Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kipp
Sumur dan Parit Mengering, Warga Medan Jaya Kayong Utara Andalkan Bantuan Air Bersih
Sumur dan Parit Mengering, Warga Medan Jaya Kayong Utara Andalkan Bantuan Air Bersih
Wednesday, 21/10/2026

KALBARONLINE.com – Musim kemarau membuat warga Desa Medan Jaya, Kabupaten Kayong Utara, kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur dan parit yang biasa menjadi sumber air mulai mengering, sehingga masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut turut dirasakan Supari, warga setempat. Ia mengatakan, keterbatasan air membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama selama sumber air belum kembali tersedia.

“Selama musim kemarau ini, ketersediaan air sangat kurang. Banyak sumur sudah tidak ada airnya,” kata Supari.

Sebelum bantuan datang, warga berupaya menghemat sisa air yang tersedia, membeli air dalam jumlah terbatas, atau memanfaatkan air gambut dari kawasan Air Rimba untuk kebutuhan tertentu.

Dalam situasi tersebut, ketersediaan air menjadi persoalan penting bagi rumah tangga. Warga tidak hanya membutuhkan air untuk minum dan memasak, tetapi juga harus mengatur persediaan agar kebutuhan lainnya tetap terpenuhi.

Bantuan air bersih pun menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat. Pada Kamis (15/10/2026), Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara menyalurkan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Medan Jaya.

Sumur dan Parit Mengering, Warga Medan Jaya Kayong Utara Andalkan Bantuan Air Bersih
Warga Dusun Medan Jaya mengisi wadah penampungan dengan air bersih yang didistribusikan melalui kerjasama BPBD Kabupaten Kayong Utara dan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Kamis, (15/10/2026) (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)​

Menurut perkiraan Supari, air yang diterima dapat mencukupi kebutuhan warga selama sekitar tiga hingga empat hari. Karena itu, ia berharap penyaluran bantuan dapat dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau masih membatasi akses masyarakat terhadap air bersih.

“Kami berharap ke depannya bantuan bisa terus berlanjut. Kalau memungkinkan, seminggu dua kali karena masyarakat memang sangat membutuhkan air bersih. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini,” ujarnya.

Bagi warga yang terdampak kekeringan, bantuan air tidak hanya dibutuhkan sesaat. Kepastian pasokan secara berkala juga menjadi harapan agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi hingga sumber air kembali tersedia.

Penyaluran di Desa Medan Jaya merupakan bagian dari upaya penanganan kekeringan di Kabupaten Kayong Utara. Sejak Agustus 2026, BPBD Kabupaten Kayong Utara bersama KIPP telah menyalurkan sekitar satu juta liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang, dan Pulau Maya.

Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, mengapresiasi dukungan KIPP yang terlibat sejak awal penanganan kekeringan. Kolaborasi tersebut turut mendukung distribusi air bersih, termasuk ke wilayah yang membutuhkan dukungan transportasi dan memiliki akses lebih sulit dijangkau.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KIPP yang sejak awal terus mendampingi upaya penanganan kekeringan. Ini menunjukkan adanya tanggung jawab dan empati terhadap kondisi masyarakat. Ketika bencana terjadi, semakin banyak pihak yang terlibat tentu semakin baik,” ujar Fathul.

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan air bersih merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara, KIPP berupaya membantu penyaluran air bersih agar menjangkau wilayah yang membutuhkan pasokan.

“Kami memahami ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Karena itu, KIPP bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk keperluan minum dan memasak selama musim kemarau berlangsung,” ujar Sugeng.

Bagi Supari dan warga Desa Medan Jaya, harapan mereka sederhana: bantuan air bersih dapat terus berlanjut agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi selama musim kemarau. (*)

DKP Kalbar dan KIPP Tebar 5.000 Bibit Kerapu untuk Dorong Ekonomi Nelayan Pelapis
DKP Kalbar dan KIPP Tebar 5.000 Bibit Kerapu untuk Dorong Ekonomi Nelayan Pelapis
Tuesday, 15/09/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat bersama Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan kerapu di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui bantuan 5.000 bibit ikan kerapu yang ditebar ke keramba jaring apung (KJA) Desa Pelapis, Jumat (11/9/2026).

Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Provinsi Kalimantan Barat, Bustami, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi Kelompok Nelayan Bina Warga sebagai penerima bantuan.

