Kayong Utara    

Karhutla Rusak Pipa Sungai Buloh, Ribuan Warga Kayong Utara Terganggu Akses Air Bersih

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 06 November 2026
Karhutla Rusak Pipa Sungai Buloh, Ribuan Warga Kayong Utara Terganggu Akses Air Bersih
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya melakukan koordinasi dengan BWSK I Pontianak (Foto: Sans/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kerusakan jaringan pipa transmisi Sungai Buloh akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu distribusi air bersih bagi 1.314 kepala keluarga (KK) di tiga desa di Kabupaten Kayong Utara.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum segera mempercepat perbaikan jaringan pipa yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 3.016 meter.

Upaya tersebut disampaikan langsung Romi melalui koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) Pontianak, Rabu (4/11/2026).

Dalam koordinasi itu, dibahas langkah penanganan jaringan pipa yang mengalami kerusakan. Mengingat jaringan tersebut merupakan aset pemerintah pusat, Pemkab Kayong Utara berharap Kementerian Pekerjaan Umum segera menindaklanjuti usulan perbaikan.

Romi mengatakan, Pemkab Kayong Utara sebelumnya telah mengajukan permohonan perbaikan secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui surat Nomor 600.1/1940/DISPUPR/X/2026 tertanggal 28 September 2026.

Langkah tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah daerah dalam memperjuangkan penanganan infrastruktur air bersih yang terdampak bencana karhutla.

“Kami terus berupaya dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar perbaikan jaringan pipa Sungai Buloh dapat segera direalisasikan karena ini memang aset pemerintah pusat. Kami juga sebelumnya telah bersurat secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum RI untuk mengusulkan perbaikan tersebut. Mudah-mudahan ini menjadi atensi pemerintah pusat karena memang merupakan dampak bencana dari karhutla,” ujar Romi.

Pemkab Kayong Utara akan terus mengawal koordinasi dan mendorong tindak lanjut pemerintah pusat agar perbaikan jaringan pipa tersebut segera dilaksanakan.

Percepatan penanganan diharapkan dapat memulihkan distribusi air bersih sehingga kebutuhan masyarakat di tiga desa terdampak kembali terpenuhi. (Sans)

Artikel Selanjutnya
Diduga Bandar Sabu, Pria di Ketapang Ditangkap dengan Rp112 Juta dan 18,15 Gram Sabu
Friday, 06 November 2026
Artikel Sebelumnya
Bupati Ketapang Jamu Personel Tipe-X, Serahkan Batu Kecubung sebagai Cenderamata
Friday, 06 November 2026

Berita terkait