pemerintah pusat agar perbaikan jaringan pipa tersebut segera dilaksanakan.
Percepatan penanganan diharapkan dapat memulihkan distribusi air bersih sehingga kebutuhan masyarakat di tiga desa terdampak kembali terpenuhi. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini