Pontianak    

Edi Kamtono Lantik Pejabat Baru Pemkot Pontianak, Minta Lebih Peduli Persoalan Warga

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 30 July 2026
Edi Kamtono Lantik Pejabat Baru Pemkot Pontianak, Minta Lebih Peduli Persoalan Warga
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin mengucapkan selamat kepada salah satu pejabat di lingkungan Pemkot Pontianak yang baru dilantik (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak melakukan rotasi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas di lingkungan Pemkot Pontianak.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (30/7/2026).

Dalam rotasi tersebut, sejumlah pejabat eselon II mendapatkan amanah baru. Derry Gunawan dilantik sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Utin Sri Lena sebagai Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pembangunan, Firayanta sebagai Kepala Dinas PUPR, Rendrayani sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Sri Sujiarti sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Yuli Trisna Ibrahim sebagai Kepala Bapperida, Much Yamin sebagai Kepala BPBD, serta RM Nasir sebagai Kepala Badan Kesbangpol.

Selain itu, Syarifah Welly dilantik sebagai Camat Pontianak Timur. Sejumlah lurah juga menempati posisi baru, yakni Yully Wanda Sari sebagai Lurah Sungai Jawi Luar, Muliansjah sebagai Lurah Siantan Hulu, Muliawan sebagai Lurah Saigon, Nur Apriliawati sebagai Lurah Bansir Darat, dan Nur Santriana Rahayu sebagai Lurah Tanjung Hilir.

Edi mengatakan, proses rotasi dan pengisian jabatan tersebut telah melalui tahapan panjang sejak tiga hingga empat bulan sebelumnya.

Menurutnya, penataan jabatan dilakukan untuk mengisi posisi yang kosong akibat pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun, evaluasi jabatan, serta kebutuhan organisasi.

"Pelantikan dan pengambilan sumpah ini bukan sekadar acara seremoni, tapi menjadi penyemangat Bapak-Ibu untuk bekerja membantu Pemerintah Kota Pontianak," ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas sebelumnya. Menurutnya, sebagian besar pejabat telah menunjukkan kinerja yang baik dan sesuai harapan.

Namun, ia meminta para pejabat yang mendapat amanah baru terus meningkatkan kinerja dengan menunjukkan profesionalisme, kompetensi, serta kemampuan berinovasi.

"Tunjukkan profesionalisme, kompetensi, dan kemampuan dalam melakukan inovasi dan kreativitas untuk mengatasi permasalahan yang ada di Kota Pontianak," tegasnya.

Edi menyoroti sejumlah persoalan yang harus menjadi perhatian pejabat baru, mulai dari pelayanan publik, infrastruktur, sosial, ekonomi, perhubungan, hingga berbagai persoalan teknis di lapangan.

Menurutnya, kepedulian terhadap kondisi nyata masyarakat masih perlu diperkuat.

"Saya melihat yang perlu ditingkatkan adalah kepedulian kita terhadap permasalahan di lapangan yang masih belum optimal," katanya.

Ia menyebut banyak persoalan muncul akibat masalah lama yang belum terselesaikan, persoalan yang sedang berjalan, maupun potensi masalah yang dapat terjadi di masa mendatang.

Karena itu, pejabat diminta mampu bekerja secara cerdas, memahami regulasi, serta membaca kondisi di lapangan.

Edi juga menekankan pentingnya perencanaan dalam setiap program pembangunan. Menurutnya, program yang disusun harus mampu menjawab persoalan mendesak, dilakukan secara bertahap, serta memberikan dampak berkelanjutan.

"Perencanaan menjadi sangat penting dalam setiap program pembangunan. Rumuskan persoalan apa yang mendesak, apa yang bisa dikerjakan bertahap, dan kegiatan apa yang berdampak," ujarnya.

Khusus perangkat daerah teknis, Edi meminta agar penanganan persoalan infrastruktur dilakukan secara lebih responsif.

Sementara perangkat daerah lain, seperti bidang perhubungan, diminta memahami aturan yang berlaku dalam menyelesaikan persoalan parkir maupun transportasi.

"Pahami semua aturan yang ada, undang-undang yang berlaku, untuk memudahkan kita dalam melaksanakan pekerjaan," katanya.

Ia juga mengingatkan pejabat administrator dan pengawas agar terus meningkatkan kemampuan serta membangun komunikasi ketika menghadapi persoalan.

Menurutnya, permasalahan tidak boleh dibiarkan atau disimpan sendiri karena dapat menghambat penyelesaian pekerjaan.

"Kalau ada persoalan harus dikomunikasikan, jangan disimpan. Selama ini kelemahan kita adalah selalu menyimpan persoalan, menganggap persoalan itu bisa diselesaikan sendiri, padahal tidak bisa," pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Bupati Ketapang Buka Pagelaran Seni Budaya Melayu Manis Mata, Ajak Jaga Warisan Budaya
Thursday, 30 July 2026
Artikel Sebelumnya
270 Anak Pontianak Mulai MPLS di Sekolah Rakyat, Edi Kamtono: Wujudkan Masa Depan Lebih Baik
Thursday, 30 July 2026

Berita terkait