Kayong Utara    

Dokter Klinik KIPP Edukasi Anak Desa Pelapis Biasakan Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 05 November 2026
Dokter Klinik KIPP Edukasi Anak Desa Pelapis Biasakan Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini
Dokter Alberto dari Klinik KIPP bersama tim CSR menyampaikan edukasi PHBS secara interaktif kepada siswa SD Negeri 2 Pelapis. (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Membiasakan anak menjaga kebersihan diri dan lingkungan sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang yang sehat.

Hal tersebut menjadi fokus edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digelar Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) bagi anak-anak di Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) bidang pendidikan, KIPP memberikan pemahaman mengenai berbagai kebiasaan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang diberikan mencakup cara mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, hingga menyikat gigi.

Dokter Alberto Hendrik Imkotta dari Klinik KIPP menjelaskan, kebiasaan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak. Penerapan PHBS juga dapat membantu mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, kecacingan, demam berdarah, dan malaria.

“Anak-anak perlu mengenal dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Hal-hal sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, dan membuang sampah pada tempatnya merupakan kebiasaan yang penting untuk dilakukan setiap hari,” jelasnya.

Menurutnya, edukasi kesehatan kepada anak-anak perlu disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan metode yang sesuai dengan usia mereka. Dengan begitu, materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga diajak mengikuti praktik langsung, salah satunya mencuci tangan dengan benar. Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mempraktikkan perilaku sehat yang telah dipelajari.

Dokter Alberto menambahkan, edukasi PHBS tidak cukup dilakukan hanya satu kali. Pengulangan materi diperlukan agar anak-anak semakin memahami pentingnya kebiasaan sehat dan mampu menerapkannya secara konsisten.

“Keberhasilan edukasi kesehatan bukan hanya dilihat dari kemampuan anak-anak menjawab pertanyaan setelah materi disampaikan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana mereka mengingat dan menerapkan kebiasaan tersebut dalam keseharian. Karena itu, peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan contoh serta mengingatkan anak-anak,” tambahnya.

Kepala SD Negeri 2 Pelapis, Asmaden, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut para siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Bahkan, beberapa di antaranya telah menanyakan jadwal kegiatan sebelum pelaksanaan.

Menurutnya, kehadiran pemateri dari luar sekolah memberikan pengalaman belajar berbeda karena siswa dapat berdialog dan mengikuti aktivitas secara langsung.

External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan edukasi PHBS merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat pengetahuan anak-anak melalui program CSR bidang pendidikan.

“Kami berharap pengetahuan yang diberikan melalui kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk menjaga kesehatan sejak dini. Kebiasaan sederhana yang dipelajari perlu terus diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah, dengan dukungan guru dan orang tua,” ujar Sugeng.

Melalui kegiatan ini, KIPP berharap semakin banyak anak di Desa Pelapis memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri maupun lingkungan. Pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari keseharian mereka. (*)

Artikel Selanjutnya
Pontianak Masuk 10 Besar Nasional Transformasi Digital, Terbaik di Kalbar
Thursday, 05 November 2026
Artikel Sebelumnya
Pontianak Masuk 10 Besar Nasional Transformasi Digital, Terbaik di Kalbar
Thursday, 05 November 2026

Berita terkait