“Kami memberikan bantuan berupa bibit ikan kerapu untuk kelompok yang ada di Desa Pelapis. Tentunya, kami berharap bahwa dengan bantuan ini kelompok dapat memelihara dan membudidayakan ikan kerapu ini hingga selesai panen atau 9-12 bulan. Dengan budidaya ini, maka kelompok nelayan dapat menjualnya untuk peningkatan ekonomi kelompok tersebut,” harap Bustami usai menebar ikan dalam kegiatan tersebut, Jumat (11/9/2026).

Bustami menuturkan, kolaborasi DKP Provinsi Kalimantan Barat dan CSR KIPP diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pendampingan akan dilakukan untuk membantu kelompok nelayan meningkatkan kemampuan dalam pemeliharaan dan budidaya ikan kerapu.

“Selanjutnya, KIPP bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memberikan pendampingan untuk kelompok nelayan tentang pemeliharaan budidaya ikan kerapu, sehingga nanti ikan kerapu tersebut dapat berkembang dengan maksimal,” tutur Bustami.

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan keterlibatan CSR KIPP merupakan bagian dari komitmen perusahaan membantu masyarakat meningkatkan perekonomian secara berkelanjutan, sejalan dengan visi dan misi pemerintah.

“Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta penguatan akses pasar sehingga budidaya kerapu tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi usaha masyarakat yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Kelompok Nelayan Bina Warga, Kusmanto, menyampaikan apresiasi kepada DKP Provinsi Kalimantan Barat, DKP Kayong Utara, dan KIPP. Menurutnya, bantuan 5.000 bibit kerapu tersebut membuka peluang bagi kelompok nelayan untuk mengembangkan usaha.

“Harapan saya, semoga kelompok kami bisa berkembang dan bisa menjadi pemicu lahirnya kelompok-kelompok yang akan datang. Kalau ini bisa dikembangkan secara maksimal, tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok yang akan datang bisa lebih berminat lagi,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi antara DKP Provinsi Kalimantan Barat dan KIPP dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pendampingan dan peningkatan kapasitas kelompok nelayan.

Menurutnya, kompetensi dan pengetahuan tim CSR KIPP dibutuhkan untuk melengkapi pengalaman nelayan dalam teknis budidaya ikan kerapu.

“Secara umum memang kami sebagai nelayan memahami kondisi laut. Tapi untuk budidaya kerapu kami masih perlu pendampingan,” katanya. (*)

KIPP Dapat Apresiasi, Investasi Industri Aluminium Kayong Utara Ditargetkan Beroperasi 2027
KIPP Dapat Apresiasi, Investasi Industri Aluminium Kayong Utara Ditargetkan Beroperasi 2027
Wednesday, 19/08/2026

KALBARONLINE.com – Perusahaan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di Kabupaten Kayong Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung realisasi investasi dan pengembangan industri pengolahan mineral di Kalimantan Barat.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui penghargaan yang diberikan kepada PT Kayong Aluminium Nusantara (KAN) dan PT Kayong Power Nusantara (KPN).

Penghargaan diserahkan di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Senin (17/8/2026). KAN dan KPN menerima penghargaan atas komitmen dalam merealisasikan rencana investasi di Kalimantan Barat serta keaktifan dan kepatuhan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2025.

Apresiasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan KIPP sebagai kawasan industri terintegrasi yang diarahkan untuk mendukung pengolahan komoditas mineral, khususnya pengembangan industri alumina dan aluminium.

KIPP Dapat Apresiasi, Investasi Industri Aluminium Kayong Utara Ditargetkan Beroperasi 2027
Wakil Gubernur Kalimantan Barat menyerahkan penghargaan kepada perwakilan manajemen PT Kayong Aluminium Nusantara (KAN) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam merealisasikan investasi dan memenuhi kewajiban pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2025 (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)​

Direktur KAN/KIPP Rasnius Pasaribu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas penghargaan yang diberikan.

Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi dukungan moral bagi manajemen KIPP, perusahaan yang berada di dalam kawasan maupun para pekerja yang saat ini terlibat dalam proses konstruksi.

Penghargaan tersebut juga menjadi dorongan bagi manajemen untuk terus menjaga konsistensi terhadap rencana investasi yang telah disampaikan sejak awal.

KIPP berkomitmen menyelesaikan seluruh infrastruktur kawasan industri sesuai dengan target yang telah ditetapkan, dengan tetap mengedepankan pelaksanaan investasi secara tertib dan sesuai regulasi yang berlaku.

“Pembangunan akan kami selesaikan sesuai jangka waktu yang telah dibuat, dan kami mohon juga dukungan dari Pemerintah Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan lebih baik,” ujar Rasnius.

Ia menambahkan, sinergi antara perusahaan dan pemerintah menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran proses pengembangan kawasan.

KIPP menargetkan kawasan industri tersebut dapat beroperasi dan memasuki tahap produksi secara komersial pada 2027.

Selain pembangunan fisik kawasan, konsistensi dalam memenuhi kewajiban administratif juga menjadi bagian dari komitmen investasi KIPP.

Penghargaan yang diterima KAN dan KPN menunjukkan bahwa realisasi investasi berjalan beriringan dengan kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan LKPM.

Pelaporan tersebut menjadi bagian penting bagi pemerintah dalam memperoleh informasi mengenai perkembangan realisasi investasi dan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaannya di daerah.

“Alhamdulillah, komitmen kami sebagai investor sudah berjalan dengan baik. Hal ini tentu dapat dilihat dari penghargaan ini,” kata Rasnius.

Ke depan, pengembangan KIPP diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan industri pengolahan dan pemurnian bauksit di Kalimantan Barat.

Dengan pengembangan industri alumina dan aluminium, kawasan ini diproyeksikan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat rantai pasok industri, membuka peluang lapangan kerja serta memberikan dampak berganda bagi perekonomian Kabupaten Kayong Utara dan Kalimantan Barat secara lebih luas. (*)

89 Peserta ODP KIPP Pulang dari China, Siap Perkuat Tenaga Kerja Industri di Kayong Utara
89 Peserta ODP KIPP Pulang dari China, Siap Perkuat Tenaga Kerja Industri di Kayong Utara
Wednesday, 19/08/2026

KALBARONLINE.com - Sebanyak 89 peserta Operations Development Programme (ODP) Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) kembali ke Indonesia setelah menuntaskan pelatihan kerja dan operasional industri selama tiga bulan di Holingol, China.

Kepulangan para peserta menjadi bagian dari penyiapan tenaga kerja terampil yang diproyeksikan mendukung operasional pusat pengolahan aluminium terintegrasi di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Dari 89 peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, sebanyak 14 orang merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara. Keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia daerah agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Program ODP juga diarahkan untuk membantu mengurangi kesenjangan keterampilan (skill gap) dalam penyerapan tenaga kerja daerah pada sektor industri berat.

Rangkaian program ODP berlangsung selama enam bulan. Program tersebut terdiri atas tiga bulan pembekalan bahasa Mandarin dan budaya kerja di Indonesia, dilanjutkan tiga bulan pelatihan langsung di China.

Pembekalan awal dilaksanakan melalui kerja sama perusahaan dengan Confucius Institute Universitas Tanjungpura (Ci-Untan) Pontianak dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama Kubu Raya sebagai persiapan peserta sebelum memasuki lingkungan kerja dan pelatihan industri di Holingol.

Selama menjalani pelatihan di China, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas di fasilitas produksi aluminium.

Mereka memperoleh kesempatan mempelajari teknologi industri, termasuk pengoperasian sel elektrolisis yang merupakan salah satu proses inti dalam manufaktur peleburan aluminium primer.

Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai disiplin kerja, profesionalisme serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Bagi para peserta, pengalaman tersebut memberikan bekal yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membentuk kesiapan menghadapi lingkungan kerja industri.

Rivalzan, peserta ODP asal Kayong Utara, menyebut kesempatan mempelajari pengoperasian sel elektrolisis secara langsung di China sebagai pengalaman yang sangat berharga. Ia juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan para shifu atau instruktur dari China dan bekerja bersama tenaga kerja asing.

“Sekarang saya sudah siap kembali bekerja dan berkarya untuk Kayong Utara,” ujar Rivalzan.

Hal serupa disampaikan Robin Mahendra yang menilai pengalaman selama program turut membentuk kedisiplinan dan profesionalisme dalam bekerja.

Sementara itu, Zeny Nur Oktaviani, peserta ODP perempuan asal Kayong Utara, menyatakan kesiapan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Dengan selesainya seluruh rangkaian pembelajaran dan diperolehnya sertifikasi keahlian, para peserta dijadwalkan untuk memperkuat jajaran tenaga teknis KIPP.

Kehadiran tenaga kerja yang memiliki pengalaman internasional, pemahaman teknologi serta kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja industri diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam mendukung kesiapan KIPP menuju tahap operasional berikutnya.

Program pengembangan SDM melalui ODP juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara teknologi global dan kekuatan tenaga kerja lokal.

Dengan kembalinya 89 peserta ke Indonesia, termasuk 14 putra-putri asli Kayong Utara, program tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi SDM seiring dengan pengembangan industri dan pertumbuhan ekonomi daerah.


