Kubu Raya    

6.169 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Ketapang-Kubu Raya Mendominasi

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 01 September 2026
6.169 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Ketapang-Kubu Raya Mendominasi
Sebanyak 6.169 titik panas terdeteksi di Kalbar, dengan 284 titik berkepercayaan tinggi yang perlu diverifikasi di lapangan (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Sebanyak 6.169 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 31 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB.

Dari ribuan titik panas tersebut, sebanyak 284 titik masuk dalam kategori tingkat kepercayaan tinggi dan dicurigai sebagai api.

Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, mengatakan data tersebut akan kembali diperbarui pada 1 September 2026 pukul 16.00 WIB.

“Berdasarkan sebaran titik panas yang dikeluarkan BMKG per 31 Agustus pukul 23.00 WIB, terdapat 6.169 sebaran titik panas di Kalimantan Barat,” kata Daniel.

Dari 284 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 111 titik. Kemudian disusul Kabupaten Kubu Raya dengan 42 titik.

Sementara itu, jumlah titik panas di kabupaten lainnya bervariasi. Sebagian daerah tercatat memiliki sekitar 10 hingga 20 titik, bahkan ada wilayah yang tidak terdeteksi titik panas.

“Memang, titik panas didominasi oleh Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya,” ujarnya.

Daniel menjelaskan, 284 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebut saat ini menjadi fokus Satgas Darat dan Satgas Udara untuk dilakukan verifikasi serta validasi di lapangan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi satelit benar-benar merupakan titik api atau bukan.

“Kita perlu memastikan apakah 284 titik tersebut benar-benar merupakan titik api atau bukan,” katanya.

Menurut Daniel, deteksi satelit tidak selalu berarti adanya kebakaran. Sebab, sejumlah objek atau kondisi tertentu di permukaan bumi dapat memunculkan pantulan panas yang kemudian terbaca sebagai titik panas oleh satelit.

“Sebab, yang tertangkap oleh satelit bukan hanya api. Pantulan dari benda-benda tertentu juga dapat terbaca sebagai titik panas,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah bersama Satgas Darat dan Satgas Udara terus melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang terdeteksi. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Mabes TNI Sosialisasikan Pencegahan Karhutla ke Warga Sungai Abau
Tuesday, 01 September 2026
Artikel Sebelumnya
Mengapa Karhutla di Gambut Sulit Dipadamkan? Ini Penjelasan BPBD Kalbar
Tuesday, 01 September 2026

Berita terkait