Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 01 September 2026 |
KALBARONLINE.com - Sebanyak 6.169 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 31 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB.
Dari ribuan titik panas tersebut, sebanyak 284 titik masuk dalam kategori tingkat kepercayaan tinggi dan dicurigai sebagai api.
Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, mengatakan data tersebut akan kembali diperbarui pada 1 September 2026 pukul 16.00 WIB.
“Berdasarkan sebaran titik panas yang dikeluarkan BMKG per 31 Agustus pukul 23.00 WIB, terdapat 6.169 sebaran titik panas di Kalimantan Barat,” kata Daniel.
Dari 284 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 111 titik. Kemudian disusul Kabupaten Kubu Raya dengan 42 titik.
Sementara itu, jumlah titik panas di kabupaten lainnya bervariasi. Sebagian daerah tercatat memiliki sekitar 10 hingga 20 titik, bahkan ada wilayah yang tidak terdeteksi titik panas.
“Memang, titik panas didominasi oleh Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya,” ujarnya.
Daniel menjelaskan, 284 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebut saat ini menjadi fokus Satgas Darat dan Satgas Udara untuk dilakukan verifikasi serta validasi di lapangan.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi satelit benar-benar merupakan titik api atau bukan.
“Kita perlu memastikan apakah 284 titik tersebut benar-benar merupakan titik api atau bukan,” katanya.
Menurut Daniel, deteksi satelit tidak selalu berarti adanya kebakaran. Sebab, sejumlah objek atau kondisi tertentu di permukaan bumi dapat memunculkan pantulan panas yang kemudian terbaca sebagai titik panas oleh satelit.
“Sebab, yang tertangkap oleh satelit bukan hanya api. Pantulan dari benda-benda tertentu juga dapat terbaca sebagai titik panas,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah bersama Satgas Darat dan Satgas Udara terus melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang terdeteksi. (Lid)
KALBARONLINE.com - Sebanyak 6.169 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 31 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB.
Dari ribuan titik panas tersebut, sebanyak 284 titik masuk dalam kategori tingkat kepercayaan tinggi dan dicurigai sebagai api.
Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, mengatakan data tersebut akan kembali diperbarui pada 1 September 2026 pukul 16.00 WIB.
“Berdasarkan sebaran titik panas yang dikeluarkan BMKG per 31 Agustus pukul 23.00 WIB, terdapat 6.169 sebaran titik panas di Kalimantan Barat,” kata Daniel.
Dari 284 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 111 titik. Kemudian disusul Kabupaten Kubu Raya dengan 42 titik.
Sementara itu, jumlah titik panas di kabupaten lainnya bervariasi. Sebagian daerah tercatat memiliki sekitar 10 hingga 20 titik, bahkan ada wilayah yang tidak terdeteksi titik panas.
“Memang, titik panas didominasi oleh Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya,” ujarnya.
Daniel menjelaskan, 284 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebut saat ini menjadi fokus Satgas Darat dan Satgas Udara untuk dilakukan verifikasi serta validasi di lapangan.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi satelit benar-benar merupakan titik api atau bukan.
“Kita perlu memastikan apakah 284 titik tersebut benar-benar merupakan titik api atau bukan,” katanya.
Menurut Daniel, deteksi satelit tidak selalu berarti adanya kebakaran. Sebab, sejumlah objek atau kondisi tertentu di permukaan bumi dapat memunculkan pantulan panas yang kemudian terbaca sebagai titik panas oleh satelit.
“Sebab, yang tertangkap oleh satelit bukan hanya api. Pantulan dari benda-benda tertentu juga dapat terbaca sebagai titik panas,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah bersama Satgas Darat dan Satgas Udara terus melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang terdeteksi. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini