Pontianak    

Hari Pertama Sekolah Rakyat, Alva Siap Tinggal di Asrama Demi Kejar Cita-cita

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 31 July 2026
Hari Pertama Sekolah Rakyat, Alva Siap Tinggal di Asrama Demi Kejar Cita-cita
Kisah Alva dan siswa Sekolah Rakyat Pontianak yang siap tinggal di asrama demi mengejar cita-cita dan pendidikan lebih baik (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Sebanyak 270 siswa angkatan pertama memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak, Kamis (30/7/2026).

Bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera tersebut, sekolah berbasis asrama ini menjadi harapan baru untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya.

Salah satu siswa, Alva, mengaku antusias menjalani hari pertamanya di Sekolah Rakyat. Siswa yang sebelumnya bersekolah di SMP Negeri 7 Pontianak itu mengaku siap menjalani kehidupan di asrama meski harus berjauhan dengan orang tua.

"Senang bisa sekolah di sini karena dapat banyak teman baru. Walaupun nanti tinggal di asrama dan pasti ada rasa rindu sama orang tua, saya sudah siap," katanya.

Alva memiliki cita-cita menjadi atlet bola voli. Ia berharap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dapat membantunya mengembangkan bakat yang selama ini diasah melalui berbagai turnamen saat masih duduk di bangku SMP.

Semangat serupa juga dirasakan Seli Rahmawati, siswi yang baru menyelesaikan pendidikan sekolah dasar dan kini duduk di kelas VII SMP.

"Saya senang bisa sekolah di sini. Terima kasih kepada Pak Prabowo yang sudah membangun Sekolah Rakyat sehingga anak-anak yang kesulitan sekolah bisa belajar lagi," ujarnya.

Seli bercita-cita menjadi seorang guru. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat menjadi langkah awal untuk mewujudkan impiannya.

Sementara itu, Aisyah, siswi kelas X SMA asal Kabupaten Ketapang, harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pendidikan di Pontianak.

Untuk sementara, Aisyah bersama siswa asal Ketapang lainnya belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di daerah asalnya selesai.

"Memang ada rasa takut karena harus jauh dari keluarga, tapi saya siap tinggal di asrama. Pesan orang tua hanya satu, belajar yang rajin dan jaga diri," tuturnya.

Aisyah mengaku terkesan dengan fasilitas yang tersedia di sekolah tersebut.

"Saya senang ada Sekolah Rakyat. Terima kasih Pak Prabowo atas sekolah ini. Fasilitasnya bagus dan membuat kami nyaman belajar," katanya.

Cerita berbeda datang dari Zaki, siswa kelas X SMA asal Pontianak.

Remaja berusia 16 tahun itu mengaku sempat merasa canggung saat pertama kali datang ke sekolah karena belum mengenal lingkungan maupun teman-teman baru.

Namun, perasaan tersebut perlahan hilang setelah melihat fasilitas dan suasana sekolah.

"Awalnya terasa asing karena belum kenal siapa-siapa. Tapi setelah melihat sekolahnya, saya merasa nyaman. Fasilitasnya bagus, makan juga disiapkan tiga kali sehari ditambah camilan. Jadi saya semakin semangat," ujarnya.

Zaki mengaku telah mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan di asrama.

Ia berharap dapat belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu membanggakan kedua orang tuanya.

"Saya siap mengikuti MPLS dan tinggal di asrama. Yang mengantar hari ini bapak. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan orang tua," pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Bupati Kapuas Hulu Sambut Kapolres Baru, Perkuat Sinergi Polri dan Pemda
Friday, 31 July 2026
Artikel Sebelumnya
Bupati Kapuas Hulu Sambut Kapolres Baru, Perkuat Sinergi Polri dan Pemda
Friday, 31 July 2026

Berita terkait