Nasional    

Kementerian ATR/BPN Perketat Pengawasan Program dan Anggaran Demi Kejar Target Kinerja 2026

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 15 July 2026
Kementerian ATR/BPN Perketat Pengawasan Program dan Anggaran Demi Kejar Target Kinerja 2026
Kementerian ATR/BPN memperkuat pengawasan program dan anggaran untuk mengejar target kinerja semester II tahun 2026 (Foto: Kantah Mempawah For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat pengendalian pelaksanaan program dan anggaran pada semester II tahun 2026 guna memastikan target kinerja tercapai secara optimal.

Untuk mempercepat pencapaian tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, mengumpulkan para Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi dan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten/Kota dalam kegiatan Pembukaan Evaluasi Kinerja Program, Kegiatan, dan Rencana Aksi Pelaksanaan Kegiatan Triwulan II Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Dalam arahannya, Dalu menekankan pentingnya evaluasi berkala dan pemantauan terhadap pelaksanaan program-program strategis agar target kinerja nasional dapat tercapai sesuai rencana.

"Target capaian kita di tahun ini adalah 98 persen. Untuk mencapainya, harus sudah menyiapkan strategi teknis sebelum akhir Juli. Kepala Kanwil dan Kepala Kantah harus benar-benar mengetahui target prioritas di wilayahnya dan memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana," ujarnya.

Menurut Dalu, salah satu instrumen utama dalam pengelolaan program dan anggaran adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Melalui sistem tersebut, setiap penggunaan anggaran dapat diukur berdasarkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat atau berorientasi pada hasil (result oriented).

"SAKIP ini strategis bukan hanya melihat capaian, tapi juga mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga evaluasi internal. Jadi kalau Tim Pembina melihat unsur-unsur SAKIP, saya pikir itu sudah mencerminkan kondisi pembinaan dan evaluasi program di ranah Pejabat Eselon I dan Eselon II," jelasnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal (Irjen) ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi, mengatakan pengawasan pada semester II akan difokuskan secara tematik, terutama terhadap program-program strategis nasional yang memiliki alokasi anggaran besar.

Menurutnya, program seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) harus diawasi secara ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Misalnya seperti PTSL dan RDTR. Kalau outcome-nya tidak bermanfaat kepada masyarakat, itu menjadi celah sorotan dari para Aparat Penegak Hukum," ujarnya.

Pudji juga meminta seluruh pimpinan satuan kerja rutin melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, bahkan bila perlu setiap pekan, agar kendala yang muncul dapat segera diidentifikasi dan diperbaiki.

"Mohon program PTSL dan RDTR ini senantiasa dievaluasi misalnya per minggu. Tujuannya agar kita bisa memetakan program, mengetahui kekurangannya, kemudian segera melakukan perbaikan," tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng, serta Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Bahrun Munawir, turut memaparkan target capaian semester II tahun 2026.

Kegiatan itu juga dihadiri para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN dan diikuti secara daring oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi serta Kepala Kantah Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. (*)

Artikel Selanjutnya
Kementerian ATR/BPN Dorong Reforma Agraria Berdampak Ekonomi, Peran Bank Tanah Diperkuat
Wednesday, 15 July 2026
Artikel Sebelumnya
ATR/BPN Luncurkan Program Sertipikat Tanah Gratis untuk MBR, Target 1 Juta Bidang pada 2026
Wednesday, 15 July 2026

Berita terkait