Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 30 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pontianak baru menerima 236 peserta didik dari total kuota 270 siswa yang disediakan untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Pihak sekolah optimistis seluruh kuota tersebut akan terpenuhi setelah proses registrasi peserta didik selesai dilakukan.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pontianak, Amirudin, mengatakan kuota yang tersedia terdiri dari masing-masing 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
"Kuota yang disediakan 270 siswa. Sementara yang sudah teregistrasi sebanyak 236 siswa. Sisanya memang sudah ada konfirmasi, hanya mengalami keterlambatan registrasi. Insyaallah semuanya bisa terpenuhi," kata Amirudin, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh peserta didik yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Menurut Amirudin, proses pendataan calon siswa dilakukan melalui pendamping PKH yang turun langsung ke lapangan untuk menjangkau anak-anak yang memenuhi kriteria.
"Pendamping PKH turun langsung mencari dan menjangkau anak-anak yang orang tuanya berada di desil 1 dan desil 2. Memang yang bersekolah di Sekolah Rakyat wajib berasal dari keluarga penerima manfaat PKH dan berada di desil 1 maupun desil 2," ujarnya.
Amirudin juga menjelaskan, sejumlah siswa asal Kabupaten Ketapang saat ini sementara mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak.
Hal tersebut dilakukan karena pembangunan sekolah permanen di Kabupaten Ketapang masih dalam proses.
"Untuk siswa dari Ketapang sementara dititipkan di Sekolah Rakyat Kota Pontianak sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di Kabupaten Ketapang selesai. Setelah itu mereka akan kembali ke Ketapang," jelasnya.
Seluruh siswa yang diterima di Sekolah Rakyat diwajibkan tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan.
Mereka akan mendapatkan pendampingan dari wali asuh dan wali asrama, termasuk pembinaan di luar kegiatan belajar mengajar.
"Semua siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA wajib tinggal di asrama dengan pengawasan wali asuh dan wali asrama," katanya.
Terkait tenaga pendidik, Amirudin menyebut kebutuhan guru masih terus dilengkapi.
Saat ini, terdapat tambahan guru yang ditugaskan pemerintah pusat sambil menunggu proses seleksi tenaga pendidik oleh Kementerian Sosial selesai.
Sementara itu, untuk kunjungan orang tua, pihak sekolah memberikan kelonggaran pada masa awal pembelajaran.
Orang tua masih diperbolehkan menjenguk siswa setiap Sabtu dan Minggu. Namun setelah masa adaptasi sekitar dua bulan, jadwal kunjungan akan dibatasi menjadi satu kali dalam sebulan.
"Untuk sementara orang tua boleh membesuk setiap akhir pekan. Nanti setelah dua bulan berjalan, kunjungan akan dijadwalkan satu kali dalam sebulan," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pontianak baru menerima 236 peserta didik dari total kuota 270 siswa yang disediakan untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Pihak sekolah optimistis seluruh kuota tersebut akan terpenuhi setelah proses registrasi peserta didik selesai dilakukan.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pontianak, Amirudin, mengatakan kuota yang tersedia terdiri dari masing-masing 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
"Kuota yang disediakan 270 siswa. Sementara yang sudah teregistrasi sebanyak 236 siswa. Sisanya memang sudah ada konfirmasi, hanya mengalami keterlambatan registrasi. Insyaallah semuanya bisa terpenuhi," kata Amirudin, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh peserta didik yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Menurut Amirudin, proses pendataan calon siswa dilakukan melalui pendamping PKH yang turun langsung ke lapangan untuk menjangkau anak-anak yang memenuhi kriteria.
"Pendamping PKH turun langsung mencari dan menjangkau anak-anak yang orang tuanya berada di desil 1 dan desil 2. Memang yang bersekolah di Sekolah Rakyat wajib berasal dari keluarga penerima manfaat PKH dan berada di desil 1 maupun desil 2," ujarnya.
Amirudin juga menjelaskan, sejumlah siswa asal Kabupaten Ketapang saat ini sementara mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak.
Hal tersebut dilakukan karena pembangunan sekolah permanen di Kabupaten Ketapang masih dalam proses.
"Untuk siswa dari Ketapang sementara dititipkan di Sekolah Rakyat Kota Pontianak sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di Kabupaten Ketapang selesai. Setelah itu mereka akan kembali ke Ketapang," jelasnya.
Seluruh siswa yang diterima di Sekolah Rakyat diwajibkan tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan.
Mereka akan mendapatkan pendampingan dari wali asuh dan wali asrama, termasuk pembinaan di luar kegiatan belajar mengajar.
"Semua siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA wajib tinggal di asrama dengan pengawasan wali asuh dan wali asrama," katanya.
Terkait tenaga pendidik, Amirudin menyebut kebutuhan guru masih terus dilengkapi.
Saat ini, terdapat tambahan guru yang ditugaskan pemerintah pusat sambil menunggu proses seleksi tenaga pendidik oleh Kementerian Sosial selesai.
Sementara itu, untuk kunjungan orang tua, pihak sekolah memberikan kelonggaran pada masa awal pembelajaran.
Orang tua masih diperbolehkan menjenguk siswa setiap Sabtu dan Minggu. Namun setelah masa adaptasi sekitar dua bulan, jadwal kunjungan akan dibatasi menjadi satu kali dalam sebulan.
"Untuk sementara orang tua boleh membesuk setiap akhir pekan. Nanti setelah dua bulan berjalan, kunjungan akan dijadwalkan satu kali dalam sebulan," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini