Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 30 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal terus diwujudkan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melalui Program Pelita Penebang. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam membuka peluang pengembangan keterampilan dan jenjang karier bagi masyarakat sekitar kawasan industri.
Melalui pelatihan operator overhead crane bersertifikasi, program yang diinisiasi divisi Health, Safety, and Environment (HSE) dan divisi Human Resources KIPP itu menyasar tenaga kerja non-skill, khususnya yang telah terlibat dalam kegiatan operasional kawasan industri.
Head of Corporate Communications KIPP, Niken Prisca, menyebut Program Pelita Penebang hadir sebagai upaya perusahaan dalam mempersiapkan talenta lokal agar mampu bersaing dan memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan industri modern.
“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” kata Niken.
Kawasan Industri Pulau Penebang yang berada di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, saat ini berkembang sebagai salah satu proyek strategis nasional di bawah pengelolaan PT Dharma Inti Bersama (DIB). Kawasan tersebut dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan industri hilirisasi bauksit yang terintegrasi.
Dalam pelaksanaannya, peserta pelatihan dipilih melalui proses seleksi yang meliputi verifikasi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Dari tahapan tersebut, peserta terbaik berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan operator overhead crane pada angkatan pertama.
Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, program ini juga membangun pemahaman peserta terkait budaya keselamatan kerja yang menjadi standar utama di lingkungan industri.
“Jadi mereka itu memiliki bekal dasar bekerja dengan aman. Itu juga sebagai komitmen perusahaan untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.
Peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik langsung di lapangan dengan pendampingan mentor berpengalaman. Mereka juga menjalani pembinaan fisik guna mendukung kesiapan kerja di area operasional industri.
KIPP menilai pengembangan tenaga kerja lokal menjadi salah satu investasi jangka panjang yang penting untuk mendukung keberlanjutan operasional kawasan industri di masa mendatang.
“Harapannya masyarakat lokal memiliki skill yang sangat baik, bahkan bisa melebihi tenaga kerja dari luar,” tambahnya.
Bagi peserta, program tersebut memberikan motivasi baru untuk meningkatkan kemampuan diri. Suheriduansyah (19), peserta asal Tanjung Satai, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin memiliki keterampilan tambahan yang dapat menunjang masa depannya.
“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.
Ia mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan selama pelatihan karena dinilai membantu peserta lebih cepat memahami materi yang diberikan.
“Saya terima kasih sama tim Human Resources dan tim HSE yang sudah memberikan pembelajaran dan tempat untuk naik up-skill ini,” katanya.
Peserta lainnya, Eka Pramuja (22), menilai Program Pelita Penebang membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pekerjaan dengan prospek yang lebih baik dan stabil.
“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Tidak selamanya kita begini terus, jadi ada peluang jenjang karir,” ujar warga Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai tersebut.
Ia berharap pengalaman dan sertifikasi yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal penting untuk terus berkembang di dunia industri.
Melalui Program Pelita Penebang, KIPP terus mempertegas komitmennya dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang terampil, profesional, dan siap mendukung pertumbuhan industri di Kabupaten Kayong Utara. (*)
KALBARONLINE.com – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal terus diwujudkan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melalui Program Pelita Penebang. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam membuka peluang pengembangan keterampilan dan jenjang karier bagi masyarakat sekitar kawasan industri.
Melalui pelatihan operator overhead crane bersertifikasi, program yang diinisiasi divisi Health, Safety, and Environment (HSE) dan divisi Human Resources KIPP itu menyasar tenaga kerja non-skill, khususnya yang telah terlibat dalam kegiatan operasional kawasan industri.
Head of Corporate Communications KIPP, Niken Prisca, menyebut Program Pelita Penebang hadir sebagai upaya perusahaan dalam mempersiapkan talenta lokal agar mampu bersaing dan memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan industri modern.
“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” kata Niken.
Kawasan Industri Pulau Penebang yang berada di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, saat ini berkembang sebagai salah satu proyek strategis nasional di bawah pengelolaan PT Dharma Inti Bersama (DIB). Kawasan tersebut dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan industri hilirisasi bauksit yang terintegrasi.
Dalam pelaksanaannya, peserta pelatihan dipilih melalui proses seleksi yang meliputi verifikasi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Dari tahapan tersebut, peserta terbaik berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan operator overhead crane pada angkatan pertama.
Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, program ini juga membangun pemahaman peserta terkait budaya keselamatan kerja yang menjadi standar utama di lingkungan industri.
“Jadi mereka itu memiliki bekal dasar bekerja dengan aman. Itu juga sebagai komitmen perusahaan untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.
Peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik langsung di lapangan dengan pendampingan mentor berpengalaman. Mereka juga menjalani pembinaan fisik guna mendukung kesiapan kerja di area operasional industri.
KIPP menilai pengembangan tenaga kerja lokal menjadi salah satu investasi jangka panjang yang penting untuk mendukung keberlanjutan operasional kawasan industri di masa mendatang.
“Harapannya masyarakat lokal memiliki skill yang sangat baik, bahkan bisa melebihi tenaga kerja dari luar,” tambahnya.
Bagi peserta, program tersebut memberikan motivasi baru untuk meningkatkan kemampuan diri. Suheriduansyah (19), peserta asal Tanjung Satai, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin memiliki keterampilan tambahan yang dapat menunjang masa depannya.
“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.
Ia mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan selama pelatihan karena dinilai membantu peserta lebih cepat memahami materi yang diberikan.
“Saya terima kasih sama tim Human Resources dan tim HSE yang sudah memberikan pembelajaran dan tempat untuk naik up-skill ini,” katanya.
Peserta lainnya, Eka Pramuja (22), menilai Program Pelita Penebang membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pekerjaan dengan prospek yang lebih baik dan stabil.
“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Tidak selamanya kita begini terus, jadi ada peluang jenjang karir,” ujar warga Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai tersebut.
Ia berharap pengalaman dan sertifikasi yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal penting untuk terus berkembang di dunia industri.
Melalui Program Pelita Penebang, KIPP terus mempertegas komitmennya dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang terampil, profesional, dan siap mendukung pertumbuhan industri di Kabupaten Kayong Utara. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini