Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 15 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat bersama Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan kerapu di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui bantuan 5.000 bibit ikan kerapu yang ditebar ke keramba jaring apung (KJA) Desa Pelapis, Jumat (11/9/2026).
Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Provinsi Kalimantan Barat, Bustami, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi Kelompok Nelayan Bina Warga sebagai penerima bantuan.
“Kami memberikan bantuan berupa bibit ikan kerapu untuk kelompok yang ada di Desa Pelapis. Tentunya, kami berharap bahwa dengan bantuan ini kelompok dapat memelihara dan membudidayakan ikan kerapu ini hingga selesai panen atau 9-12 bulan. Dengan budidaya ini, maka kelompok nelayan dapat menjualnya untuk peningkatan ekonomi kelompok tersebut,” harap Bustami usai menebar ikan dalam kegiatan tersebut, Jumat (11/9/2026).
Bustami menuturkan, kolaborasi DKP Provinsi Kalimantan Barat dan CSR KIPP diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pendampingan akan dilakukan untuk membantu kelompok nelayan meningkatkan kemampuan dalam pemeliharaan dan budidaya ikan kerapu.
“Selanjutnya, KIPP bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memberikan pendampingan untuk kelompok nelayan tentang pemeliharaan budidaya ikan kerapu, sehingga nanti ikan kerapu tersebut dapat berkembang dengan maksimal,” tutur Bustami.
External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan keterlibatan CSR KIPP merupakan bagian dari komitmen perusahaan membantu masyarakat meningkatkan perekonomian secara berkelanjutan, sejalan dengan visi dan misi pemerintah.
“Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta penguatan akses pasar sehingga budidaya kerapu tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi usaha masyarakat yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Kelompok Nelayan Bina Warga, Kusmanto, menyampaikan apresiasi kepada DKP Provinsi Kalimantan Barat, DKP Kayong Utara, dan KIPP. Menurutnya, bantuan 5.000 bibit kerapu tersebut membuka peluang bagi kelompok nelayan untuk mengembangkan usaha.
“Harapan saya, semoga kelompok kami bisa berkembang dan bisa menjadi pemicu lahirnya kelompok-kelompok yang akan datang. Kalau ini bisa dikembangkan secara maksimal, tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok yang akan datang bisa lebih berminat lagi,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara DKP Provinsi Kalimantan Barat dan KIPP dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pendampingan dan peningkatan kapasitas kelompok nelayan.
Menurutnya, kompetensi dan pengetahuan tim CSR KIPP dibutuhkan untuk melengkapi pengalaman nelayan dalam teknis budidaya ikan kerapu.
“Secara umum memang kami sebagai nelayan memahami kondisi laut. Tapi untuk budidaya kerapu kami masih perlu pendampingan,” katanya. (*)
KALBARONLINE.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat bersama Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan kerapu di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui bantuan 5.000 bibit ikan kerapu yang ditebar ke keramba jaring apung (KJA) Desa Pelapis, Jumat (11/9/2026).
Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Provinsi Kalimantan Barat, Bustami, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi Kelompok Nelayan Bina Warga sebagai penerima bantuan.
“Kami memberikan bantuan berupa bibit ikan kerapu untuk kelompok yang ada di Desa Pelapis. Tentunya, kami berharap bahwa dengan bantuan ini kelompok dapat memelihara dan membudidayakan ikan kerapu ini hingga selesai panen atau 9-12 bulan. Dengan budidaya ini, maka kelompok nelayan dapat menjualnya untuk peningkatan ekonomi kelompok tersebut,” harap Bustami usai menebar ikan dalam kegiatan tersebut, Jumat (11/9/2026).
Bustami menuturkan, kolaborasi DKP Provinsi Kalimantan Barat dan CSR KIPP diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pendampingan akan dilakukan untuk membantu kelompok nelayan meningkatkan kemampuan dalam pemeliharaan dan budidaya ikan kerapu.
“Selanjutnya, KIPP bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memberikan pendampingan untuk kelompok nelayan tentang pemeliharaan budidaya ikan kerapu, sehingga nanti ikan kerapu tersebut dapat berkembang dengan maksimal,” tutur Bustami.
External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan keterlibatan CSR KIPP merupakan bagian dari komitmen perusahaan membantu masyarakat meningkatkan perekonomian secara berkelanjutan, sejalan dengan visi dan misi pemerintah.
“Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta penguatan akses pasar sehingga budidaya kerapu tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi usaha masyarakat yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Kelompok Nelayan Bina Warga, Kusmanto, menyampaikan apresiasi kepada DKP Provinsi Kalimantan Barat, DKP Kayong Utara, dan KIPP. Menurutnya, bantuan 5.000 bibit kerapu tersebut membuka peluang bagi kelompok nelayan untuk mengembangkan usaha.
“Harapan saya, semoga kelompok kami bisa berkembang dan bisa menjadi pemicu lahirnya kelompok-kelompok yang akan datang. Kalau ini bisa dikembangkan secara maksimal, tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok yang akan datang bisa lebih berminat lagi,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara DKP Provinsi Kalimantan Barat dan KIPP dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pendampingan dan peningkatan kapasitas kelompok nelayan.
Menurutnya, kompetensi dan pengetahuan tim CSR KIPP dibutuhkan untuk melengkapi pengalaman nelayan dalam teknis budidaya ikan kerapu.
“Secara umum memang kami sebagai nelayan memahami kondisi laut. Tapi untuk budidaya kerapu kami masih perlu pendampingan,” katanya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini