Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 19 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Sekolah Alam Terpadu Cerlang Pontianak menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi peserta didik baru, tetapi juga melibatkan orang tua secara aktif sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara keluarga dan sekolah.
Pada Minggu (19/7/2026) pagi, para orang tua bersama anak-anak berkumpul di lingkungan sekolah untuk saling berkenalan dan mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Setelah sesi perkenalan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan tugas berbeda. Para ayah bertugas menyiapkan makan siang bersama menggunakan bahan makanan yang dibawa masing-masing anak dari rumah.
Sementara itu, para ibu membantu menata perlengkapan belajar di ruang kelas, mulai dari buku, alat tulis, hingga kebutuhan belajar lainnya agar siap digunakan. Di waktu yang sama, anak-anak diberi ruang untuk bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan kreativitas mereka.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan saprahan bersama. Seluruh peserta menikmati hidangan yang dimasak oleh para ayah, seperti telur goreng, tahu, tempe, dan tumis sayuran.
Anak-anak dari jenjang PAUD, TK, hingga SD juga turut berpartisipasi dengan menyiapkan buah-buahan, seperti semangka dan langsat, sebagai hidangan penutup.
Suasana kebersamaan tampak terjalin sepanjang kegiatan. Guru, siswa, dan orang tua saling berinteraksi, berbincang, serta bekerja sama tanpa sekat.
Usai makan bersama, para orang tua mengikuti pertemuan dengan pihak sekolah untuk membahas program pembelajaran yang akan dijalankan selama satu semester.
Pendiri Sekolah Alam Terpadu Cerlang, Sri Wartati, mengatakan MPLS di sekolah tersebut memang dirancang dengan pendekatan kekeluargaan. Menurutnya, pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya penting bagi anak, tetapi juga bagi orang tua.
"Di Cerlang, MPLS tidak hanya diperuntukkan bagi anak. Justru sebagian besar kegiatannya melibatkan orang tua. Selain memperkenalkan program sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi agar para orang tua saling mengenal," ujarnya.
Sri menjelaskan, seluruh peserta terlebih dahulu dipertemukan dalam kelompok yang sama tanpa dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Setelah kegiatan bersama selesai, anak-anak kemudian diarahkan ke kelompok kelas masing-masing.
Ia menegaskan, keterlibatan keluarga merupakan salah satu prinsip utama dalam sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Alam Terpadu Cerlang.
"Guru pertama dan utama bagi anak adalah orang tua dan keluarganya. Sekolah berperan sebagai mitra yang membantu proses pendidikan tersebut. Karena itu, kami mendorong orang tua untuk terlibat dalam setiap tahapan perkembangan anak," katanya.
Menurut Sri, anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dibandingkan di sekolah. Karena itu, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kebiasaan, dan cara anak menghadapi lingkungan sekitarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi membuat anak menerima berbagai pengaruh dari luar. Oleh sebab itu, keluarga harus menjadi fondasi yang kuat sekaligus tempat yang memberikan rasa aman bagi anak.
"Rumah harus tetap menjadi tempat anak kembali, sedangkan orang tua menjadi pegangan utamanya. Di tengah arus teknologi dan informasi yang begitu cepat, anak membutuhkan jangkar yang kokoh. Tanpa keterlibatan orang tua, anak akan lebih mudah terbawa berbagai pengaruh dari luar," pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Sekolah Alam Terpadu Cerlang Pontianak menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi peserta didik baru, tetapi juga melibatkan orang tua secara aktif sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara keluarga dan sekolah.
Pada Minggu (19/7/2026) pagi, para orang tua bersama anak-anak berkumpul di lingkungan sekolah untuk saling berkenalan dan mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Setelah sesi perkenalan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan tugas berbeda. Para ayah bertugas menyiapkan makan siang bersama menggunakan bahan makanan yang dibawa masing-masing anak dari rumah.
Sementara itu, para ibu membantu menata perlengkapan belajar di ruang kelas, mulai dari buku, alat tulis, hingga kebutuhan belajar lainnya agar siap digunakan. Di waktu yang sama, anak-anak diberi ruang untuk bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan kreativitas mereka.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan saprahan bersama. Seluruh peserta menikmati hidangan yang dimasak oleh para ayah, seperti telur goreng, tahu, tempe, dan tumis sayuran.
Anak-anak dari jenjang PAUD, TK, hingga SD juga turut berpartisipasi dengan menyiapkan buah-buahan, seperti semangka dan langsat, sebagai hidangan penutup.
Suasana kebersamaan tampak terjalin sepanjang kegiatan. Guru, siswa, dan orang tua saling berinteraksi, berbincang, serta bekerja sama tanpa sekat.
Usai makan bersama, para orang tua mengikuti pertemuan dengan pihak sekolah untuk membahas program pembelajaran yang akan dijalankan selama satu semester.
Pendiri Sekolah Alam Terpadu Cerlang, Sri Wartati, mengatakan MPLS di sekolah tersebut memang dirancang dengan pendekatan kekeluargaan. Menurutnya, pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya penting bagi anak, tetapi juga bagi orang tua.
"Di Cerlang, MPLS tidak hanya diperuntukkan bagi anak. Justru sebagian besar kegiatannya melibatkan orang tua. Selain memperkenalkan program sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi agar para orang tua saling mengenal," ujarnya.
Sri menjelaskan, seluruh peserta terlebih dahulu dipertemukan dalam kelompok yang sama tanpa dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Setelah kegiatan bersama selesai, anak-anak kemudian diarahkan ke kelompok kelas masing-masing.
Ia menegaskan, keterlibatan keluarga merupakan salah satu prinsip utama dalam sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Alam Terpadu Cerlang.
"Guru pertama dan utama bagi anak adalah orang tua dan keluarganya. Sekolah berperan sebagai mitra yang membantu proses pendidikan tersebut. Karena itu, kami mendorong orang tua untuk terlibat dalam setiap tahapan perkembangan anak," katanya.
Menurut Sri, anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dibandingkan di sekolah. Karena itu, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kebiasaan, dan cara anak menghadapi lingkungan sekitarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi membuat anak menerima berbagai pengaruh dari luar. Oleh sebab itu, keluarga harus menjadi fondasi yang kuat sekaligus tempat yang memberikan rasa aman bagi anak.
"Rumah harus tetap menjadi tempat anak kembali, sedangkan orang tua menjadi pegangan utamanya. Di tengah arus teknologi dan informasi yang begitu cepat, anak membutuhkan jangkar yang kokoh. Tanpa keterlibatan orang tua, anak akan lebih mudah terbawa berbagai pengaruh dari luar," pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini