Pontianak    

Buruh Lepas Pontianak Antar 3 Anak Masuk Sekolah Rakyat, Harapan Lama Kembali Terwujud

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 31 July 2026
Buruh Lepas Pontianak Antar 3 Anak Masuk Sekolah Rakyat, Harapan Lama Kembali Terwujud
Buruh lepas Pontianak Rudiansyah antar tiga anak masuk Sekolah Rakyat setelah sempat putus sekolah karena ekonomi (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Rudiansyah (52) tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat mengantar tiga anaknya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak, Kamis (30/7/2026).

Bagi buruh lepas asal Sungai Jawi tersebut, momen itu menjadi kebahagiaan besar setelah sebelumnya salah satu anaknya sempat berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Kini, ketiga anak Rudiansyah mendapat kesempatan kembali menempuh pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat.

Ketiganya diterima di jenjang berbeda, yakni anak sulung masuk kelas VI SD, anak kedua kelas III SD, dan si bungsu duduk di kelas I SD.

Mulai tahun ajaran ini, ketiga anaknya akan tinggal di asrama dengan seluruh kebutuhan pendidikan ditanggung pemerintah.

"Alhamdulillah, anak-anak kami bisa masuk Sekolah Rakyat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo yang telah mewujudkan harapan orang tua yang tidak mampu seperti kami agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah," kata Rudiansyah.

Ia mengaku proses pendaftaran berjalan dengan mudah karena mendapat pendampingan dari petugas Dinas Sosial.

Menurutnya, keluarga hanya perlu menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, sementara proses lainnya dibantu oleh petugas.

"Alhamdulillah, semua dibantu. Kami hanya menyiapkan data, selebihnya dibantu petugas. Dari proses pendaftaran sampai hari ini mengantar anak ke sekolah semuanya gratis," ujarnya.

Rudiansyah mengaku terkejut dengan fasilitas yang diberikan kepada para siswa Sekolah Rakyat.

Selain mendapatkan pendidikan, anak-anaknya juga memperoleh tempat tinggal di asrama, makanan, seragam, sepatu, tas, hingga perlengkapan pribadi.

"Anak-anak mendapat seragam lengkap, sepatu, tas, bahkan perlengkapan pribadi juga sudah disiapkan. Sebagai orang tua kami sangat bersyukur karena semuanya disediakan," katanya.

Meski harus berpisah karena anak-anak tinggal di asrama, Rudiansyah mengaku tetap ikhlas.

Ia berharap lingkungan sekolah dapat membentuk karakter anak-anaknya sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

"Tentu sebagai orang tua ada rasa sedih karena anak-anak tinggal di asrama. Tapi kami harus ikhlas. Saya yakin mereka akan dididik dengan baik dan menjadi anak-anak yang berhasil," ujarnya.

Rudiansyah kemudian mengenang masa sulit ketika salah satu anaknya sempat berhenti sekolah saat duduk di kelas V SD karena keterbatasan biaya.

Menurutnya, kesempatan masuk Sekolah Rakyat menjadi jalan bagi anaknya untuk kembali mendapatkan pendidikan.

"Dulu anak saya sempat putus sekolah karena biaya. Sekarang Alhamdulillah bisa sekolah lagi. Ini kebahagiaan yang tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata," tuturnya.

Ia berharap ketiga anaknya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh dan mengejar cita-cita.

Menurut Rudiansyah, Program Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

"Menurut saya, Sekolah Rakyat ini luar biasa. Mudah-mudahan bisa mencetak anak-anak yang berintegritas dan membuat mereka menggapai cita-cita yang selama ini sulit kami wujudkan," pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Leonardi Dituntut 8 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Klaim Ada Pasal Baru dalam Tuntutan
Friday, 31 July 2026
Artikel Sebelumnya
Bupati Kapuas Hulu Sambut Kapolres Baru, Perkuat Sinergi Polri dan Pemda
Friday, 31 July 2026

Berita terkait