Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 30 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Kreator konten kuliner Bobon Santoso kembali mencuri perhatian publik lewat aksi masak besar yang digelarnya di Kalimantan Barat. Dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Bobon mengolah sekitar 1,5 ton daging sapi kurban menjadi rendang menggunakan tiga kuali raksasa di Masjid Ismuhu Yahya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (30/5/2026).
Aksi masak rendang 1,5 ton daging kurban itu langsung menyedot perhatian masyarakat. Sejak siang, ribuan warga tampak memadati area masjid untuk menyaksikan proses memasak secara langsung. Tak sedikit yang rela menunggu berjam-jam demi melihat Bobon Santoso dari dekat.
Rendang yang dimasak tersebut nantinya dibagikan secara gratis kepada sekitar 2.500 penerima manfaat yang telah didata panitia. Mereka terdiri dari guru ngaji, santri, anak yatim, mualaf, warga sekitar hingga masyarakat lintas agama.
Bobon mengatakan, kegiatan masak besar di Kalimantan Barat sebenarnya bukan kali pertama dilakukannya. Namun, kolaborasi bersama Masjid Ismuhu Yahya menjadi pengalaman pertamanya di wilayah Pontianak dan sekitarnya.
“Untuk kegiatan kali ini di Pontianak bukan yang pertama di Kalbar, tapi kalau bersama masjid ini yang pertama kalinya. Dan kali ini jumlah yang kita masak sangat banyak,” katanya.
Menurut Bobon, menu rendang dipilih karena masih berkaitan dengan suasana Idul Adha yang identik dengan daging kurban. Ia juga memastikan racikan bumbu disesuaikan dengan selera masyarakat setempat.
“Masih bertema Idul Adha, kita masak 1,5 ton daging untuk rendang. Bumbunya juga kita sesuaikan dengan lidah masyarakat Pontianak, karena setiap daerah di Indonesia punya karakter rasa yang berbeda,” ujarnya.
Bobon menjelaskan, apabila rendang tersebut disajikan bersama nasi, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 5.000 porsi. Namun kali ini panitia memilih membagikannya dalam bentuk kemasan yang berisi penuh daging rendang.
“Kalau dihidangkan dengan nasi bisa lebih dari 5.000 porsi. Tapi kali ini kita bagikan dalam bentuk toples yang isinya penuh daging rendang kepada masyarakat yang sudah terdata,” jelasnya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang warga, Sulastri (46), mengaku sengaja datang sejak siang untuk menyaksikan aksi idolanya memasak dalam jumlah besar.
“Sudah sangat menunggu, memang saya nantikan. Senang sekali, luar biasa. Semoga masjid-masjid lain juga bisa mengundang Bobon Santoso,” katanya.
Ia bahkan mendapat kesempatan ikut mengaduk rendang di kuali raksasa bersama Bobon Santoso.
“Berat sekali penyedoknya. Senang banget bisa masak bareng Bobon Santoso, idola saya,” ujarnya.
Menurut Sulastri, aroma rempah yang tercium sejak proses memasak membuatnya yakin rendang tersebut memiliki cita rasa yang lezat.
“Pasti enak. Aroma bumbu rempahnya saja sudah wangi sekali,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara, Ozy, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas berbeda untuk menarik minat masyarakat datang ke masjid sekaligus meramaikan perayaan Idul Adha.
“Tahun ini Ismuhu Yahya membuat sesuatu yang berbeda. Supaya masyarakat ramai datang ke masjid, kita datangkan Bobon Santoso untuk masak besar,” katanya.
Ia menjelaskan, jika biasanya daging kurban dibagikan dalam kondisi mentah, kali ini panitia memilih mengolahnya terlebih dahulu menjadi rendang sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
“Biasanya orang membagikan daging mentah, sekarang langsung kita masak menjadi rendang. Kita menyiapkan sekitar 3.000 sampai 4.000 porsi,” ujarnya.
Ozy menegaskan, kegiatan serupa akan terus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Idul Adha di Masjid Ismuhu Yahya pada tahun-tahun mendatang.
“Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus dilakukan. Ini bukan tahun pertama kami membuat kegiatan saat Idul Adha, hanya saja kali ini dikemas dengan konsep yang berbeda,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kreator konten kuliner Bobon Santoso kembali mencuri perhatian publik lewat aksi masak besar yang digelarnya di Kalimantan Barat. Dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Bobon mengolah sekitar 1,5 ton daging sapi kurban menjadi rendang menggunakan tiga kuali raksasa di Masjid Ismuhu Yahya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (30/5/2026).
Aksi masak rendang 1,5 ton daging kurban itu langsung menyedot perhatian masyarakat. Sejak siang, ribuan warga tampak memadati area masjid untuk menyaksikan proses memasak secara langsung. Tak sedikit yang rela menunggu berjam-jam demi melihat Bobon Santoso dari dekat.
Rendang yang dimasak tersebut nantinya dibagikan secara gratis kepada sekitar 2.500 penerima manfaat yang telah didata panitia. Mereka terdiri dari guru ngaji, santri, anak yatim, mualaf, warga sekitar hingga masyarakat lintas agama.
Bobon mengatakan, kegiatan masak besar di Kalimantan Barat sebenarnya bukan kali pertama dilakukannya. Namun, kolaborasi bersama Masjid Ismuhu Yahya menjadi pengalaman pertamanya di wilayah Pontianak dan sekitarnya.
“Untuk kegiatan kali ini di Pontianak bukan yang pertama di Kalbar, tapi kalau bersama masjid ini yang pertama kalinya. Dan kali ini jumlah yang kita masak sangat banyak,” katanya.
Menurut Bobon, menu rendang dipilih karena masih berkaitan dengan suasana Idul Adha yang identik dengan daging kurban. Ia juga memastikan racikan bumbu disesuaikan dengan selera masyarakat setempat.
“Masih bertema Idul Adha, kita masak 1,5 ton daging untuk rendang. Bumbunya juga kita sesuaikan dengan lidah masyarakat Pontianak, karena setiap daerah di Indonesia punya karakter rasa yang berbeda,” ujarnya.
Bobon menjelaskan, apabila rendang tersebut disajikan bersama nasi, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 5.000 porsi. Namun kali ini panitia memilih membagikannya dalam bentuk kemasan yang berisi penuh daging rendang.
“Kalau dihidangkan dengan nasi bisa lebih dari 5.000 porsi. Tapi kali ini kita bagikan dalam bentuk toples yang isinya penuh daging rendang kepada masyarakat yang sudah terdata,” jelasnya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang warga, Sulastri (46), mengaku sengaja datang sejak siang untuk menyaksikan aksi idolanya memasak dalam jumlah besar.
“Sudah sangat menunggu, memang saya nantikan. Senang sekali, luar biasa. Semoga masjid-masjid lain juga bisa mengundang Bobon Santoso,” katanya.
Ia bahkan mendapat kesempatan ikut mengaduk rendang di kuali raksasa bersama Bobon Santoso.
“Berat sekali penyedoknya. Senang banget bisa masak bareng Bobon Santoso, idola saya,” ujarnya.
Menurut Sulastri, aroma rempah yang tercium sejak proses memasak membuatnya yakin rendang tersebut memiliki cita rasa yang lezat.
“Pasti enak. Aroma bumbu rempahnya saja sudah wangi sekali,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara, Ozy, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas berbeda untuk menarik minat masyarakat datang ke masjid sekaligus meramaikan perayaan Idul Adha.
“Tahun ini Ismuhu Yahya membuat sesuatu yang berbeda. Supaya masyarakat ramai datang ke masjid, kita datangkan Bobon Santoso untuk masak besar,” katanya.
Ia menjelaskan, jika biasanya daging kurban dibagikan dalam kondisi mentah, kali ini panitia memilih mengolahnya terlebih dahulu menjadi rendang sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
“Biasanya orang membagikan daging mentah, sekarang langsung kita masak menjadi rendang. Kita menyiapkan sekitar 3.000 sampai 4.000 porsi,” ujarnya.
Ozy menegaskan, kegiatan serupa akan terus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Idul Adha di Masjid Ismuhu Yahya pada tahun-tahun mendatang.
“Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus dilakukan. Ini bukan tahun pertama kami membuat kegiatan saat Idul Adha, hanya saja kali ini dikemas dengan konsep yang berbeda,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini