Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 30 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Bagi Halimah, beasiswa bukan sekadar bantuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Dukungan tersebut menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengejar cita-cita menjadi guru di kampung halamannya, Desa Pelapis.
Halimah merupakan satu dari 31 siswa SMA asal Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, yang menerima beasiswa dari Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Jumat (25/9/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT DIB di bidang pendidikan, khususnya untuk mendukung akses pendidikan bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.
Penyerahan beasiswa berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara dan dihadiri perwakilan KIPP, Camat Kepulauan Karimata, Kepala Desa Pelapis, serta para penerima beasiswa.
External Relation Manager KIPP Sugeng Sulistiyo mengatakan, pemberian beasiswa kepada pelajar SMA asal Desa Pelapis merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap generasi muda Kayong Utara, khususnya anak-anak yang tinggal di wilayah terdekat dengan KIPP.
“Program beasiswa ini adalah bentuk dukungan perusahaan terhadap pendidikan anak-anak khususnya Desa Pelapis. Kami berharap program ini bisa mendukung adik-adik sekalian untuk mewujudkan cita-cita,” ujarnya.
Desa Pelapis merupakan salah satu wilayah yang berada paling dekat dengan Pulau Penebang, lokasi pengembangan Kawasan Industri Pulau Penebang. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai area pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina dan aluminium.
Dukungan pendidikan tersebut mendapat apresiasi dari Camat Kepulauan Karimata Mikraj Abdi. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan masyarakat merupakan bentuk dukungan penting bagi anak-anak di wilayah kepulauan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak perusahaan atas bantuan beasiswa yang diberikan. Untuk tingkat mahasiswa sudah ada beasiswa, dan alhamdulillah sekarang untuk SMA. Selebihnya, tinggal adik-adik yang harus memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Kepala Desa Pelapis Rosmi Harnadi mengatakan, pemerintah desa selama ini proaktif menjajaki peluang beasiswa bagi anak-anak Pelapis dengan berbagai pihak.
Bagi Halimah, dukungan tersebut memiliki arti tersendiri. Sebagai pelajar SMKN 1 Sukadana, bantuan beasiswa dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan selama menempuh pendidikan, mulai dari alat tulis dan buku hingga pakaian dan sepatu.
Lebih dari sekadar meringankan kebutuhan pendidikan, beasiswa tersebut juga menjadi motivasi bagi Halimah untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
Ia bercita-cita menjadi seorang guru. Keinginan tersebut muncul dari pengamatannya terhadap kondisi Desa Pelapis yang masih membutuhkan tenaga pengajar.
“Saya sih cita-citanya jadi guru, karena di Pelapis biasanya kekurangan guru, saya ingin jadi guru Pelapis,” kata Halimah.
Cita-cita tersebut membuat Halimah berharap suatu hari dapat kembali ke Desa Pelapis setelah menyelesaikan pendidikan. Ia ingin ilmu dan pendidikan yang diperolehnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di kampung halamannya.
Bagi Halimah, kesempatan mendapatkan beasiswa sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan dapat membuka jalan menuju cita-cita. Dukungan yang diterimanya hari ini diharapkan menjadi bekal untuk mewujudkan keinginannya menjadi guru dan berkontribusi bagi generasi berikutnya di Desa Pelapis. (*)
KALBARONLINE.com – Bagi Halimah, beasiswa bukan sekadar bantuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Dukungan tersebut menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengejar cita-cita menjadi guru di kampung halamannya, Desa Pelapis.
Halimah merupakan satu dari 31 siswa SMA asal Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, yang menerima beasiswa dari Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Jumat (25/9/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT DIB di bidang pendidikan, khususnya untuk mendukung akses pendidikan bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.
Penyerahan beasiswa berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara dan dihadiri perwakilan KIPP, Camat Kepulauan Karimata, Kepala Desa Pelapis, serta para penerima beasiswa.
External Relation Manager KIPP Sugeng Sulistiyo mengatakan, pemberian beasiswa kepada pelajar SMA asal Desa Pelapis merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap generasi muda Kayong Utara, khususnya anak-anak yang tinggal di wilayah terdekat dengan KIPP.
“Program beasiswa ini adalah bentuk dukungan perusahaan terhadap pendidikan anak-anak khususnya Desa Pelapis. Kami berharap program ini bisa mendukung adik-adik sekalian untuk mewujudkan cita-cita,” ujarnya.
Desa Pelapis merupakan salah satu wilayah yang berada paling dekat dengan Pulau Penebang, lokasi pengembangan Kawasan Industri Pulau Penebang. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai area pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina dan aluminium.
Dukungan pendidikan tersebut mendapat apresiasi dari Camat Kepulauan Karimata Mikraj Abdi. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan masyarakat merupakan bentuk dukungan penting bagi anak-anak di wilayah kepulauan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak perusahaan atas bantuan beasiswa yang diberikan. Untuk tingkat mahasiswa sudah ada beasiswa, dan alhamdulillah sekarang untuk SMA. Selebihnya, tinggal adik-adik yang harus memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Kepala Desa Pelapis Rosmi Harnadi mengatakan, pemerintah desa selama ini proaktif menjajaki peluang beasiswa bagi anak-anak Pelapis dengan berbagai pihak.
Bagi Halimah, dukungan tersebut memiliki arti tersendiri. Sebagai pelajar SMKN 1 Sukadana, bantuan beasiswa dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan selama menempuh pendidikan, mulai dari alat tulis dan buku hingga pakaian dan sepatu.
Lebih dari sekadar meringankan kebutuhan pendidikan, beasiswa tersebut juga menjadi motivasi bagi Halimah untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
Ia bercita-cita menjadi seorang guru. Keinginan tersebut muncul dari pengamatannya terhadap kondisi Desa Pelapis yang masih membutuhkan tenaga pengajar.
“Saya sih cita-citanya jadi guru, karena di Pelapis biasanya kekurangan guru, saya ingin jadi guru Pelapis,” kata Halimah.
Cita-cita tersebut membuat Halimah berharap suatu hari dapat kembali ke Desa Pelapis setelah menyelesaikan pendidikan. Ia ingin ilmu dan pendidikan yang diperolehnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di kampung halamannya.
Bagi Halimah, kesempatan mendapatkan beasiswa sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan dapat membuka jalan menuju cita-cita. Dukungan yang diterimanya hari ini diharapkan menjadi bekal untuk mewujudkan keinginannya menjadi guru dan berkontribusi bagi generasi berikutnya di Desa Pelapis. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini