Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 19 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Sebanyak 89 peserta Operations Development Programme (ODP) Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) kembali ke Indonesia setelah menuntaskan pelatihan kerja dan operasional industri selama tiga bulan di Holingol, China.
Kepulangan para peserta menjadi bagian dari penyiapan tenaga kerja terampil yang diproyeksikan mendukung operasional pusat pengolahan aluminium terintegrasi di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Dari 89 peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, sebanyak 14 orang merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara. Keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia daerah agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Program ODP juga diarahkan untuk membantu mengurangi kesenjangan keterampilan (skill gap) dalam penyerapan tenaga kerja daerah pada sektor industri berat.
Rangkaian program ODP berlangsung selama enam bulan. Program tersebut terdiri atas tiga bulan pembekalan bahasa Mandarin dan budaya kerja di Indonesia, dilanjutkan tiga bulan pelatihan langsung di China.
Pembekalan awal dilaksanakan melalui kerja sama perusahaan dengan Confucius Institute Universitas Tanjungpura (Ci-Untan) Pontianak dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama Kubu Raya sebagai persiapan peserta sebelum memasuki lingkungan kerja dan pelatihan industri di Holingol.
Selama menjalani pelatihan di China, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas di fasilitas produksi aluminium.
Mereka memperoleh kesempatan mempelajari teknologi industri, termasuk pengoperasian sel elektrolisis yang merupakan salah satu proses inti dalam manufaktur peleburan aluminium primer.
Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai disiplin kerja, profesionalisme serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Bagi para peserta, pengalaman tersebut memberikan bekal yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membentuk kesiapan menghadapi lingkungan kerja industri.
Rivalzan, peserta ODP asal Kayong Utara, menyebut kesempatan mempelajari pengoperasian sel elektrolisis secara langsung di China sebagai pengalaman yang sangat berharga. Ia juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan para shifu atau instruktur dari China dan bekerja bersama tenaga kerja asing.
“Sekarang saya sudah siap kembali bekerja dan berkarya untuk Kayong Utara,” ujar Rivalzan.
Hal serupa disampaikan Robin Mahendra yang menilai pengalaman selama program turut membentuk kedisiplinan dan profesionalisme dalam bekerja.
Sementara itu, Zeny Nur Oktaviani, peserta ODP perempuan asal Kayong Utara, menyatakan kesiapan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dengan selesainya seluruh rangkaian pembelajaran dan diperolehnya sertifikasi keahlian, para peserta dijadwalkan untuk memperkuat jajaran tenaga teknis KIPP.
Kehadiran tenaga kerja yang memiliki pengalaman internasional, pemahaman teknologi serta kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja industri diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam mendukung kesiapan KIPP menuju tahap operasional berikutnya.
Program pengembangan SDM melalui ODP juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara teknologi global dan kekuatan tenaga kerja lokal.
Dengan kembalinya 89 peserta ke Indonesia, termasuk 14 putra-putri asli Kayong Utara, program tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi SDM seiring dengan pengembangan industri dan pertumbuhan ekonomi daerah.
KALBARONLINE.com - Sebanyak 89 peserta Operations Development Programme (ODP) Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) kembali ke Indonesia setelah menuntaskan pelatihan kerja dan operasional industri selama tiga bulan di Holingol, China.
Kepulangan para peserta menjadi bagian dari penyiapan tenaga kerja terampil yang diproyeksikan mendukung operasional pusat pengolahan aluminium terintegrasi di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Dari 89 peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, sebanyak 14 orang merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara. Keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia daerah agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Program ODP juga diarahkan untuk membantu mengurangi kesenjangan keterampilan (skill gap) dalam penyerapan tenaga kerja daerah pada sektor industri berat.
Rangkaian program ODP berlangsung selama enam bulan. Program tersebut terdiri atas tiga bulan pembekalan bahasa Mandarin dan budaya kerja di Indonesia, dilanjutkan tiga bulan pelatihan langsung di China.
Pembekalan awal dilaksanakan melalui kerja sama perusahaan dengan Confucius Institute Universitas Tanjungpura (Ci-Untan) Pontianak dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama Kubu Raya sebagai persiapan peserta sebelum memasuki lingkungan kerja dan pelatihan industri di Holingol.
Selama menjalani pelatihan di China, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas di fasilitas produksi aluminium.
Mereka memperoleh kesempatan mempelajari teknologi industri, termasuk pengoperasian sel elektrolisis yang merupakan salah satu proses inti dalam manufaktur peleburan aluminium primer.
Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai disiplin kerja, profesionalisme serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Bagi para peserta, pengalaman tersebut memberikan bekal yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membentuk kesiapan menghadapi lingkungan kerja industri.
Rivalzan, peserta ODP asal Kayong Utara, menyebut kesempatan mempelajari pengoperasian sel elektrolisis secara langsung di China sebagai pengalaman yang sangat berharga. Ia juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan para shifu atau instruktur dari China dan bekerja bersama tenaga kerja asing.
“Sekarang saya sudah siap kembali bekerja dan berkarya untuk Kayong Utara,” ujar Rivalzan.
Hal serupa disampaikan Robin Mahendra yang menilai pengalaman selama program turut membentuk kedisiplinan dan profesionalisme dalam bekerja.
Sementara itu, Zeny Nur Oktaviani, peserta ODP perempuan asal Kayong Utara, menyatakan kesiapan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dengan selesainya seluruh rangkaian pembelajaran dan diperolehnya sertifikasi keahlian, para peserta dijadwalkan untuk memperkuat jajaran tenaga teknis KIPP.
Kehadiran tenaga kerja yang memiliki pengalaman internasional, pemahaman teknologi serta kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja industri diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam mendukung kesiapan KIPP menuju tahap operasional berikutnya.
Program pengembangan SDM melalui ODP juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara teknologi global dan kekuatan tenaga kerja lokal.
Dengan kembalinya 89 peserta ke Indonesia, termasuk 14 putra-putri asli Kayong Utara, program tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi SDM seiring dengan pengembangan industri dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini