Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 31 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 270 siswa angkatan pertama memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak, Kamis (30/7/2026).
Bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera tersebut, sekolah berbasis asrama ini menjadi harapan baru untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya.
Salah satu siswa, Alva, mengaku antusias menjalani hari pertamanya di Sekolah Rakyat. Siswa yang sebelumnya bersekolah di SMP Negeri 7 Pontianak itu mengaku siap menjalani kehidupan di asrama meski harus berjauhan dengan orang tua.
"Senang bisa sekolah di sini karena dapat banyak teman baru. Walaupun nanti tinggal di asrama dan pasti ada rasa rindu sama orang tua, saya sudah siap," katanya.
Alva memiliki cita-cita menjadi atlet bola voli. Ia berharap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dapat membantunya mengembangkan bakat yang selama ini diasah melalui berbagai turnamen saat masih duduk di bangku SMP.
Semangat serupa juga dirasakan Seli Rahmawati, siswi yang baru menyelesaikan pendidikan sekolah dasar dan kini duduk di kelas VII SMP.
"Saya senang bisa sekolah di sini. Terima kasih kepada Pak Prabowo yang sudah membangun Sekolah Rakyat sehingga anak-anak yang kesulitan sekolah bisa belajar lagi," ujarnya.
Seli bercita-cita menjadi seorang guru. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat menjadi langkah awal untuk mewujudkan impiannya.
Sementara itu, Aisyah, siswi kelas X SMA asal Kabupaten Ketapang, harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pendidikan di Pontianak.
Untuk sementara, Aisyah bersama siswa asal Ketapang lainnya belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di daerah asalnya selesai.
"Memang ada rasa takut karena harus jauh dari keluarga, tapi saya siap tinggal di asrama. Pesan orang tua hanya satu, belajar yang rajin dan jaga diri," tuturnya.
Aisyah mengaku terkesan dengan fasilitas yang tersedia di sekolah tersebut.
"Saya senang ada Sekolah Rakyat. Terima kasih Pak Prabowo atas sekolah ini. Fasilitasnya bagus dan membuat kami nyaman belajar," katanya.
Cerita berbeda datang dari Zaki, siswa kelas X SMA asal Pontianak.
Remaja berusia 16 tahun itu mengaku sempat merasa canggung saat pertama kali datang ke sekolah karena belum mengenal lingkungan maupun teman-teman baru.
Namun, perasaan tersebut perlahan hilang setelah melihat fasilitas dan suasana sekolah.
"Awalnya terasa asing karena belum kenal siapa-siapa. Tapi setelah melihat sekolahnya, saya merasa nyaman. Fasilitasnya bagus, makan juga disiapkan tiga kali sehari ditambah camilan. Jadi saya semakin semangat," ujarnya.
Zaki mengaku telah mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan di asrama.
Ia berharap dapat belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu membanggakan kedua orang tuanya.
"Saya siap mengikuti MPLS dan tinggal di asrama. Yang mengantar hari ini bapak. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan orang tua," pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 270 siswa angkatan pertama memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak, Kamis (30/7/2026).
Bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera tersebut, sekolah berbasis asrama ini menjadi harapan baru untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya.
Salah satu siswa, Alva, mengaku antusias menjalani hari pertamanya di Sekolah Rakyat. Siswa yang sebelumnya bersekolah di SMP Negeri 7 Pontianak itu mengaku siap menjalani kehidupan di asrama meski harus berjauhan dengan orang tua.
"Senang bisa sekolah di sini karena dapat banyak teman baru. Walaupun nanti tinggal di asrama dan pasti ada rasa rindu sama orang tua, saya sudah siap," katanya.
Alva memiliki cita-cita menjadi atlet bola voli. Ia berharap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dapat membantunya mengembangkan bakat yang selama ini diasah melalui berbagai turnamen saat masih duduk di bangku SMP.
Semangat serupa juga dirasakan Seli Rahmawati, siswi yang baru menyelesaikan pendidikan sekolah dasar dan kini duduk di kelas VII SMP.
"Saya senang bisa sekolah di sini. Terima kasih kepada Pak Prabowo yang sudah membangun Sekolah Rakyat sehingga anak-anak yang kesulitan sekolah bisa belajar lagi," ujarnya.
Seli bercita-cita menjadi seorang guru. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat menjadi langkah awal untuk mewujudkan impiannya.
Sementara itu, Aisyah, siswi kelas X SMA asal Kabupaten Ketapang, harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pendidikan di Pontianak.
Untuk sementara, Aisyah bersama siswa asal Ketapang lainnya belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di daerah asalnya selesai.
"Memang ada rasa takut karena harus jauh dari keluarga, tapi saya siap tinggal di asrama. Pesan orang tua hanya satu, belajar yang rajin dan jaga diri," tuturnya.
Aisyah mengaku terkesan dengan fasilitas yang tersedia di sekolah tersebut.
"Saya senang ada Sekolah Rakyat. Terima kasih Pak Prabowo atas sekolah ini. Fasilitasnya bagus dan membuat kami nyaman belajar," katanya.
Cerita berbeda datang dari Zaki, siswa kelas X SMA asal Pontianak.
Remaja berusia 16 tahun itu mengaku sempat merasa canggung saat pertama kali datang ke sekolah karena belum mengenal lingkungan maupun teman-teman baru.
Namun, perasaan tersebut perlahan hilang setelah melihat fasilitas dan suasana sekolah.
"Awalnya terasa asing karena belum kenal siapa-siapa. Tapi setelah melihat sekolahnya, saya merasa nyaman. Fasilitasnya bagus, makan juga disiapkan tiga kali sehari ditambah camilan. Jadi saya semakin semangat," ujarnya.
Zaki mengaku telah mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan di asrama.
Ia berharap dapat belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu membanggakan kedua orang tuanya.
"Saya siap mengikuti MPLS dan tinggal di asrama. Yang mengantar hari ini bapak. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan orang tua," pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini