Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 21 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Musim kemarau membuat warga Desa Medan Jaya, Kabupaten Kayong Utara, kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur dan parit yang biasa menjadi sumber air mulai mengering, sehingga masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut turut dirasakan Supari, warga setempat. Ia mengatakan, keterbatasan air membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama selama sumber air belum kembali tersedia.
“Selama musim kemarau ini, ketersediaan air sangat kurang. Banyak sumur sudah tidak ada airnya,” kata Supari.
Sebelum bantuan datang, warga berupaya menghemat sisa air yang tersedia, membeli air dalam jumlah terbatas, atau memanfaatkan air gambut dari kawasan Air Rimba untuk kebutuhan tertentu.
Dalam situasi tersebut, ketersediaan air menjadi persoalan penting bagi rumah tangga. Warga tidak hanya membutuhkan air untuk minum dan memasak, tetapi juga harus mengatur persediaan agar kebutuhan lainnya tetap terpenuhi.
Bantuan air bersih pun menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat. Pada Kamis (15/10/2026), Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara menyalurkan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Medan Jaya.
Menurut perkiraan Supari, air yang diterima dapat mencukupi kebutuhan warga selama sekitar tiga hingga empat hari. Karena itu, ia berharap penyaluran bantuan dapat dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau masih membatasi akses masyarakat terhadap air bersih.
“Kami berharap ke depannya bantuan bisa terus berlanjut. Kalau memungkinkan, seminggu dua kali karena masyarakat memang sangat membutuhkan air bersih. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini,” ujarnya.
Bagi warga yang terdampak kekeringan, bantuan air tidak hanya dibutuhkan sesaat. Kepastian pasokan secara berkala juga menjadi harapan agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi hingga sumber air kembali tersedia.
Penyaluran di Desa Medan Jaya merupakan bagian dari upaya penanganan kekeringan di Kabupaten Kayong Utara. Sejak Agustus 2026, BPBD Kabupaten Kayong Utara bersama KIPP telah menyalurkan sekitar satu juta liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang, dan Pulau Maya.
Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, mengapresiasi dukungan KIPP yang terlibat sejak awal penanganan kekeringan. Kolaborasi tersebut turut mendukung distribusi air bersih, termasuk ke wilayah yang membutuhkan dukungan transportasi dan memiliki akses lebih sulit dijangkau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KIPP yang sejak awal terus mendampingi upaya penanganan kekeringan. Ini menunjukkan adanya tanggung jawab dan empati terhadap kondisi masyarakat. Ketika bencana terjadi, semakin banyak pihak yang terlibat tentu semakin baik,” ujar Fathul.
External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan air bersih merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara, KIPP berupaya membantu penyaluran air bersih agar menjangkau wilayah yang membutuhkan pasokan.
“Kami memahami ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Karena itu, KIPP bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk keperluan minum dan memasak selama musim kemarau berlangsung,” ujar Sugeng.
Bagi Supari dan warga Desa Medan Jaya, harapan mereka sederhana: bantuan air bersih dapat terus berlanjut agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi selama musim kemarau. (*)
KALBARONLINE.com – Musim kemarau membuat warga Desa Medan Jaya, Kabupaten Kayong Utara, kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur dan parit yang biasa menjadi sumber air mulai mengering, sehingga masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut turut dirasakan Supari, warga setempat. Ia mengatakan, keterbatasan air membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama selama sumber air belum kembali tersedia.
“Selama musim kemarau ini, ketersediaan air sangat kurang. Banyak sumur sudah tidak ada airnya,” kata Supari.
Sebelum bantuan datang, warga berupaya menghemat sisa air yang tersedia, membeli air dalam jumlah terbatas, atau memanfaatkan air gambut dari kawasan Air Rimba untuk kebutuhan tertentu.
Dalam situasi tersebut, ketersediaan air menjadi persoalan penting bagi rumah tangga. Warga tidak hanya membutuhkan air untuk minum dan memasak, tetapi juga harus mengatur persediaan agar kebutuhan lainnya tetap terpenuhi.
Bantuan air bersih pun menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat. Pada Kamis (15/10/2026), Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara menyalurkan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Medan Jaya.
Menurut perkiraan Supari, air yang diterima dapat mencukupi kebutuhan warga selama sekitar tiga hingga empat hari. Karena itu, ia berharap penyaluran bantuan dapat dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau masih membatasi akses masyarakat terhadap air bersih.
“Kami berharap ke depannya bantuan bisa terus berlanjut. Kalau memungkinkan, seminggu dua kali karena masyarakat memang sangat membutuhkan air bersih. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini,” ujarnya.
Bagi warga yang terdampak kekeringan, bantuan air tidak hanya dibutuhkan sesaat. Kepastian pasokan secara berkala juga menjadi harapan agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi hingga sumber air kembali tersedia.
Penyaluran di Desa Medan Jaya merupakan bagian dari upaya penanganan kekeringan di Kabupaten Kayong Utara. Sejak Agustus 2026, BPBD Kabupaten Kayong Utara bersama KIPP telah menyalurkan sekitar satu juta liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang, dan Pulau Maya.
Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, mengapresiasi dukungan KIPP yang terlibat sejak awal penanganan kekeringan. Kolaborasi tersebut turut mendukung distribusi air bersih, termasuk ke wilayah yang membutuhkan dukungan transportasi dan memiliki akses lebih sulit dijangkau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KIPP yang sejak awal terus mendampingi upaya penanganan kekeringan. Ini menunjukkan adanya tanggung jawab dan empati terhadap kondisi masyarakat. Ketika bencana terjadi, semakin banyak pihak yang terlibat tentu semakin baik,” ujar Fathul.
External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan air bersih merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara, KIPP berupaya membantu penyaluran air bersih agar menjangkau wilayah yang membutuhkan pasokan.
“Kami memahami ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Karena itu, KIPP bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk keperluan minum dan memasak selama musim kemarau berlangsung,” ujar Sugeng.
Bagi Supari dan warga Desa Medan Jaya, harapan mereka sederhana: bantuan air bersih dapat terus berlanjut agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi selama musim kemarau. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini