Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 29 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Seorang buruh harian lepas asal Kabupaten Ketapang, Rudiansyah (50), rela melepas dua putranya untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat, meski harus menjalani pendidikan sementara di Kota Pontianak.
Keputusan tersebut diambil Rudiansyah demi memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya, meski harus menahan rasa berat karena mereka harus tinggal jauh dari keluarga.
Kedua putranya dilepas dalam acara pelepasan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 52 Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (27/7/2026), sebelum diberangkatkan ke Pontianak pada Selasa (28/7/2026).
Penempatan sementara di Pontianak dilakukan karena fasilitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Ketapang masih dalam tahap pembangunan.
Rudiansyah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas mengaku kondisi ekonomi menjadi salah satu alasan dirinya mendukung anak-anaknya mengikuti program tersebut.
"Biarlah saya susah, tapi anak saya jangan. Saya ingin mereka punya masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Menurutnya, meski berat melepas anak-anaknya untuk tinggal jauh dari keluarga, kesempatan pendidikan tersebut tidak ingin disia-siakan.
Ia berharap kedua anaknya dapat belajar dengan baik, menjadi lebih mandiri, serta mampu meraih cita-cita mereka.
Sementara itu, kedua putra Rudiansyah, Pran (10) dan Raka Andriansah Putra (9), mengaku antusias mengikuti Program Sekolah Rakyat.
Pran bercita-cita menjadi seorang chef, sedangkan Raka ingin menjadi pesepak bola profesional.
Kisah keluarga Rudiansyah menjadi gambaran perjuangan orang tua yang tetap mengutamakan pendidikan anak di tengah keterbatasan ekonomi.
Melalui kesempatan belajar yang diberikan pemerintah, ia berharap anak-anaknya dapat memiliki masa depan lebih baik dan mampu mengubah kehidupan keluarga. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Seorang buruh harian lepas asal Kabupaten Ketapang, Rudiansyah (50), rela melepas dua putranya untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat, meski harus menjalani pendidikan sementara di Kota Pontianak.
Keputusan tersebut diambil Rudiansyah demi memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya, meski harus menahan rasa berat karena mereka harus tinggal jauh dari keluarga.
Kedua putranya dilepas dalam acara pelepasan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 52 Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (27/7/2026), sebelum diberangkatkan ke Pontianak pada Selasa (28/7/2026).
Penempatan sementara di Pontianak dilakukan karena fasilitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Ketapang masih dalam tahap pembangunan.
Rudiansyah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas mengaku kondisi ekonomi menjadi salah satu alasan dirinya mendukung anak-anaknya mengikuti program tersebut.
"Biarlah saya susah, tapi anak saya jangan. Saya ingin mereka punya masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Menurutnya, meski berat melepas anak-anaknya untuk tinggal jauh dari keluarga, kesempatan pendidikan tersebut tidak ingin disia-siakan.
Ia berharap kedua anaknya dapat belajar dengan baik, menjadi lebih mandiri, serta mampu meraih cita-cita mereka.
Sementara itu, kedua putra Rudiansyah, Pran (10) dan Raka Andriansah Putra (9), mengaku antusias mengikuti Program Sekolah Rakyat.
Pran bercita-cita menjadi seorang chef, sedangkan Raka ingin menjadi pesepak bola profesional.
Kisah keluarga Rudiansyah menjadi gambaran perjuangan orang tua yang tetap mengutamakan pendidikan anak di tengah keterbatasan ekonomi.
Melalui kesempatan belajar yang diberikan pemerintah, ia berharap anak-anaknya dapat memiliki masa depan lebih baik dan mampu mengubah kehidupan keluarga. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini