Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 18 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Melawi terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah desa, aparat keamanan, perusahaan hingga masyarakat diminta meningkatkan upaya pencegahan dan tidak menunggu kebakaran terjadi atau meluas.
Hal tersebut disampaikan Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa saat memimpin Apel Siaga Tanggap Darurat Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Melawi, Selasa (18/8/2026).
Dalam arahannya, Dadi menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan BPBD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur yang berada di Kabupaten Melawi.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Bupati.
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas. Setiap potensi kebakaran perlu dikenali dan diantisipasi sejak awal sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar dan sulit dikendalikan.
“Jauh lebih baik kita mencegah satu titik api daripada harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas,” ujarnya.
Bupati juga meminta koordinasi antarinstansi diperkuat. Informasi mengenai kondisi wilayah, potensi titik api maupun aktivitas yang berisiko menimbulkan kebakaran harus dapat disampaikan secara cepat dari tingkat desa hingga kabupaten.
Pemerintah desa dinilai memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat dan wilayah yang berpotensi mengalami karhutla. Karena itu, sebanyak 169 desa di Kabupaten Melawi diminta mengambil langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
Dadi mendorong setiap desa mengaktifkan Masyarakat Peduli Api (MPA), mengenali wilayah rawan kebakaran, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat serta membangun mekanisme pelaporan yang cepat apabila ditemukan indikasi munculnya titik api.
Para camat juga diminta menjalankan fungsi koordinasi secara maksimal dengan menghubungkan pemerintah desa, masyarakat, TNI-Polri, perusahaan dan unsur terkait lainnya. Dengan koordinasi yang baik, potensi kebakaran diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih luas.
Selain pemerintah dan masyarakat, perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Melawi juga diminta mengambil peran dalam pencegahan karhutla. Dukungan perusahaan diharapkan tidak hanya diberikan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi sejak tahap pencegahan melalui patroli, penyediaan peralatan, dukungan personel, pelatihan, komunikasi serta penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api.
Bupati menilai penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu. Pemerintah desa bersama masyarakat menjadi garda terdepan dalam pencegahan, perusahaan ikut memperkuat kemampuan di lapangan, sedangkan BPBD berperan mengoordinasikan sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas manusia dalam membuka lahan masih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan harus terus dilakukan agar penggunaan api tidak berkembang menjadi kebakaran yang tidak terkendali.
Dadi mengajak seluruh elemen menjadikan kesiapsiagaan karhutla sebagai gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan. Semangat tersebut dirangkum dalam gerakan “169 Desa – 11 Kecamatan – Satu Gerakan, Melawi Siaga Karhutla.”
“Cegah – Siaga – Respon Cepat – Padamkan Sejak Dini,” tegasnya.
Dadi berharap seluruh pihak menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dalam menjaga keselamatan masyarakat, melindungi lingkungan serta mencegah kerugian sosial dan ekonomi yang dapat ditimbulkan akibat karhutla.
Apel siaga tersebut turut dihadiri Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., Wakapolres Melawi, perwakilan Kodim 1205 Sintang, kepala perangkat daerah terkait, Kepala KPH Melawi, para camat, unsur TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, BSPBK Nanga Pinoh, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api serta peserta apel lainnya.
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Melawi terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah desa, aparat keamanan, perusahaan hingga masyarakat diminta meningkatkan upaya pencegahan dan tidak menunggu kebakaran terjadi atau meluas.
Hal tersebut disampaikan Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa saat memimpin Apel Siaga Tanggap Darurat Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Melawi, Selasa (18/8/2026).
Dalam arahannya, Dadi menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan BPBD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur yang berada di Kabupaten Melawi.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Bupati.
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas. Setiap potensi kebakaran perlu dikenali dan diantisipasi sejak awal sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar dan sulit dikendalikan.
“Jauh lebih baik kita mencegah satu titik api daripada harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas,” ujarnya.
Bupati juga meminta koordinasi antarinstansi diperkuat. Informasi mengenai kondisi wilayah, potensi titik api maupun aktivitas yang berisiko menimbulkan kebakaran harus dapat disampaikan secara cepat dari tingkat desa hingga kabupaten.
Pemerintah desa dinilai memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat dan wilayah yang berpotensi mengalami karhutla. Karena itu, sebanyak 169 desa di Kabupaten Melawi diminta mengambil langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
Dadi mendorong setiap desa mengaktifkan Masyarakat Peduli Api (MPA), mengenali wilayah rawan kebakaran, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat serta membangun mekanisme pelaporan yang cepat apabila ditemukan indikasi munculnya titik api.
Para camat juga diminta menjalankan fungsi koordinasi secara maksimal dengan menghubungkan pemerintah desa, masyarakat, TNI-Polri, perusahaan dan unsur terkait lainnya. Dengan koordinasi yang baik, potensi kebakaran diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih luas.
Selain pemerintah dan masyarakat, perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Melawi juga diminta mengambil peran dalam pencegahan karhutla. Dukungan perusahaan diharapkan tidak hanya diberikan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi sejak tahap pencegahan melalui patroli, penyediaan peralatan, dukungan personel, pelatihan, komunikasi serta penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api.
Bupati menilai penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu. Pemerintah desa bersama masyarakat menjadi garda terdepan dalam pencegahan, perusahaan ikut memperkuat kemampuan di lapangan, sedangkan BPBD berperan mengoordinasikan sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas manusia dalam membuka lahan masih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan harus terus dilakukan agar penggunaan api tidak berkembang menjadi kebakaran yang tidak terkendali.
Dadi mengajak seluruh elemen menjadikan kesiapsiagaan karhutla sebagai gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan. Semangat tersebut dirangkum dalam gerakan “169 Desa – 11 Kecamatan – Satu Gerakan, Melawi Siaga Karhutla.”
“Cegah – Siaga – Respon Cepat – Padamkan Sejak Dini,” tegasnya.
Dadi berharap seluruh pihak menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dalam menjaga keselamatan masyarakat, melindungi lingkungan serta mencegah kerugian sosial dan ekonomi yang dapat ditimbulkan akibat karhutla.
Apel siaga tersebut turut dihadiri Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., Wakapolres Melawi, perwakilan Kodim 1205 Sintang, kepala perangkat daerah terkait, Kepala KPH Melawi, para camat, unsur TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, BSPBK Nanga Pinoh, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api serta peserta apel lainnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini