Pontianak    

KIPP Dapat Apresiasi, Investasi Industri Aluminium Kayong Utara Ditargetkan Beroperasi 2027

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 19 August 2026
KIPP Dapat Apresiasi, Investasi Industri Aluminium Kayong Utara Ditargetkan Beroperasi 2027
Wakil Gubernur Kalimantan Barat menyerahkan penghargaan kepada perwakilan manajemen PT Kayong Power Nusantara (KPN) atas komitmen perusahaan dalam merealisasikan rencana investasi di Kalimantan Barat serta kepatuhan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2025 (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Perusahaan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di Kabupaten Kayong Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung realisasi investasi dan pengembangan industri pengolahan mineral di Kalimantan Barat.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui penghargaan yang diberikan kepada PT Kayong Aluminium Nusantara (KAN) dan PT Kayong Power Nusantara (KPN).

Penghargaan diserahkan di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Senin (17/8/2026). KAN dan KPN menerima penghargaan atas komitmen dalam merealisasikan rencana investasi di Kalimantan Barat serta keaktifan dan kepatuhan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2025.

Apresiasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan KIPP sebagai kawasan industri terintegrasi yang diarahkan untuk mendukung pengolahan komoditas mineral, khususnya pengembangan industri alumina dan aluminium.

KIPP Dapat Apresiasi, Investasi Industri Aluminium Kayong Utara Ditargetkan Beroperasi 2027
Wakil Gubernur Kalimantan Barat menyerahkan penghargaan kepada perwakilan manajemen PT Kayong Aluminium Nusantara (KAN) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam merealisasikan investasi dan memenuhi kewajiban pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2025 (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)

Direktur KAN/KIPP Rasnius Pasaribu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas penghargaan yang diberikan.

Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi dukungan moral bagi manajemen KIPP, perusahaan yang berada di dalam kawasan maupun para pekerja yang saat ini terlibat dalam proses konstruksi.

Penghargaan tersebut juga menjadi dorongan bagi manajemen untuk terus menjaga konsistensi terhadap rencana investasi yang telah disampaikan sejak awal.

KIPP berkomitmen menyelesaikan seluruh infrastruktur kawasan industri sesuai dengan target yang telah ditetapkan, dengan tetap mengedepankan pelaksanaan investasi secara tertib dan sesuai regulasi yang berlaku.

“Pembangunan akan kami selesaikan sesuai jangka waktu yang telah dibuat, dan kami mohon juga dukungan dari Pemerintah Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan lebih baik,” ujar Rasnius.

Ia menambahkan, sinergi antara perusahaan dan pemerintah menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran proses pengembangan kawasan.

KIPP menargetkan kawasan industri tersebut dapat beroperasi dan memasuki tahap produksi secara komersial pada 2027.

Selain pembangunan fisik kawasan, konsistensi dalam memenuhi kewajiban administratif juga menjadi bagian dari komitmen investasi KIPP.

Penghargaan yang diterima KAN dan KPN menunjukkan bahwa realisasi investasi berjalan beriringan dengan kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan LKPM.

Pelaporan tersebut menjadi bagian penting bagi pemerintah dalam memperoleh informasi mengenai perkembangan realisasi investasi dan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaannya di daerah.

“Alhamdulillah, komitmen kami sebagai investor sudah berjalan dengan baik. Hal ini tentu dapat dilihat dari penghargaan ini,” kata Rasnius.

Ke depan, pengembangan KIPP diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan industri pengolahan dan pemurnian bauksit di Kalimantan Barat.

Dengan pengembangan industri alumina dan aluminium, kawasan ini diproyeksikan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat rantai pasok industri, membuka peluang lapangan kerja serta memberikan dampak berganda bagi perekonomian Kabupaten Kayong Utara dan Kalimantan Barat secara lebih luas. (*)

Artikel Selanjutnya
Kisah Anak-anak yang Berujung di Panti Gara-gara Orang Tua Jadi PMI Ilegal
Wednesday, 19 August 2026
Artikel Sebelumnya
Empat Orang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Perampasan Emas 936 Gram di Sekadau
Wednesday, 19 August 2026

Berita terkait