Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 30 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 270 anak Kota Pontianak mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (30/7/2026).
Sekolah tersebut menampung siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA, dengan jumlah masing-masing sebanyak 90 siswa.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan seluruh siswa yang mengikuti Sekolah Rakyat berasal dari Kota Pontianak dan telah melalui proses seleksi yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya.
Seleksi tersebut melibatkan tim dari Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial Kota Pontianak.
"Tahun ini ada 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Totalnya 270 siswa. Semuanya dari Kota Pontianak dan sudah diseleksi beberapa bulan lalu," ujar Edi saat membuka MPLS Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.
Edi menjelaskan, para siswa yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat ini menampung masyarakat miskin dan sangat miskin. Mereka harus kita muliakan, agar ke depan bisa mengubah kualitas kehidupan, terutama keluarganya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga meninjau langsung kondisi fasilitas sekolah, mulai dari aula, rumah ibadah, ruang kelas, hingga asrama.
Secara umum, bangunan sekolah sudah dapat digunakan, meski masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan seperti drainase, akses jalan, kelengkapan utilitas, toilet, hingga penghijauan kawasan.
Edi berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan agar fasilitas sekolah dapat berfungsi secara optimal.
"Mudah-mudahan dalam satu bulan terakhir ini semua bisa tuntas dan berfungsi optimal, termasuk penghijauan dan uji fungsi utilitas seperti drainase dan toilet," ujarnya.
Sekolah Rakyat Pontianak berdiri di atas lahan seluas 5,7 hektare. Selain ruang belajar, fasilitas tersebut juga dilengkapi asrama karena para siswa akan tinggal dan mengikuti pembelajaran dalam lingkungan sekolah.
Edi berharap para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama siswa jenjang SD yang masih membutuhkan dukungan agar nyaman tinggal di asrama.
"Pesan saya, mudah-mudahan mereka betah, sehat, dan bisa bekerja sama dengan orang tua. Terutama yang SD, karena mereka masih anak-anak," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendukung anak-anak mereka mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, perubahan pola hidup dari tinggal bersama keluarga menjadi tinggal di asrama membutuhkan proses penyesuaian.
Terkait tenaga pendidik, Edi menyebut Sekolah Rakyat Pontianak saat ini didukung oleh guru kontrak dan tenaga tetap yang direkrut melalui proses seleksi, termasuk dari Kementerian Sosial.
Jumlah tenaga pendidik yang telah disiapkan sebanyak 34 orang dan akan terus dilengkapi sesuai kebutuhan sekolah.
"Gurunya sementara direkrut guru kontrak dan ada tenaga tetap. Ada 34 guru, nanti akan terus ditingkatkan dan dilengkapi," jelasnya.
Edi menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Pontianak, guru, kepala sekolah, kepala asrama, orang tua, hingga masyarakat sekitar.
Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah bagi anak-anak Pontianak untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kuat, berkarakter, dan berprestasi.
"Mudah-mudahan dengan Sekolah Rakyat ini, anak-anak menjadi harapan masa depan, bisa mengubah kualitas kehidupan keluarganya, dan berprestasi untuk masa depan Indonesia," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 270 anak Kota Pontianak mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (30/7/2026).
Sekolah tersebut menampung siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA, dengan jumlah masing-masing sebanyak 90 siswa.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan seluruh siswa yang mengikuti Sekolah Rakyat berasal dari Kota Pontianak dan telah melalui proses seleksi yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya.
Seleksi tersebut melibatkan tim dari Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial Kota Pontianak.
"Tahun ini ada 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Totalnya 270 siswa. Semuanya dari Kota Pontianak dan sudah diseleksi beberapa bulan lalu," ujar Edi saat membuka MPLS Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.
Edi menjelaskan, para siswa yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat ini menampung masyarakat miskin dan sangat miskin. Mereka harus kita muliakan, agar ke depan bisa mengubah kualitas kehidupan, terutama keluarganya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga meninjau langsung kondisi fasilitas sekolah, mulai dari aula, rumah ibadah, ruang kelas, hingga asrama.
Secara umum, bangunan sekolah sudah dapat digunakan, meski masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan seperti drainase, akses jalan, kelengkapan utilitas, toilet, hingga penghijauan kawasan.
Edi berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan agar fasilitas sekolah dapat berfungsi secara optimal.
"Mudah-mudahan dalam satu bulan terakhir ini semua bisa tuntas dan berfungsi optimal, termasuk penghijauan dan uji fungsi utilitas seperti drainase dan toilet," ujarnya.
Sekolah Rakyat Pontianak berdiri di atas lahan seluas 5,7 hektare. Selain ruang belajar, fasilitas tersebut juga dilengkapi asrama karena para siswa akan tinggal dan mengikuti pembelajaran dalam lingkungan sekolah.
Edi berharap para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama siswa jenjang SD yang masih membutuhkan dukungan agar nyaman tinggal di asrama.
"Pesan saya, mudah-mudahan mereka betah, sehat, dan bisa bekerja sama dengan orang tua. Terutama yang SD, karena mereka masih anak-anak," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendukung anak-anak mereka mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, perubahan pola hidup dari tinggal bersama keluarga menjadi tinggal di asrama membutuhkan proses penyesuaian.
Terkait tenaga pendidik, Edi menyebut Sekolah Rakyat Pontianak saat ini didukung oleh guru kontrak dan tenaga tetap yang direkrut melalui proses seleksi, termasuk dari Kementerian Sosial.
Jumlah tenaga pendidik yang telah disiapkan sebanyak 34 orang dan akan terus dilengkapi sesuai kebutuhan sekolah.
"Gurunya sementara direkrut guru kontrak dan ada tenaga tetap. Ada 34 guru, nanti akan terus ditingkatkan dan dilengkapi," jelasnya.
Edi menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Pontianak, guru, kepala sekolah, kepala asrama, orang tua, hingga masyarakat sekitar.
Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah bagi anak-anak Pontianak untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kuat, berkarakter, dan berprestasi.
"Mudah-mudahan dengan Sekolah Rakyat ini, anak-anak menjadi harapan masa depan, bisa mengubah kualitas kehidupan keluarganya, dan berprestasi untuk masa depan Indonesia," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini