Pontianak    

Antisipasi Intrusi Air Laut, PDAM Pontianak Dorong Pembangunan SPAM Regional

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 05 November 2026
Antisipasi Intrusi Air Laut, PDAM Pontianak Dorong Pembangunan SPAM Regional
Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak, Muhammad Zulhiyardi, saat menyampaikan rencana pengembangan SPAM Regional untuk mengantisipasi intrusi air laut dan menjaga ketersediaan air baku. (Ilustrasi: AI/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional untuk mengantisipasi gangguan kualitas air baku akibat intrusi air laut.

Pembangunan fasilitas tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, mengatakan rencana tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan pers di kantornya, Kamis (5/11/2026).

Zulhiyardi menjelaskan, saat ini cakupan pelayanan air minum perusahaan telah menjangkau sekitar 94 persen penduduk Kota Pontianak. Sementara sekitar 6 persen lainnya masih belum terlayani, terutama masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir Sungai Kapuas.

“Pekerjaan rumah kita adalah bagaimana mengedukasi masyarakat yang belum terlayani, terutama di kawasan pesisir Sungai Kapuas. Sungai masih menjadi sumber air bagi sebagian masyarakat. Kita perlu mendorong mereka agar dapat memanfaatkan layanan PDAM,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu kendala dalam memperluas cakupan pelayanan adalah keterbatasan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum mampu membiayai pemasangan sambungan baru.

Karena itu, perluasan akses air minum tidak hanya membutuhkan upaya dari perusahaan, tetapi juga dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah.

Di sisi lain, pembangunan SPAM Regional menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi potensi gangguan sumber air baku, khususnya ketika terjadi intrusi air laut. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pasokan alternatif bagi Pontianak dan Kubu Raya saat kondisi air baku terganggu.

“PDAM tidak bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri. Diperlukan kolaborasi antara PDAM dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. Kita mendorong pembangunan SPAM Regional dengan harapan lokasinya berada lebih ke arah hulu untuk mengantisipasi intrusi air laut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lokasi pembangunan SPAM Regional hingga saat ini belum ditetapkan. Meski demikian, perusahaan berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan untuk mengantisipasi persoalan ketersediaan dan kualitas air baku pada masa mendatang.

Selain mendorong pembangunan infrastruktur baru, perusahaan juga memprioritaskan perawatan dan perbaikan sarana serta prasarana yang sudah tersedia, termasuk jaringan perpipaan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.

Zulhiyardi mengatakan, salah satu rencana bisnis perusahaan adalah memeratakan tekanan air di seluruh kecamatan di Kota Pontianak. Untuk mendukung upaya tersebut, perhatian saat ini diarahkan pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Selat Panjang di Kecamatan Pontianak Utara.

“Fokus kita kali ini di IPA Selat Panjang, Kecamatan Pontianak Utara. Semoga upaya ini dapat menyelesaikan berbagai kendala pelayanan yang terjadi di wilayah tersebut,” tambahnya.

Melalui penguatan infrastruktur, perbaikan jaringan perpipaan, serta rencana pembangunan SPAM Regional, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa berupaya meningkatkan pemerataan dan kualitas pelayanan air minum. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Pontianak dan sekitarnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Sungai Jawi Masuk Tiga Besar Regional III, Inovasi Kelurahan Dinilai Tim Nasional
Thursday, 05 November 2026
Artikel Sebelumnya
Pontianak Masuk 10 Besar Nasional Transformasi Digital, Terbaik di Kalbar
Thursday, 05 November 2026

Berita terkait