Denyut Nadi Kemerdekaan di Desa Pelapis, Merayakan Kebersamaan dan Kepedulian Bersama KIPP
Denyut Nadi Kemerdekaan di Desa Pelapis, Merayakan Kebersamaan dan Kepedulian Bersama KIPP
Monday, 17/08/2026

KALBARONLINE.com – Pemandangan penuh semangat tampak di penjuru Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Kibaran Bendera Merah Putih, sorak-sorai penonton di pinggir lapangan, hingga gelak tawa anak-anak yang menikmati permainan menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian perayaan yang berlangsung pada 4 hingga 24 Agustus 2026 dipusatkan di Dusun Jaya. Berbagai perlombaan rakyat digelar meriah sepanjang bulan kemerdekaan, mulai dari pertandingan bola voli putra dan putri, permainan kartu remi dan gaplek, adu strategi di papan catur, aksi penuh perjuangan di tiang panjat pinang, hingga aneka lomba khusus anak-anak.

Bagi warga setempat, semarak Agustusan ini jauh melampaui sekadar urusan menang atau kalah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ajang berkumpul, bersenda gurau, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Suasana kebersamaan tersebut kian bermakna berkat sinergi antara Karang Taruna Desa Pelapis, Pemerintah Desa, dan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang turut memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan perlombaan dan hiburan masyarakat.

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, menyampaikan bahwa momen kemerdekaan menjadi saat yang tepat untuk mempererat ikatan emosional antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya momentum untuk diperingati, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat. KIPP hadir di Desa Pelapis bukan sekadar menjalankan operasional, melainkan sebagai tetangga dan bagian dari keluarga besar masyarakat di sini. Semoga kebersamaan dalam kegembiraan antara perusahaan dan masyarakat dapat selalu terjaga dengan baik," ujar Sugeng.

Denyut Nadi Kemerdekaan di Desa Pelapis, Merayakan Kebersamaan dan Kepedulian Bersama KIPP
Pertandingan bola voli menjadi salah satu kegiatan yang memeriahkan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Desa Pelapis bersama KIPP (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)​

Besarnya antusiasme warga juga dirasakan langsung oleh Abdurrahman, salah satu warga Desa Pelapis yang turut ambil bagian dan sukses menorehkan prestasi di arena lomba.

"Saya dapat juara di lomba voli dan lomba tarik tambang. Perlombaannya cukup seru. Semoga tahun depan lombanya lebih beragam," ucap Abdurrahman.

Tidak hanya menikmati keseruan perlombaan, Abdurrahman juga mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran KIPP yang senantiasa peduli terhadap kesejahteraan warga sehari-hari, khususnya para nelayan kecil.

"Alhamdulillah, ada kebaikan dari perusahaan. Setiap bulan warga dibantu sembako dan BBM. Bantuan ini sangat penting, terutama saat musim angin kencang ketika nelayan kecil seperti saya susah berlaut," tambahnya.

Semangat perayaan HUT ke-81 RI ini juga dirasakan masyarakat di luar Desa Pelapis. KIPP turut menyebarkan semangat kebersamaan dengan mendukung perayaan kemerdekaan di Desa Padang, Desa Betok, dan Kecamatan Pulau Karimata.

Jangkauan sinergi ini juga meliputi wilayah Pulau Maya, yakni Desa Tanjung Satai, Satai Lestari, Kamboja, Dusun Besar, Dusun Kecil, hingga Pemerintah Kecamatan Pulau Maya.

Bagi KIPP, semarak kemerdekaan merupakan wujud komitmen untuk terus merajut silaturahmi, memperkuat komunikasi, dan menjaga keharmonisan hubungan jangka panjang dengan seluruh masyarakat di sekitar wilayah kegiatan. (*)

KIPP Luncurkan Program Desa Tangguh Bencana di Kayong Utara, Warga Dibekali Pelatihan Penanganan Kebakaran
KIPP Luncurkan Program Desa Tangguh Bencana di Kayong Utara, Warga Dibekali Pelatihan Penanganan Kebakaran
Thursday, 06/08/2026

KALBARONLINE.com – Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) meluncurkan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.

Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan KIPP dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di wilayah kepulauan agar lebih siap menghadapi situasi darurat. Melalui Destana, masyarakat didorong menjadi aktor utama dalam mitigasi, respons awal, dan pengurangan risiko bencana.

Sebagai langkah awal implementasi program, KIPP menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran di Dusun Kelawar, Desa Pelapis, pada awal Agustus 2026.

Pelatihan yang diikuti masyarakat dan aparatur desa tersebut meliputi pengenalan jenis-jenis kebakaran, penggunaan peralatan pemadam kebakaran, hingga simulasi dan praktik langsung penanganan kebakaran di lapangan.

Melalui kegiatan itu, peserta memperoleh pengalaman mengoperasikan peralatan pemadam kebakaran sekaligus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melakukan respons cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, maupun kondisi darurat lainnya.

External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan karakteristik geografis Desa Pelapis sebagai wilayah kepulauan membuat masyarakat perlu memiliki kesiapsiagaan terhadap berbagai ancaman bencana.

"Program Desa Tangguh Bencana ini kami rancang sebagai program yang berkelanjutan. Pelatihan penanganan kebakaran merupakan tahap awal. Ke depan, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan mengenai kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, keselamatan di wilayah perairan, hingga teknik pertolongan dan evakuasi dasar. Harapannya, masyarakat memiliki kapasitas yang semakin lengkap menghadapi berbagai potensi risiko bencana di wilayahnya," ujar Sugeng.

Ia menambahkan, ketangguhan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga kemampuan warga untuk bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi keadaan darurat.

Program Destana dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas yang efektif sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Ke depan, KIPP akan melaksanakan rangkaian pelatihan dan simulasi kebencanaan secara bertahap yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Desa Pelapis.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat setempat, tetapi juga menjadi contoh penguatan ketangguhan masyarakat berbasis komunitas di Kabupaten Kayong Utara sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. (*)

KIPP Siapkan SDM Lokal Lebih Kompeten Lewat Pelita Penebang
KIPP Siapkan SDM Lokal Lebih Kompeten Lewat Pelita Penebang
Saturday, 30/05/2026

KALBARONLINE.com – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal terus diwujudkan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melalui Program Pelita Penebang. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam membuka peluang pengembangan keterampilan dan jenjang karier bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

Melalui pelatihan operator overhead crane bersertifikasi, program yang diinisiasi divisi Health, Safety, and Environment (HSE) dan divisi Human Resources KIPP itu menyasar tenaga kerja non-skill, khususnya yang telah terlibat dalam kegiatan operasional kawasan industri.

Head of Corporate Communications KIPP, Niken Prisca, menyebut Program Pelita Penebang hadir sebagai upaya perusahaan dalam mempersiapkan talenta lokal agar mampu bersaing dan memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan industri modern.

“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” kata Niken.

Kawasan Industri Pulau Penebang yang berada di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, saat ini berkembang sebagai salah satu proyek strategis nasional di bawah pengelolaan PT Dharma Inti Bersama (DIB). Kawasan tersebut dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan industri hilirisasi bauksit yang terintegrasi.

Dalam pelaksanaannya, peserta pelatihan dipilih melalui proses seleksi yang meliputi verifikasi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Dari tahapan tersebut, peserta terbaik berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan operator overhead crane pada angkatan pertama.

Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, program ini juga membangun pemahaman peserta terkait budaya keselamatan kerja yang menjadi standar utama di lingkungan industri.

“Jadi mereka itu memiliki bekal dasar bekerja dengan aman. Itu juga sebagai komitmen perusahaan untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.

Peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik langsung di lapangan dengan pendampingan mentor berpengalaman. Mereka juga menjalani pembinaan fisik guna mendukung kesiapan kerja di area operasional industri.

KIPP menilai pengembangan tenaga kerja lokal menjadi salah satu investasi jangka panjang yang penting untuk mendukung keberlanjutan operasional kawasan industri di masa mendatang.

“Harapannya masyarakat lokal memiliki skill yang sangat baik, bahkan bisa melebihi tenaga kerja dari luar,” tambahnya.

Bagi peserta, program tersebut memberikan motivasi baru untuk meningkatkan kemampuan diri. Suheriduansyah (19), peserta asal Tanjung Satai, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin memiliki keterampilan tambahan yang dapat menunjang masa depannya.

“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.

Ia mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan selama pelatihan karena dinilai membantu peserta lebih cepat memahami materi yang diberikan.

“Saya terima kasih sama tim Human Resources dan tim HSE yang sudah memberikan pembelajaran dan tempat untuk naik up-skill ini,” katanya.

Peserta lainnya, Eka Pramuja (22), menilai Program Pelita Penebang membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pekerjaan dengan prospek yang lebih baik dan stabil.

“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Tidak selamanya kita begini terus, jadi ada peluang jenjang karir,” ujar warga Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai tersebut.

Ia berharap pengalaman dan sertifikasi yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal penting untuk terus berkembang di dunia industri.

Melalui Program Pelita Penebang, KIPP terus mempertegas komitmennya dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang terampil, profesional, dan siap mendukung pertumbuhan industri di Kabupaten Kayong Utara. (*)